Bengkayang post authorKiwi 01 Desember 2020 85

Total Surat Suara Rusak Pilkada Bengkayang Mencapai 602 Lembar, KPU: 858 Surat Suara Pengganti Telah Dikirim

Photo of Total Surat Suara Rusak Pilkada Bengkayang Mencapai 602 Lembar, KPU: 858 Surat Suara Pengganti Telah Dikirim SORTIR – Ketua KPU Bengkayang, Musa Jairani bersama kepolisian dan pihak terkait saat melakukan penyortiran surat suara di gudang KPU. Dari hasil sortir ditemukan 602 lembar surat suara rusak dan 256 lembar kekurangan surat suara.

BENGKAYANG, SP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkayang masih menunggu pengiriman kekurangan surat suara untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak Bengkayang Tahun 2020.

Sebelumnya KPU telah melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara pada 28 November 2020. Dari hasil penyortiran diketahui juga terdapat ratusan surat suara yang rusak.

Ketua KPU Bengkayang, Musa Jairani menyatakan penggantian surat suara telah disampaikan kepada pemenang tander pengadaan logistik Pilkada dan telah proses kirim ke Bengkayang. Kemungkinan tiba di Kantor KPU, Selasa (1/12).

"Total surat suara yang rusak 602 dan yang kurang 256, jadi keseluruhannya sebanyak 858 surat suara. Surat suara yang rusak juga akan diganti," ucap Musa pada Suara Pemred, Senin (30/11).

Proses sortir dan pelipatan surat suara dilakukan selama empat hari sesuai dengan target yang telah ditentukan. "Dari hasil keseluruhan penyortiran sebanyak 179.453 lembar surat suara yang datang," ucap Musa.

Musa menjelaskan sesuai kebutuhan surat suara di Bengkayang berdasarkan basis Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditambah 2,5 persen dari jumlah pemilih TPS, maka dibutuhkan 179. 710 surat suara. Sementara dari hasil sortir, surat suara yang datang hanya 179.454 .

"Ada kekurangan surat suara yang datang sebanyak 256 surat suara. Sementara hasil sortir juga jumlah surat suara yang dapat digunakan atau layak sebanyak 178. 852, dan yang rusak 602," jelas Musa.

Selain itu untuk menjamin kesehatan dan terhindar dari penyebaran Covid-19 saat hari pencoblosan, KPU  Bengkayang telah melakukan rapid tes kepada penyelenggara badan ad hoc. Rapid tes dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Bengkayang sejak 23 November hingga 3 Desember 2020.

"Rapid tes bagi penyelenggara badan ad hoc masih dilakukan oleh petugas Puskesmas di masing-masing kecamatan, sementara pembiayaan dibebankan pada DIPA KPU Bengkayang yang dibayarkan ke Dinkes," ujarnya.

Pembayaran yang dilakukan meliputi jasa tenaga serta pengadaan bahan rapid tes yang proses pengadaannya dilaksanakan Dinkes sesuai perjanjian kerja sama yang telah ditanda tangani bersama oleh Kadinkes dan Sekretaris KPU Bengkayang.

Musa berharap masyarakat tidak khawatir datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 karena semua proses dan tahapan ketat protokal kesehatan Covid-19 telah dijalani.

Sementara itu, PJ Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman meminta masyarakat tidak takut dan khawatir untuk datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

Yohanes juga meminta sosialisasi ke pemilih terus dilakukan hingga hari pemungutan suara agar capaian penanganan Covid-19 berhasil juga partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 sebanyak 77,5 persen tercapai.

 “Saya kira usaha kita sudah cukup maksimal dalam penanganan ini. Pilkada kali ini sukses dan penanganan Covid-19 juga sukses," sebutnya.

KPU diminta Yohanes agar terus melakukan evaluasi. Hal yang masih lemah harus segera diperbaiki.

“Saya harap tempat lain seperti di Suti Semarang dan daerah lain juga saat pencoblosan pelaksanaanya sesuai standar," harap Yohanes. 

Yohanes juga mengimbau masyarakat Bengkayang untuk tidak takut datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya.

“Semua sudah dilakukan sesuai protokal kesehatan Covid-19 sangat ketat dilakukan. Masyarakat jangan takut datang ke TPS,” imbaunya. (nar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda