Bengkayang post authorKiwi 29 Juli 2021

Pemkab Bengkayang Bahas Persiapan Pelaksanaan PPKM Level 3 dan Posko Covid-19 di Desa

Photo of Pemkab Bengkayang Bahas Persiapan Pelaksanaan PPKM Level 3 dan Posko Covid-19 di Desa Istimewa

BENGKAYANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral terkait pelaksanaan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) level 3 di wilayah Kabupaten Bengkayang. Rapat tersebit dihelat di aula lantai V Kantor Bupati Bengkayang, pada Rabu (28/7).

Adapun, giat tersebut dipimpin Bupati Bengkayang yang beserta jajaran forkopimda Bengkayang. Diantaranya Perwakilan DPRD Kabupaten Bengkayang, Perwakilan Kapolres Bengkayang, Perwakilan Kajari Bengkayang, Danlanud, Dandim 1202 Singkawang, Kementerian Agama Bengkayang, serta beberapa pihak dari lintas sektoral lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menjelaskan bahwa giat rapat tersebut dilangsungkan guna membahas kesiapan pelaksanaan PPKM level 3 yang akan diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

Selain itu, melalui rapat tersebut dirinya ingin melihat sejauh mana perkembangan pelaksanaan PPKM Skala Mikro yang telah diterapkan di Kabupaten Bengkayang.

"Kabupaten sekarang masih zona oranye. Sehingga persiapan PPKM level 3 yang sedang kita lakukan," terangnya.

Darwis menyebut, kedepan pihaknya akan menitik beratkan pengawasan di tingkat desa, kelurahan dan termasuk RT. Dia juga mengatakan bahwa posko-posko di tingkat RT dan desa akan lebih digencarkan selama PPKM level 3 berlangsung.

Ini, sambungnya, dilakukan dalam upaya pengendalian dan penekanan penyebaran covid-19 di Kabupaten Bengkayang.

"Kita tekan demikian, karena lebih efektif dalam menekan penyebaran covid-19 saat ini," jelasnya.

Selain itu, Darwis juga memastikan sistem rem dan gas mesti akan turut diperhatikan dalam upaya melakukan penanganan covid-19. Berkenaan dengan hal tersebit, dia meminta pihak desa dan kecamatan nantinya lebih pro aktif dalam melakukan pengawasan.

"Jika misalnya ditingkat RT terdapat lima sampai dengan enam orang terkonfirmasi positif. Daerah dikategorikan zona merah. Dan pihak satgas setempat cepat tanggap dalam upayanya penanganannya," jelasnya

"Namun sebaliknya, apabila suspek dan konfirmasi positif menurun. Upaya tindakan di Posko-posko sedikit dilonggarkan," timpalnya.

Ia menekankan, Pemkab Bengkayang akan rutin menggelar rapat monitoring dan evaluasi, demi kelancaran dan keberhasilan dalam menangani pandemi covid-19 di Kabupaten Bengkayang.

"Hal itu demi memaksimalkan anggaran yang terbatas," tutupnya.

Terpisah, Sekretaris Satgas covid-19 Kabupaten Bengkayang, Damianus memastikan bahwa setiap dua minggu sekali tim Satgas covid-19 Kabupaten Bengkayang selalu melakukan monitoring dan evaluasi kinerja.

Hal ini, kata dia, dilakukan sebagai langkah konkrit guna membahas hal-hal yang harus dibenahi dalam menangani pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Bengkayang.

"Ini (evaluasi dan monitoring) kita lakukan secara berjenjang di seluruh wilayah terkecil, termasuk untuk dua kelurahan dan 122 desa yang tersebar di seluruh Kecamatan se-kabupaten Bengkayang," jelasnya.

Hal tersebut, menurutnya penting untuk dijadikan atensi mengingat beberapa waktu lalu pemerintah pusat telah mengeluarkan intruksi berdasarkan Inmendagri Nomor 25 Tahun 2021 tentang PPKM level 1 hingga level 4.

"Kita sudah mendengar kabar tersebut, dan saat ini kita sudah menyiapkan langkah penanganan yang hendak kita lakukan. Tentunya ini kita lakukan dalam rangka menindaklanjuti setiap regulasi yang diarahkan oleh pemerintah pusat," sambungnya.

Dia juga memastikan, tim Satgas covid-19 mulai dari Kabupaten hingga ke tingkat desa siap mengoptimalkan posko-posko yang sebelumnya memang telah disiapkan dalam rangka monitoring aktivitas masyarakat, sekaligus untuk mengendalikan penyebaran covid-19 di Bumi Sebalo.

"Terlebih sebelumnya pak Bupati sudah meminta para Camat untuk lebih mengefektifkan serta mengoptimalkan posko di tingkat desa, bahkan dusun sebagai garda terdepan," ungkapnya.

Maka dari itu, dia meminta peran aktif seluruh elemen tingkat kecamatan hingga desa untuk saling bersinergi dan berkoordinasi sesering mungkin guna melakukan penguatan. Disamping itu, dia juga meminta tim satgas yang bertugas untuk terus melakukan pembinaan kepada masyarakat, terutama untuk menaati prokes yang sesuai dengan ketentuan.

"Karena pembinaan ini harus dilakukan secara continue (berkelanjutan)," ucapnya.

"Dan apabila dalam pelaksanaan penanggulangan di lapangan ada kendala, tiap-tiap Dansatgas kita minta jangan ragu untuk koordinasi dengan jenjang yang berada di atas untuk mengambil langkah lebih lanjut. Percaya, bersama kita bisa melawan pandemi covid-19 ini," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus mengingatkan seluruh petugas penegak PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di wilayah Bengkayang untuk menjalankan tugas secara humanis dan persuasif kepada masyarakat.

"Ya, mesti diimbau secara humanis dan persuasif, agar tidak ada perdebatan yang muncul. Terutama gejolak antara masyarakat dan petugas penegak PPKM mikrp," ungkapnya.

Pria yang karib disapa Fran tersebut menuturkan hal tersebut penting dilakukan, terutama guna mengantisipasi segala bentuk tindakan kasar saat dilapangan yang memicu tindakan arogan.

"Apabila perlakuan penegakan PPKM dijalankan dengan cara komunikasi yang baik kepada masyarakat. Saya yakin, masyarakat akan patuh," imbuhnya.

Lebih jauh, dia percaya saat ini semua elemen di Kabupaten Bengkayang sedang bekerja keras dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dirinya menilai saat di lapangan, semua turut dikerahkan guna mencari solusi terbaik dalam rangka memutus rantai penyebaran dan mengakhiri masa pandemi yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun lamanya ini.

"Terutama tenaga, fikiran, dan waktu, terkuras selama pandemi ini," ucapnya.

Dengan demikian, ia meminta kepada semua pihak, baik aparat dan masyarakat pada khususnya untuk bisa bekerjasama untuk menahan ego dan emosi. Selain itu, ia turut meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan.

"Apalagi saat ini kita ketahui Kabupaten Bengkayang masih berada pada zona oranye penyebaran covid-19. Sehingga otomatis untuk penerapan PPKM masih berlaku hingga akhir bula," jelasnya.

"Jadi kita minta masyarakat untuk sabar dan terus membantu pemerintah untuk bersama memutus rantai penyebaran covid 19, agar pandemi ini segera berakhir," pungkasnya. (Nar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda