Bengkayang post authorKiwi 20 September 2020 71

Bawaslu Buka Posko Pengaduan Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih

Photo of Bawaslu Buka Posko Pengaduan Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih

Bengkayang,SP- Bawaslu Kabupaten Bengkayang menghimbau kepada masyarakat kabupaten Bengkayang untuk proaktif dan bisa lapor diri jika belum masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) pilkada Bengkayang 2020. Bagi warga yang belum terdaftar dapat melakukan pelaporan di posko Pengaduan Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih di Sekretariat Bawaslu yang terletak dk Jalan Sentagi Dalam, Kecamatan Bengkayang.

Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Lembaga Bawaslu Kabupaten Bengkayang, Yopi Cahyono menyatakan, saat ini telah memasuki sub tahapan Pengumuman dan Tanggapan Masyarakat terhadap DPS (Daftar Pemilih Sementara) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang yakni dari tanggal 19-28 September 2020. Orkh karenanya, ia meminta agar masyarakat yang belum terdaftar dapat datang untuk melaporkan diri di posko yang telah di sediakan.

"Bagi masyarakat belum terdaftar di DPS, silakan laporkan kepada Bawaslu, atau Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Desa/Kelurahan," terang Yopi, Minggu (20/9).

Mantan Jurnalis ini menjelaskan, Bawaslu Kabupaten Bengkayang telah membuka Posko Pengaduan Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih di Sekretariat Jalan Sentagi Dalam. Bahkan masing-masing Panwaslu Kecamatan yang ada di Bumi Sebalo juga membuka Posko Pengaduan Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih.
Dikatakan Yopi, pihaknya selain membuka Posko Pengaduan juga melakukan pengawasan langsung dan tidak langsung. Dengan tetap mengutamakan Prokes Covid-19.

Dalam kesempatan ini, Yopi menginginkan agar masyarakat tetap mematuhi peraturan pemerintah terkait dengan penerapan protokal kesehatan Covid-19. Selain itu, ia menegaskan untuk partai politik yang mengusung kandidat nya di Pilakda Bengkayang untuk setiap tahapan Pilkada tetap mengutamakan Prokes Covid-19. Baik itu melakukan kampanye, rapat internal partai dan lain-lain.
"Kita berharap semuanya dapat mematuhi Prokes Covid-19, pilkada sukses, penanganan dan pencegahan Covid-19 pun suskses di Bengkayang . Itu harapan kita," pungkas Yopi.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkayang Yosef Harry Suyadi menambahkan, sebagai badan pengawas pemilu pihaknya terus menerus mberikan himbaun dan mengajak semua untuk sama-sama melaksanakan protokol kesehatan dengan benar.

" Terkait dengan pawai ataupun pengumpulan massa tentu tidak boleh dilakukan di luar batas ketentuan, memang di aturan pemilihan tidak diatur, akan tetapi melanggar undang-undang lainnya,"ucapnya.

Harry mengharapkan pada saat pengundian nomor urut dan pelaksanaan kampanye Bapaslon nanti tetaplah harus menjaga ketertiban dan patuh pada protokol kesehatan.
"Karena pada intinya kita semua berharap Pilkada di Bengkayang ini berjalan demokratis dan bermartabat serta kita semua tetap sehat," ujar Harry.

KPU Sosialisasi Penerapan Prokes Covid-19 pada Pilkada Bengkayang

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Bengkayang telah melakukan sosialisasikan Penerapan Protokal Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada tahapan pemilihan Bupati dan wakil Bupati Bengkayang tahun 2020.

Beberapa poin penting dalam sosialisasi tersebut, seperti pelaksanaan kampanye dan debat publik yang akan berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Semua tahapan dan pelaksanaan harus mengacu pada protokol kesehatan, dimana peserta akan dibatasi.

Ketua KPU kabupaten Bengkayang, Musa Jairani berharap setelah adanya sosialisasi ini, pelaksanaan Pilkada di Bengkayang akan berjalan dengan sukses dan tetap memperketat protokal kesehatan.

"Pilkada sukses, masyarakat juga tetap sehat itu yang kita inginkan. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi kepada bakal calon ataupun kepada partai pengusung, sehingga ketika melakukan tahapan Pilkada tetap mengutamakan Prokes," ujar Musa.

Tentu sesuai dengan peraturan KPU memang dalam pelaksanaan tahapan Pilkada misalnya rapat pleno terbuka, dan bimtek, serta kampanye ada pembatasan-pembatasan jumlah peserta yang hadir. Semua hal tersebut sudah diatur dengan menyesuaikan pada Prokes Covid-19. Untuk kegiatan kampanye pun dibatasi maksimal 100 orang.

"Apa yang kami lakukan hari ini tidak cukup sampai disini, akan diteruskan untuk disampaikan kepada masyarakat," ucapnya.

Pilkada ini kata Musa juga merupakan media untuk menyalurkan dan menyampaikan informasi terkait dengan pencegahan Covid-19. Sehingga masyarakat memperoleh informasi yang baik dan benar. Ia menegaskan, Prokes Covid-19 menjadi hal utama uang diperhatikan selama tahapan Pilkada ini. Mulai di tingkat kabupaten sampai pada desa.

"Kita tentu berharap Pilkada ini berjalan ndejgam baik, damai dan lancar, pencegahan Covid-19 juga berjalan dengan baik," pungkasnya. (Nar)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda