Google, Microsoft dan Apple Raih 50 Miliar Dolar AS: Rekor 'Gila' akibat Covid-19!

Photo of Google, Microsoft dan Apple Raih 50 Miliar Dolar AS: Rekor 'Gila' akibat Covid-19! REKOR - Pelanggan melihat komputer desktop iMac 24 baru di toko Apple di New York, AS, 21 Mei 2021. Apple, Microsoft dan pemilik Google (Alphabet Inc) mengukir keuntungan bersama 50 miliar dolar AS untuk kuartal April-Juni 2021.(AP Photo/Mark Lennihan

PANDEMI Covid-10 telah mendulang rekor keuntungan finansial bagi tiga perusahaan rakasa teknologi. Keuntungan gabungan dari Apple, Microsoft, dan Alphabet -pemilik Google- mencapai lebih 50 miliar dolar AS untuk kuartal April-Juni 2021.

Keuntungan ini menggarisbawahi bahwa pengaruh dan keberhasilan ketiga raksasa ini tak tertandingi dalam membentuk kembali cara manusia hidup di era New Normal akibat pandemi virus korona.

Keuntungan lebih besar juga sudah mengalir ke setiap perusahaan tersebut lewat nilai pasar gabungan sebesar 6,4 triliun  dolar AS. Angka ini lebih dari dua kali lipat nilai kolektif ketiganya ketika pandemi Covid-19 dimulai 16 bulan lalu.

Meskipun perusahaan-perusahaan ini menghasilkan uang dengan cara yang berbeda, dilansir Suara Pemred dari The Associated Press, Rabu, 28 Juli 2021, hasilnya berfungsi sebagai pengingat lain dari pengaruh yang mereka miliki,  dan mengapa pemerintah sebagai regulator semakin khawatir karena ketiganya sudha menjadi terlalu kuat.

Apple

Model iPhone pertama Apple yang mampu terhubung ke jaringan nirkabel 5G ultracepat terus mendorong peningkatan besar dalam pendapatan dan laba kuartalan bagi perusahaan teknologi paling berharga tersebut.

Penjualan iPhone membukukan pertumbuhan dua digit dari tahun sebelumnya untuk kuartal ketiga berturut-turut, laba,  dan pendapatan Apple untuk periode April-Juni 2021, dan dengan mudah melampaui perkiraan analis.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, AS, ini memperoleh 21,7 miliar dolar AS, atau 1,30 dolar AS per saham, hampir dua kali lipat dari laba yang diperoleh selama periode yang sama pada 2020.

 

Pendapatan melonjak 36 persen menjadi 81,4 miliar dolar AS. Tetapi dalam panggilan konferensi, Selasa,  27 Juli 2021,  dengan para analis, CEO Apple Tim Cook menyesalkan bahwa varian delta virus korona yang terus menyebar,  menimbulkan keraguan tentang bagaimana sisa tahun ini akan terungkap.  “Jalan menuju pemulihan akan berliku,” kata Cook.

Ketidakpastian itu menyebabkan Apple menunda pengembalian massal karyawan ke kantornya pada September- Oktober 2020. Namun, sebagian besar toko Apple sudah buka.

IPhone 12, yang dirilis pada musim gugur lalu, bakal  menjadi model Apple yang paling populer dalam beberapa tahun mendatang, terutama karena ini adalah yang pertama bekerja di jaringan 5G yang masih dibangun di seluruh dunia.

Penjualan iPhone Apple mencapai hampir 40 miliar dolar AS selama kuartal terakhir, dan naik 50 persen dari tahun lalu. Divisi layanan Apple, titik fokus dari uji coba profil tinggi seputar komisi yang dikumpulkannya dari aplikasi iPhone, melihat bahwa pendapatannya  naik 33 persen dari tahun lalu,  menjadi 17,5 miliar dolar AS.

Keputusan yang berpotensi mengubah permainan dari uji coba yang selesai pada Mei 2021 diharapkan akhir musim panas ini. 

Di antara tantangan Apple yang akan datang adalah apakah kekurangan chip komputer dan bagian penting lainnya. Ini  akan memaksanya untuk menunda iPhone berikutnya pada tahun ini, seperti yang terjadi pada tahun lalu.

Sementara Apple memperkirakan pendapatan akan naik 10 persen pada kuartal saat ini, Apple sendiri kemungkinan akan lebih kesulitan mendapatkan suku cadang untuk iPhone dan iPad dalam beberapa bulan mendatang.  

Para eksekutif mengabaikan pertanyaan tentang kemungkinan penundaan iPhone lainnya.

Alfabet 

Penghasilan Google meningkat tajam selama periode 2020, ketika pandemi mulai menggigit belanja konsumen dan mitranya di periklanan.

Tapi sekarang, vaksin telah memungkinkan orang untuk melepaskan belenggu pandemi,  dan berbelanja secara royal lagi.  Sebagian besar dari permintaan terpendam akibat pembatasan-pembatasan terkait pencegahan penularan virus korona telah mendorong pengiklan untuk membelanjakan lebih banyak.  

Sebagian besar pengiklan memilih Google dan induk perusahaannya, Alphabet Inc. Didukung oleh Google, Alphabet memperoleh 18,53 miliar dolar AS, atau 27,26 dolar AS per saham selama kuartal tersebut.

Angka ini meningkat hampir tiga kali lipat dari pendapatan tahun lalu sebesar 6,96 miliar dolar AS, atau 10,13 dolar AS per saham.  Pendapatan iklan Google melonjak 69 persen  menjadi 50,44 miliar dolar AS.

Hal ini, menurut  CEO Google Sundar Pichai, disebut akibat terjadinya ‘kenaikan gelombang’ terkait aktivitas online di antara konsumen dan pebisnis. Ritel bersama dengan iklan perjalanan dan hiburan, adalah kontributor terbesar untuk peningkatan pendapatan, menurut pernyataan perusahaan itu.

Total pendapatan melonjak 62 persen dari tahun lalu menjadi 61,88 miliar dolar AS.  Pendapatan ini, setelah dikurangi biaya perolehan lalu lintas (TAC) menjadi 50,95 miliar dolar AS. 

Pendapatan selama kuartal April-Juni 2021 terlihat sangat kuat sejak terjadinya penurunan pada 2020 sehingga memaksa Google untuk melaporkan penurunan pertamanya dalam pendapatan iklan kuartalan dari tahun sebelumnya. 

Analis mengharapkan Alphabet memperoleh 19,24 dolar AS per saham dengan pendapatan 56,2 miliar, dolar AS, dan 46,2 miliar dolar AS setelah dikurangi TAC.

Saham Alphabet melonjak 135 dolar AS atau 5,1 persen, menjadi 2,773 dolar AS dalam perdagangan after-hours setelah hasilnya.

Microsoft 

Microsoft pada Selasa lalu melaporkan laba fiskal kuartal keempat sebesar 16,5 miliar dolar AS, naik 47 persen dari periode yang sama tahun lalu. Laba bersih 2,17 dolar AS per saham telah mengalahkan ekspektasi analisis di Wall Street.

Pendapatan dari pembuat perangkat lunak ini juga melampaui perkiraan dengan membukukan pendapatan 46,2 miliar dolar AS pada kuartal yang berakhir pada 30 Juni 2021, dan meningkat 21 persen dibandingkan waktu yang sama pada 2020. 

Analis mengharapkan bahwa Microsoft mendapatkan  1,91 dolar AS per saham untuk kuartal April-Juni 2021, dengan pendapatan 44,1 miliar dolar AS.

Keuntungan Microsoft telah melonjak selama pandemi virus korona, berkat permintaan yang berkelanjutan untuk perangkat lunak dan layanan komputasi awan terkait pekerjaan jarak jauh dan belajar.  

Setelah penurunan awal dalam perdagangan setelah jam kerja, saham perusahaan kemudian pulih dan naik kurang dari satu persen. 

Pertumbuhan penjualan layanan cloud Microsoft (yang bersaing dengan Amazon dan perusahaan lain serta alat produktivitas Office untuk menangani dokumen kerja dan email) telah melampaui pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan.

Pilar historis perusahaan — komputasi pribadi — tumbuh hanya sembilan persen pada kuartal tersebut. Microsoft mencatat bahwa masalah pasokan memengaruhi divisi komputasi pribadinya, termasuk untuk produk Surface dan Windows.

Perusahaan tersebut belum lama ini meluncurkan generasi Windows berikutnya, yang disebut Windows 11, pembaruan besar pertama dalam enam tahun. Ini akan tersedia pada akhir 2021.*** 

 

Sumber: The Associated Press

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda