Bisnis post authorBob 13 Juli 2020 118

Kartu Prakerja Gelombang IV Siap Dibuka, Evaluasi Proses Pendaftaran

Photo of Kartu Prakerja Gelombang IV Siap Dibuka, Evaluasi Proses Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Siap Dibuka, Evaluasi Proses Pendaftaran

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahudin

“Kami dalam minggu ketiga atau atau minggu keempat akan siap melakukan pembukaan batch IV kembali setelah mendapatkan hasil verifikasi terkait pelaksanaan batch I hingga III untuk pembayaran kepada lembaga pelatihan oleh BPKP.”

JAKARTA, SP - Pemerintah menargetkan membuka pendaftaran gelombang IV program kartu prakerja pada minggu ketiga atau keempat Juli mendatang.

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahudin, mengatakan pendaftaran gelombang IV dibuka usai Manajemen Pelaksana (PMO) kartu prakerja mendapatkan hasil verifikasi pelaksanaan gelombang (batch) I hingga III yang sedang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Setelah mendapatkan hasil verifikasi, maka pemerintah akan membayar lembaga pelatihan.

"Kami dalam minggu ketiga atau atau minggu keempat akan siap melakukan pembukaan batch IV kembali setelah mendapatkan hasil verifikasi terkait pelaksanaan batch I hingga III untuk pembayaran kepada lembaga pelatihan oleh BPKP," ujarnya dalam paparan virtual, Senin (13/7).

Saat ini, pemerintah telah menyelesaikan pelaksana prakerja gelombang I hingga III. Namun, pemerintah memutuskan pembukaan gelombang IV beberapa kali.

Sejumlah alasan disampaikan oleh PMO, salah satunya karena PMO ingin mengevaluasi proses pendaftaran, seleksi, hingga penetapan peserta prakerja dengan mempertimbangkan masukan dari lembaga pengawas pemerintah dan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono, mengatakan pemerintah akan memprioritaskan peserta prakerja berdasarkan data (whitelist) yang dihimpun Kementerian Ketenagakerjaan.

"Whitelist ini isinya orang-orang yang ter-PHK, dirumahkan, dan juga pelaku UMKM yang usahanya terdampak covid-19," ucapnya.

Ia menuturkan Kementerian Ketenagakerjaan telah mengantongi data usulan peserta prakerja sebanyak kurang lebih 3 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,7 juta data sudah memiliki keterangan lengkap nama dan alamat tempat tinggal.

Data tersebut, lanjut dia, dihimpun dari Dinas Ketenagakerjaan masing-masing provinsi serta BPJS Ketenagakerjaan.

"Ini nantinya akan menjadi prioritas dalam program pekerja. Kami akan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan provinsi dan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong yang bersangkutan terdampak covid-19 ini menjadi peserta," katanya.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana, Panji Winanteya Ruki, mengatakan pendaftaran gelombang IV menunggu hasil revisi Peraturan Presiden (Perpres) 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja.

"Belum (akan dibuka). Menunggu revisi Perpres dan Permenko oleh Komite," tandasnya.
Namun, diketahui, Jokowi sendiri telah meneken revisi aturan tersebut pada 7 Juli lalu. 

19.000 Peserta Belum Dapat Insentif

Manajemen Pelaksana Program Kartu Pra Kerja menyebut sebanyak 495.000 peserta Kartu Prakerja telah menyelesaikan pelatihan. Namun dari total itu, belum semua mendapat insentif Rp600 ribu per bulan.


Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengatakan yang baru mendapat insentif sebanyak 476.000 peserta. Masih ada 19.000 peserta yang belum mendapat insentif Kartu Prakerja.

"Yang telah menyelesaikan pelatihan adalah 495.000, sedangkan yang dapat insentif sampai sore ini adalah 476.000," kata Denni saat Konferensi Pers Kartu Prakerja di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (13/7).

Meski begitu, Denni memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan proses transfer karena saat ini peserta dinilai sangat membutuhkan insentif tersebut.

"Jadi ini, setiap hari kita melakukan transfer terhadap insentif dari rekan-rekan karena di hari ini kami mengerti barang kali teman-teman semuanya mengharapkan setelah penuntasan pelatihan insentifnya kenapa belum diterima," ucapnya.

Dengan belum adanya yang menerima insentif, Denni mengaku mendapat banyak pertanyaan dari peserta melalui berbagai layanan komunikasi yang disediakan.

"Kami mendengar di berbagai saluran komunikasi yang kami buka baik itu email, Instagram, Facebook maupun lewat call center kami yang selalu dibuka Senin-Jumat yaitu pertanyaan mengenai insentif," imbuhnya. (det/lha)

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda