Bengkayang post authorKiwi 28 November 2022

Warga Minta Kapolres Bengkayang Lepaskan 18 Tersangka Kasus Kebakaran Mess PT. Jo Perdana

Photo of Warga Minta Kapolres Bengkayang Lepaskan 18 Tersangka Kasus Kebakaran Mess PT. Jo Perdana

Bengkayang,SP - Sejumlah warga yang datang dari Kecamatan Monterado menggeruduk Mapolres Bengkayang, Senin (28/11).

Setidaknya, kurang lebih 50 orang yang datang ke Mako tersebut merupakan keluarga tersangka yang saat ini sedang diproses oleh Polres Bengkayang, terkait dengan kasus pembakaran mess PT. Jo Perdana yang terjadi pada hari Kamis tanggal 03 November 2022 pukul 01.00 WIB.

Kedatangan warga itu turut didampingi oleh Perwakilan di Ketua Adat Dayak Kabupaten, Ketua Dewan Adat Dayak Desa Serindu, serta Perwakilan dari mitra Koperasi Sijago Kamaruk Diri.

Dalam kesempatan itu, massa yang hadir turut menyampaikan beberapa aspirasi di depan Polres Bengkayang. Pertama terkait kejelasan proses hukum terhadap 18 Orang tersangka yang saat ini di tahan oleh Polres Bengkayang. Kedua, meminta agar permasalahan antara Mintra Koperasi dengan PT. Jo Perdana agar segera di selesaikan. Serta ketiga, meminta agar ke 18 Org Tersangka untuk di lepaskan, apabila tidak, maka mereka mengancam akan membawa masa yang lebih banyak.

Setelah massa yang datang melakukan orasi, kemudian perwakilan dari masa sejumlah 10 Orang di terima oleh Kapolres Bengkayang di tenda Polisi yang ada di Halaman Polres Bengkayang.

Terkait hal itu, Kapolres Bengkayang, AKBP Bayu Suseno turut menjawab beberapa orasi yang disampaikan oleh massa yang datang. Diantaranya, Kapolres menjawab terkait proses hukum terhadap 18 orang tersangka saat ini sudah mendekati tahap P21, dan dijerat dengan pasal yang sesuai dengan perannya (pencurian, perampasan, pembakaran mess, menadah hasil curian dan lain lain).

"Kemudian terkait hal lain, kita dari Polres akan mendorong kepada Bupati Bengkayang untuk proses finalisasi MoU antara pihak koperasi dengan mitra koperasi Sijago Kamaruk Diri agar segera di selesaikan oleh TPID (Tim Penanganan Inflasi Daerah) karena proses tersebut sudah berlangsung sejak Juni 2022," paparnya.

Kapolres juga menjamin, bahwa proses penyidikan yang saat ini telah berjalan, dilakukan secara profesional dan tidak ada kriminalisasi terhadap apapun. "Baik itu menyangkut suku, agama, rasa atau aliran tertentu. Ini murni perkara pidana," tegasnya.

"Yang jelas, seluruh aspirasi dari masyarakat hari ini sudah kami terima, dan akan kami tindak lanjuti," sambung Bayu.

Kedepan, Kapolres Bengkayang juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan atau perbuatan melawan hukum yang justru akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Mediasi berlangsung dengan lancar dan tertib. Kemudian tadi juga keluarga dari tersangka diperbolehkan untuk menjenguk keluarganya. Sampai akhirnya, sekira pukul 13.00 wib masyarakat berangsur-angsur membubarkan diri secara tertib kembali kembali ke Kecamatan Monterado," paparnya.

Terpisah, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis turut menyayangkan sikap masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Mako Polres Bengkayang,

"Saya mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Polres Bengkayang. Karena hal ini penting untuk mewujudkan iklim investasi yang aman dan kondusif di wilayah Bengkayang," pungkas Darwis singkat. (Ril/Nar)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda