Bengkayang post authorKiwi 24 Januari 2023

Semua Desa di Bengkayang Sudah Menuju Desa Digital

Photo of Semua Desa di Bengkayang Sudah Menuju Desa Digital

Bengkayang,SP- Ada 122 desa di Kabupaten Bengkayang sudah menuju desa digital atau sudah menerapkan sistem pembayaran keuangan melalui aplikasi yang disebut Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan juga layanan Cash Management System (CMS) yang bermulai di tahun 2022.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Bengkayang, Rudi Hartono mengatakan, sistem keuangan desa berbasis digital sudah diterapkan di kabupaten Bengkayang. Aplikasi tersebut dinilai jauh lebih aman dan mempermudah transaksi keuangan desa. Dan sejauh ini penerapan aplikasi tersebut belum ada kendala berarti, namun memang tak bisa di pungkiri ada beberapa desa yang mengalami hambatan terutama jaringan internet.

"Desa di Kabupaten Bengkayang sudah menuju Desa Digital dimana Pembayaran CMS dan Siskeudes Online sudah diterapkan di Kabupaten Bengkayang. Sejauh ini belum ada kendala, yang ada memang hambatan dari signal atau jaringan internet," ucapnya, Selasa (24/1).

Kendala tersebut kata Rudi, pihaknya sudah bawa dalam evaluasi kinerja beberapa waktu lalu. Untuk kedepannya, pemerintah juga secara bertahap membangun tower internet untuk daerah yang belum ada akses internet. Dalam penerapan satu tahun CMS dan Siskeudes desa yang belum ada jaringan internet akan ke tempat yang ada sinyal.
"Solusi sementara ke signal terdekat, naka sudah di evaluasi. Ini salah satu dukungan terhadap Kabupaten Digital, maka desa juga harus berbasis digital," ucap Rudi.

Lebih jauh dia menjelaskan, pembayaran secara CMS jauh mempermudah transaksi keuangan desa. Selain itu juga lebih aman karena tidak perlu membawa uang tunai. " dan yang jelas menghindari kecurangan disebabkan uang langsung masuk rekening sehingga menghindari pemotongan-pemotongan yang tidak semestinya," jelas mantan Camat Suti Semarang ini.

"Dulu banyak keluhan bahwa perangkat siltapnya sering dipotong, pihak ketiga juga sering mengeluh dipotong, namun dengan transaksi digital ini dapat diminimalisir," sambungnya.

Sementara untuk Siskeudes online diperlukan untuk transparan dan akuntabilitas keuangan desa. Dengan Siskeudes Online memudahkan publikasi APBDesa dan Pengawasan yang dapat dilakukan dari Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan hingga Pelaporan.

"Kita harap desa-desa di Bengkayang nantinya lebih maksimal dalam penerapan Siskeuudes, dan kita menuju desa digital, kabupaten digital," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Benyamin Kalvin mengaku, CMS dan juga Siskeudes adalah salah satu transaksi elektronik yang sangat berguna dan baik, bagi desa Cipta Karya. CMS sendiri kata ia, sangat membantu pemerintah desa mengatur belanja dan arus uang secara terperinci dan cermat serta akuntabel.

" akan tetapi sejauh ini sistem tersebut mohon untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan, banyak desa yang masih belum dapat jaringan internet dan banyak kondisi desa yang masih minim SDM dalam menjalankan sistem tersebut," ucap Kalvin.

Untuk desa Cipta Karya sendiri Kades Kalvin menjelaskan, selama menggunakan CMS belum ada kendala yang di dapatkan, mengingat letak desa dekat dengan pusat kota dan didukung oleh signal yang lumayan baik.

"Meski terkadang ada masanya error, semoga kedepan pembangunan pelayanan jaringan internet dan jaringan listrik terus ditingkatkan dan dikembangkan sampai di pelosok desa terpencil, agar Siskeudes online dan CMS pemerintah desa dapat berjalan baik dan lancar," harap Kalvin.

Kemudian lanjut Kalvin, bagi desa-desa yang mengalami kendala jaringan internet, mereka harus mencari tempat terdekat yang ada jaringan internet, untuk menyelesaikan Siskeudes dan CMS.

"tentunya hal ini sedikit merepotkan pelayanan dasar di desa, karena harus berada di kota atau daerah yang punya jaringan selama berminggu-minggu dan bahkan sampai satu bulanan untuk menyelesaikan Siskeudes tersebut," tuturnya.

Ia berharap, kedepan kendala tersebut dapat diatasi pemerintah untuk mempermudah layanan dasar masyarakat dan juga menyelesaikan Siskeudes dan juga CMS, menuju desa digital di Bengkayang. (Nar).

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda