Bengkayang post authorKiwi 28 Oktober 2020 64

Forkopimda Bersama PT WKN Menyatakan Sikap Komitmen Siap Atasi Karhutla

Photo of Forkopimda Bersama PT WKN Menyatakan Sikap Komitmen Siap Atasi Karhutla

Bengkayang,SP - Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT. WKN bersama Jajaran Forum Koordinasi Dua Kecamatan dan Masyarakat Wilayah Perbatasan Kabupaten Bengkayang menyatakan berkomitmen untuk mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan Dan Lahan atau Karhutla Di Area Perkebunan, kemarin Selasa (28/10) di PT. WKN, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang.

Komitmen tersebut di sepakati setelah rangkaian aksi simulasi penanganan dan pencegahan karhutla di area perkebunan PT. WKN. Komitmen bersama tersebut diharapkan menjadi solusi dalam penanganan karhutla secara bersinergi serta tidak saling tuding jika terjadi kebakaran lahan .

Sebelum tandatangani komitmen, dilakukan aksi simulasi penanganan karhutla. Dua kecamatan di perbatasan ini di nilai daerah rawan berpotensi terjadi karhutla karena area perkebunan perusaahaan dan area lahan ladang pertanian milik masyarakat yang dominan masih banyak berdampingan.

Sehingga perlu melakukan pencegahan dan penanganan karhutla. Hal tersebut di dorong untuk bersinergi antara masyrtakat dan perusahaan khususnya di perusahaan PT. WKN. Komitmen tersebut dilakukan juga dalam mengantisipasi kesalahpahaman dikemudian hari, apabila ada terjadi Karhutla.

Sekcam Jagoi Babang ,Tekcan menyatakan, Pemerintah kecamatan Jagoi Babang berharap aksi penanganan dan pencegahan karhutla bisa di lakukan secara nyata dan bersinergi baik itu terjadi kebakaran lahan di area ladang masyarakat, dan sebaliknya di area perkebunan.

“Kami dari pemerintahan kecamatan Jagoi Babang, sangat menyambut baik kegiatan yang di inisiasi PT. WKN. Karena kegiatan ini merupakan niat baik dari perusahaan untuk mengatasi karhutla, lalu juga kami sangat berharap kegiatan ini bukan hanya seremonial namun di terapkan dengan aksi nyata dan kami akan melihat kembali aksi-aksi yang di lakukan perusahan," ungkapnya.

Tekcan juga menghimbau agar masyarakat dan perusahaan tetap melakukan koordinasi jika masyarakat membuka lahan ladang bersama perusahaan.

“Koordinasi penting di lakukan baik pada Polsek, desa dan perusahaan. jika membuka lahan ladang dengan cara membakar sesuai ketentuan sehingga hal- hal yang tak di inginkan dapat di antisipasi serta tak menjadi masalah,” jelas Tekcan.

Sementara itu, Manager Security Legal Social PT. WKN, Sosimus Yuto mengatakan selalu siap dan berkomitmen dalam mengatasi terjadinya karhutla di area perkebunan, yang bertetanggan langsung dengan lahan ladang dengan fasilitas peralatan yang sudah di siagakan.

“Selama ini perkebunan selalu mendapat tudingan titik hot spot atau titik api berada di area perkebunan padahal titik api yang terjadi di area lahan ladang masyarakat kebetulan berdampingan langsung dengan Kawasan perkebunan perusahaan,” jelasnya.

Sosimus Yuto menjelaskan, sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di hutan tanaman industry (HTI) perkebunan, akan selalu siap siaga dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dalam pencegahan dan penanganan Karhutla, Kami merasa peralatan dan fasilitas cukup memadai namun memang masih ada yang kurang akan kita penuhi. Kalau saya menilai perkebunan PT. WKN ini tidak terlalu bersiko tinggi sesuai pengalaman saya lihat sebagai orang HTI,’’ kata nya.

Ia berharap melalui penandatangan kesepakatan bersama seluruh masyrakat, Forkopimcam memiliki komitmen yang sama, artinya berkomunikasi yang baik dalam mengatasi Karhutla terutama Masyarakat yang akan membuka lahan ladang minimal ada pemberitahunan, dan bahkan pihak perusahaan juga mengakui selalu mendatangi masyrakat yang untuk berkomuniksi .

Kapolsek Seluas, Ipda Wandi mengapresiasi upaya perusahaan dalam penanganan dan pencegahan karhutla di area perkebunan wilayah perbatasan.

“Tentunya kita memang harus selalu siaga, karena itu saya menghimbau kepada masyrakat terutama masyarakat peladang. Kita menghormati kearifan local namun juga sesuai pedoman aturan Pergub membakar lahan ladang di beri Batasan seluas dua hektar. Nah jika sudah melebihi aturan membakar maka penegakan hukum juga akan di berlakukan ,’’ tegas Ipda Wandi.

Lebih jauh di harapkan, sesuai komitmen sinergitas penanganan dan pencegahan karhutla dapat di lakukan sejalan sekaligus menjadi contoh bagi perusahan perkebunan lainnya di luar dua kecamatan tersebut. (Lis/Nar)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda