Bengkayang post authorKiwi 22 November 2022

Polres Gelar FGD Bahas Investasi dan Keamanan Ketertiban Masyarakat

Photo of Polres Gelar FGD Bahas Investasi dan Keamanan Ketertiban Masyarakat

Bengkayang,SP– Kepolisian Resor Bengkayang menggelar Forum Grup Discussion (FGD) dalam rangka Investasi dan Keamanan Ketertiban Masyarakat guna Mewujudkan Pemulihan Ekonomi Daerah Kabupaten Bengkayang. Giat FGD ini diselenggarakan di Hotel Reppo Bengkayang, pada Selasa (22/11).

Giat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, Kapolres Bengkayang AKBP Bayu Suseno, perwakilan Kodim 1202/Singkawang, Kejari Bengkayang, Pengadilan Negeri Bengkayang, Lanud Harry Hadiesoemantri, Kompi C 645/GTY, Camat Se-Kab. Bengkayang, Kapolsek, Tokoh Adat dan Danramil Se-Kab. Bengkayang, serta PJU di lingkungan Polres Bengkayang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal mengatakan bahwa FGD yang diusung jajaran Polres Bengkayang ini dirasa sesuai dan sejalan dengan visi misi Kabupaten Bengkayang, yakni kabupaten Bengkayang Maju, Semakin Sejahtera dan berdaya saing ditopang dengan pemerintahan bersih dan terbuka. Terlebih di dalam misi Bupati Bengkayang yang ketiga, yaitu menyelenggarakan ketersediaan kualitas infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Investasi disebut sebagai tulang punggung perekonomian bukan sekedar meningkatkan lapangan kerja, bisa memproduksi barang dan jasa. Namun investasi menjadi kebutuhan vital sebab keberadaannya dapat menopang pembangunan keberlanjutan, menciptakan nilai tambah bahkan mewujudkan demokrasi ekonomi," jelas Wakil Bupati Bengkayang.

Wabup Rizal turut mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan FGD yang digelar Polres Bengkayang, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan keamanan di Bengkayang agar investasi dapat masuk ke Bengkayang.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres yang telah melakukan kegiatan ini. Mari kita membuka hati kita, membuka pikiran kita. Bengkayang ini mau maju, jangan maunya Bupati Wakil Bupati, Maunya Polres, Ini maunya kita semua," ungkapnya.

"Kita percaya ivestasi akan masuk apabila kita dapat menciptakan situasi aman di Kabupaten Bengkayang," tutup Wabup Rizal.

Sementara itu, Kapolres Bengkayang, AKBP Bayu Suseno mengatakan penyelenggaraan kegiatan FGD ini diharap tidak hanya bersifat seremonial saja, namun harus benar-benar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh kedepannya. Sehingga, sambung dia, hasil diskusi dapat memberi manfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan semua dalam rangka menciptakan investasi dan keamanan ketertiban masyarakat guna mewujudkan pemulihan ekonomi daerah Bengkayang.

“Momentum ini saya harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, untuk melakukan evaluasi dan intropeksi atas seluruh kinerja yang telah dilakukan, guna dijadikan pedoman bagi upaya perbaikan dan penyempurnaan dalam rangka mengoptimalkan peran tokoh masyarakat, dan tokoh adat beserta seluruh elemen masyarakat lainnya," tegas AKBP Bayu.

"Terutama dalam bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai dan sejuk," kata Kapolres.

Sebagaimana diketahui, lanjut Kapolres, bahwa tokoh masyarakat dan tokoh adat serta seluruh elemen masyarakat lainnya, memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas polri dalam memelihara stabilitas kamtibmas dilingkungan masyarakat. Termasuk di daerah-daerah yang menjadi wilayah operasional perusahaan.

“Untuk itu, saya meminta peran tokoh masyarakat dan tokoh adat serta seluruh elemen masyarakat lainnya, untuk bersama-sama mengajak masyarakat agar tidak mudah untuk terprovokasi dengan isu-isu, berita bohong, hoaks yang dapat menimbulkan kegaduhan, kecemasan bahkan keributan/benturan ditengah-tengah masyarakat maupun dengan pihak perusahaan," pintanya.

"Selaku Kapolres Bengkayang, saya mengajak kita semua termasuk instansi terkait untuk menerapkan aturan-aturan yang ada dan memberdayakan segala ememen masyarakat agar tidak terjadi perselisihan antar perusahaan dengan masyarakat begitu juga sebaliknnya. Mari kita ciptakan investasi dan keamanan ketertiban masyarakat guna mewujudkan pemulihan ekonomi daerah Kabupaten Bengkayang tahun 2022," timpalnya.

Bayu menjelaskan, investasi dan keamanan ketertiban masyarakat, sangat berperan untuk mewujudkan pemulihan ekonomi daerah, khususnya Kabupaten Bengkayang sendiri. Terutama untuk mewujutkan investasi dan keamanan ketertiban masyarakat itu perlu kerjasama dan peran semua pihak.

“Mari kita terapkan aturan-aturan yang berlaku dalam pendirian investasi / perusahaan agar segala bentuk investasi-investasi yang ada di Kabupaten Bengkayang tidak mengalami masalah terutama permasalahan dengan warga masyarakat sekitar," harap Kapolres.

Sebagaimana diketahui, lanjut dia, bahwa tidak sedikit investasi dari pihak perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Bengkayang yang masih mengalami permasalahan dengan masyarakat sekitar, sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan kamtibmas. Hal ini tentu tidak diinginkan karena dapat menimbulkan kerugian materil atau bahkan nyawa baik dari pihak investor maupun masyarakat.

Untuk itu, dirinya berharap agar kedepan tidak ada lagi investor yang berinvestasi di Kabupaten Bengkayang tidak memenuhi persyaratan dan aturan-aturan yang berlaku. Itu perlu ditekankan, agar semuanya dapat berjalan dengan baik, aman dan damai.

"Berkaitan dengan kejadian pembakaran di mess PT. Jo Perdana, kita dari Polres Bengkayang tetap lakukan penegakan hukum secara profesional untuk menjamin iklim investasi di Kabupaten Bengkayang," tuturnya.

“Dimana kejadian pembakaran di mess PT. Jo Perdana itu terjadi pada Kamis, 03 November 2022 pukul 01.15 Wib yang mengakibatkan PT. Jo mengalami kerugian total sekitar Rp. 1,5 Miliyar," ungkapnya.

Berkenaan dengan itu, Kapolres memastikan pihaknya bakal tetap lakukan penegakan hukum secara profesional untuk menjamin iklim investasi yang baik di Kabupaten Bengkayang. Apabila dikemudian hari ditemukan tindak pidana yang berkaitan dengan permasalahan inventasi, dia memastikan pihaknya akan melakukan upaya hukum secara tegas dan professional.

"Kepada masyarakat agar jangan melakukan perbuatan pidana dengan alasan masalah-masalah perdata atau administrasi yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan. Karena hal ini justru akan merugikan diri sendiri karena setiap perbuatan melawan hukum maka harus dipertanggungjawabkan di muka hukum pula," tutup Kapolres. (Ril/nar).

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda