Bengkayang post authorKiwi 29 November 2020 69

KPU Bengkayang Gelar Rapid Tes bagi Badan Adhoc

Photo of KPU Bengkayang Gelar Rapid Tes bagi Badan Adhoc

Bengkayang,SP- Komisi Pemilihan Umum kabupaten Bengkayang saat ini tengah melakukan rapid tes bagi penyelenggara badan Adhoc. Rapid tes ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kabupaten Bengkayang.

Ketua KPU kabupaten Bengkayang, Musa Jairani menyatakan, rapid tes bagi penyelenggara badan Adhoc sedang berlangsung dilaksanakan, dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten Bengkayang.

Jajaran Dinkes melalui petugas Puskesmas di masing-masing kecamatan sebagai pelaksana, sementara pembiayaan dibebankan pada DIPA KPU Kabupaten yang dibayarkan kepada Dinkes Kabupaten Bengkayang.

Rapid Tes tersebut sudah dijadwalkan masing-masing Puskesmas mulai dari tanggal 23 November sampai Tanggal 3 Desember 2020.

"Pembayaran meliputi jasa tenaga serta pengadaan bahan rapid tes yang proses pengadaannya dilaksanakan oleh Dinkes sesuai Perjanjian Kerja sama yang telah di tanda tangani bersama oleh Kadinkes dan Sekretaris KPU Kabupaten Bengkayang," ucap Musa, Minggu (29/11).

Sementara itu, distribusi logistik pendistribusiannya akan dimulai pada awal Desember dengan skala prioritas, daerah atau kecamatan dengan kategori transortasi sulit akan di dahulukan.

"Diperkirakan paling lambat tanggal 4 Desember kita akan distribusi ke kecamatan terlebih dahulu, kemudian selanjutnya di distribusikan secara berjenjang sampai di TPS minimal H-1," ucap Musa.

Musa Jairani menyatakan, pendistribusian logistik Pilkada 2020 tentu dengan membagi skala prioritas daerah tujuan distribusi.

Seperti Kecamatan dengan transportasi sulit dan tofografi pegunungan, perairan serta kepulauan. Itu yang akan menjadi prioritas utama terlebih dahulu diditribusikan.

"Namun kita juga harus mempertimbangkan lamanya logistik menginap di gudang PPK Kecamatan baik dari segi faktor keamanan juga pembiayaan terkait penjagaan logistik di kecamatan masing-masing," ungkap Musa.

Lanjut ia, KPU Bengkayang juga sudah membuat pemetaan moda transportasi distribusi logistik untuk masing-masing daerah, selain itu juga KPU Bengkayang telah menyusun strategi mitigasi darurat logistik Pilkada 2020.

Hal tersebut dilakukan jika terjadi keadaan force major atau diluar kendalikan karena kondisi cuaca. Sejauh ini kata Musa, kendala yang dihadapi KPU terutama dalam mendistribusikan logistik tentu adlaah soal cuaca yang ekstrim. Pasalnya, beberapa kecamatan di Bengkayang rawan terjadinya banjir, tanah longsor dan sebagainya. Terlebih kecamatan yang akses jalannya masih sulit di jangkau.

"kendala yang pasti tentu cuaca ekstrim saat ini sehingga dibeberapa kecamatan tertentu bisa saja terjadi banjir, tanah longsor yang menyebabkan sarana transportasi terputus, atau cuaca ekstrim yang menyebabkan distribusi ke wilayah kepulauan menjadi terganggu," ucap Musa.

Musa berharap, pendistribusian logistik tidak diganggu oleh cuaca ektrim sehingga semua bisa sampai dengan aman.

Lebih jauh kata Musa, saat ini KPU telah selesai menyortir dan lipat surat suara pada 28 November. Musa menyampaikan, surat suara pilkada masih kurang sebanyak 858 lembar. Sortir dan lipat surat suara memakan waktu selamat emlat hari, sesuai dengan target.

"Dari hasil keseluruhan penyortiran sebanyak 179.453 lembar surat suara yang datang. Dan KPU memastikan surat suara masih kurang 858 lembar," ucap Musa.

Pembunuhan kekurangan akan diusulkan ke pemenang tender dengan durasi waktu paling lambat tiga hari kerja.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkayang, Yosef Harry Suyadi menyatakan, sebagai pengawas tentu beberapa objek dan subjek pendistribusian logistik Pilkada.

Seperti Bawaslu mengawasi jumlah dari logistik dan juga ketepatan dari prosedur serta logistik sampai di TPS. Bawalsu juga terus melakukan pengawasan dalam pendistribusian logistik Pilkada. Terlebih saat ini cuaca yang tidak menentu. Titik kerawanan masih soal cuaca ekstrim.

Tentunya Kabupaten Bengkayang yang memiliki daerah pegunungan dan kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda. Sehingga titik rawan pada pendistribusian lebih kepada cuaca atau faktor alam, dan juga kesesuaian jumlah logistik yang didistribusikan. (Nar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda