Bengkayang post authorKiwi 12 Oktober 2021

Balap Liar Resahkan Masyarakat Bengkayang, Dewan Imbau Manfaatkan Fasilitas Sirkuit Balap

Photo of Balap Liar Resahkan Masyarakat Bengkayang, Dewan Imbau Manfaatkan Fasilitas Sirkuit Balap ILUSTRASI BALAP LIAR

BENGKAYANG,SP - Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus meminta para remaja untuk tak melakukan aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat beberapa waktu ini.

Hal tersebut diungkapkan Fransiskus lantaran masih banyaknya keluhan dari masyarakat terkait aksi balap liar oleh muda - mudi di beberapa lokasi umum, khususnya di sekitaran Jalan Trans Rangkang atau tepatnya di lingkungan Kantor Bupati Bengkayang.

Di samping itu, dirinya juga mengimbau mereka yang memiliki hobi atau minat terhadap dunia otomotif, khususnya balap untuk memanfaatkan fasilitas sirkuit yang telah disiapkan untuk menyalurkan hasrat dan bakat terpendam yang dimiliki.

"Kita juga sering dapat laporan. Bahkan dalam sepekan terakhir, aksi balap liar masih terjadi di Kota Bengkayang. Hingga membuat keresahan bagi pengguna jalan yang hendak melintas," jelas Fransiskus, Selasa (12/10).

Dirinya memastikan upaya penanganan dan teguran sudah dilakukan oleh pihak terkait, khususnya dalam ini oleh Sat Lantas Polres Bengkayang.

Namun, sambungnya, hal itu masih tak diindahkan oleh beberapa pemuda dan remaja bandel yang suka melakukan aksi balap liar tersebut. Fransiskus menginginkan, aksi balap liat tersebut tak terjadi lagi kedepan.

"Kalau memang mau, silahkan manfaatkan fasilitas sirkuit balap yang telah disediakan oleh pemerintah dan pihak kedua dan ketiga," ungkapnya.

"Salah satunya Sirkuit Gasstrack Banyi Simpiyang di belakang Rumah Adat Ramin Bantang. Itu bisa dimanfaatkan untuk balapan secara sportif, mengasah kemampuan dan bakat yang terpendam," jelasnya.

Dirinya berharap, para pemuda di Kabupaten Bengkayang agar selalu melakukan aktivitas positif dan dapat jeli memaksimalkan peluang usaha dan kerja. Terlebih berprestasi.

"Aksi-aksi yang merugikan diri sendiri dan orang lain supaya dihindari,"pesannya.

Ia juga berpesan kepada orangtua untuk selalu mengawasi dan mengarahkan setiap anak dilingkungan sekitar dan sepermainannya.

"Begitu pula untuk para orangtua kita juga minta awasi anak-anaknya. Karena hal-hal seperti ini (balap liar) tentunya bersifat ilegal, dan kita tentunya tahu ini juga sangat berbahaya," jelasnya.

"Jadi mari kita sama-sama kita cegah ini sebelum ada kejadian yang tidak diinginkan kelak," tutupnya.

Rutin Gelar Patroli

Hingga kini Sat Samapta dan Satuan Lantas Polres Bengkayang diketahui masih kerap kali laksanakan patroli di sekitar Jalan Trans Rangkang. Tujuannya yakni untuk antisipasi kegiatan balap liar.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kasat Lantas Polres Bengkayang, AKP Tri Teguh Mulyono yang mengatakan bahwa salah satu lokasi yang kerap dijadikan sebagai lokasi balap liar adalah di sekitaran Jalan Trans Baru, atau tepat di depan Kantor Bupati Bengkayang.

Terkait hal tersebut, Kasat Lantas Polres Bengkayang memastikan pihaknya sampai saat ini masih bergerak untuk mengantisipasi adanya balapan liar tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan, kata dia, adalah dengan menggencarkan patroli di beberapa tempat yang disinyalir dijadikan tempat ajang balap liar.

"Patroli rutin sudah kita gencarkan untuk mengantisipasi maraknya aksi balap liar yang meresahkan tersebut. Terutama di sepanjang jalan Trans Guna Baru dan Jalan Sanggau Ledo Bengkayang," kata Kasat Lantas.

“Kita antisipasi adanya balapan liar, karena adanya keluhan masyarakat terkait balap liar ini. Selain bisa membahayakan diri sendiri juga bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” timpalnya.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan bahwa dalam beberapa kesempatan saat pelaksanaan patroli, pihaknya kerap menemui adanya beberapa kelompok muda-mudi yang sedang bergerombol. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya balap liar yang meresahkan, personel kemudian mengambil langkah tegas dengan membubarkan, sekaligus mengimbau agar muda-mudi tersebut kembali ke rumah masing-masing.

“Kita bubarkan dan kita imbau untuk kembali ke rumah masing-masing. Selain itu, bagi yang kedapatan bergerombol juga kita berikan juga sanksi sosial berupa push up bagi yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” imbuh AKP Tri Teguh. (nar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda