Bengkayang post authorKiwi 29 November 2023

Perindo Bakal Gugat Pemda dan Anggota DPRD Bengkayang Sebanyak Rp7 Milyar

Photo of Perindo Bakal Gugat Pemda dan Anggota DPRD Bengkayang Sebanyak Rp7 Milyar

Bengkayang,SP - Wasekjend DPP Partai Perindo, Erma Suryani Ranik, menegaskan, akan menggugat Pemda Bengkayang dan salah satu anggota DPRD Bengkayang yang diduga sengaja menunda proses PAW pada salah satu anggota DPRD dari fraksi Perindo Bengkayang.

Erma Ranik menyatakan dengan tegas, dirinya akan serius melayangkan gugatan kepada Pemda Bengkayang dengan mengugat sebesar Rp. 7 Milyar rupiah. Dan gugatan yang sama juga akan dilakukan pada anggota DPRD Bengkayang Ratius Tyson (eks anggota DPRD partai Perindo).

Erma juga menjelaskan, sebelum pindah partai Ratius Tyson merupakan caleg partai Perindo dapil 5 (2019) dengan perolehan suara 1300 suara dan Karto (calon PAW) memperoleh 1201 suara. Hasil suara dari dua caleg itulah yang menghasilkan satu kursi di dapil 5.

"Artinya hanya beda 99 suara dari kedua caleg Perindo ini. Namun sejak Ratius mengirimkan surat pengunduran diri pada tanggal 27 September lalu, hingga saat ini belum dilakukan proses PAW. Dan Ratius secara sah sudah bergabung di salah satu partai dan terdaftar di DCT sebagai caleg di partai tersebut," jelasnya pada konferensi pers di sekretariat Perindo, Rabu (29/11).

"Sebagai orang yang sudah mengundurkan diri dengan sah harusnya tidak berhak lagi menjadi anggota DPRD dari partai Perindo. Dan sejak itu, DPD partai Perindo pun sudah mengurus administrasi untuk PAW dari Ratius ke Karto. Namun semua sudah diurus, oleh Pemda Bengkayang (anak buah Bupati) ini diulur-ulur dengan alasan masih ada sengketa di pengadilan negeri Bengkayang. Ini kan sangat tidak masuk akal dan masalahnya berbeda," sambung Erma.

Erma menduga, proses panjang PAW ini adanya oknum di Pemda Bengkayang yang sengaja memperlambat proses PAW terhadap pengganti Ratius ke Karto.

Erma Ranik juga menegaskan, pihaknya masih memberikan kesempatan dua Minggu kedepan untuk proses PAW dilakukan. Jika tidak, dirinya tak main-main untuk menggugat Pemda Bengkayang, cq. Bidang hukum dan bidang yang mengurus rentang PAW sebanyak Rp. 7 Milyar dan Ratius Tyson Rp.7 Milyar.

"Angka ini kami dapat dari nomor urut partai Perindo. Dan saya harap proses PAW ini segera diurus. Dan kita juga harap tidak sampai terjadi gugat menggugat, dan proses PAW dapat dilakukan dan semua dapat diselesaikan dengan baik-baik," ungkapnya.

Disisi lain kata Erma, pindah partai merupakan hak politik seseorang termasuk dengan Kartius (eks Perindo). Namun semua harus beriringan dengan etika yang baik pula. Tindakan tersebut dinilai bentuk kezaliman terhadap partai Perindo.

"Tidak boleh zalim, nanti ada saja balasannya. Kami tak ingin membalasnya, tapi kami ingin mendapatkan hak kami dengan baik dan hak partai Perindo adalah dengan pergantian PAW yakni pak Ratius di ganti pak Karto. Mari kita lakukan ini dengan baik, kalau tidak kita tempuh langkah selanjutnya (menggugat)," tegas Erma.

Erma juga menyatakan, pihaknya sudah melakukan upaya komunikasi yang baik ke Bupati Bengkayang dan juga lembaga legislatif, namun Pemda beralasan masih ada sengketa yang di urus di PN Bengkayang.

"Itukan tidak masuk akal, karena ini beda kasus, saya juga advokat sudah memperhitungkan ini. Ini sudah berjalan tiga bulan jangan sampai kami kehilangan kesabaran. Kami akan berikan waktu dua Minggu untuk membereskan dan sebelum tahun ini berakhir. Kita berharap proses bisa dilakukan, kita tidak main-main, " tegasnya kembali.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bengkayang, Esidorus menyatakan, DPRD sudah mendorong agar proses PAW dipercepat, hanya saja terkendala menunggu proses hukum.

"Terkendala karena karena pak Ratius Tyson gugat partai Perindo di PN. Dan batas PAW sampai Maret (6 bulan sebelum berakhir)," ucap Esidorus.

Konfirmasi terpisah. Kabag Hukum Setda Bengkayang, Suandi menjelaskan, bahwa proses verifikasi berkas PAW sudah dilakukan bersama-sama dengan pihak DPRD dalam hal ini Kabag Persidangan dan Perundang-undangan bersama staf jabatan fungsionalnya (Jafung), Asisten I, Kabag Pemerintahan, dan Kabag Hukum dan jajarannya.

“Memverifikasi syarat PAW dan waktu yang bersamaan tanggal 13 November ada gugutan dari Kuasa Hukum Zakarias, atas nama Ratius,” ucap Suandi.

Lanjut Suandi, verifikasi itu ada 19 poin yang harus dipenuhi untuk PAW. Poin 19 itu adalah tidak gugatan atau sengketa dari partai yang bersangkutan. Artinya verifikasi itu dengan surat Bupati melalui Bidang Pemerintah dikembalikan ke pimpinan DPRD untuk menyurati atau mengecek ke pengadilan apakah gugatan tanggal 13 November sudah masuk ke ranah pengadilan.

"Kalau tidak ada masalah, secara aturan sudah memenuhi, dan mereka bisa bikin surat pernyataan yang menyatakan memang tidak ada Sengketa berdasarkan poin 19 itu. Bahwa itu sudah selesai (Clear),” jelasnya.

“Kalau misalnya masih ada tanggungjawab terpenuhi bahwa memang tidak ada gugatan ini-itu maka proses verifikasi PAW bisa dilanjutkan melalui bagian Pemerintahan langsung tindak lanjut ke Gubernur, dalam hal ini Biro Pemerintahan. Itu proses tahapan-tahapannya ya, jadi dalam rapat kita kembalikan berkasnya ke pimpinan DPRD secara teknis surat menyurat melalui bagian pemerintahan,” sambungnya.

Kemudian kuasa hukum Ratius Tyson, Zakarias saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyatakan, kliennya melakukan gugatan terhadap partai Perindo berdasarkan aturan AD/ART partai.

“Bahwa DPD Partai Perindo Kabupaten Bengkayang tidak punya wewenang melakukan PAW kepada saudara Ratius. Yang berwenang itu DPP Partai Perindo, terkecuali ada surat mandat. Aturan itu tertuang dalam AD/ART Partai, itu yang menjadi dasar kami menggugat,” tutup Zakarias.(Nar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda