Finance post authorBob 11 Januari 2021 119

Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air, Jasa Raharja Siap Beri Klaim Asuransi

Photo of Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air, Jasa Raharja Siap Beri Klaim Asuransi Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air, Jasa Raharja Siap Beri Klaim Asuransi

JAKARTA, SP - PT Jasa Raharja siap memberikan santunan duka maupun klaim asuransi kepada para keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJY182 dalam penerbangan rute Jakarta tujuan Pontianak.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo menyampaikan bahwa Jasa Raharja telah melakukan kordinasi dgn pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Basarnas, Airnav, Sriwijaya Air dan instansi terkait lainnya serta menyiagakan seluruh personil Jasa Raharja di posko-posko yang dibentuk oleh pemerintah pada Bandara Soekarno-Hatta, Basarnas dan Bandara Supadio-Pontianak.

"Jasa Raharja terus berkordinasi dengan pihak berwenang serta terus memantau perkembangan terkini dalam penanganan peristiwa tersebut. Dan kita tentu berharap dan mendoakan yang terbaik," ujar Budi Rahardjo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (10/1/2020).

Sebagai informasi, berdasarkan UU No 33 tahun 1964 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 15 tahun 2017, bagi korban meninggal dunia kecelakaan pesawat, maka Jasa Raharja menyerahkan hak santunan sebesar Rp50 juta, dan dalam hal korban luka-luka, Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan Rumah maksimal Rp25 juta.

Sedangkan berdasarkan Permenhub No PM 77/Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, korban jiwa karena kecelakaan pesawat mendapatkan santunan Rp1,25 miliar.
Saat ini, para keluarga korban bisa mendatangi posko yang dibuka di pintu Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dan untuk mendapatkan informasi terkait penumpang bisa didapat dari Sriwijaya Air menghubungi kontak berikut 021-80637817.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.

"Kita berharap dengan sangat seluruh penumpang bisa ditemukan dan semoga masih ada yang selamat. Kecelakaan ini merupakan kado terburuk di sektor transportasi udara, di awal tahun 2021," ujar Tulus di Jakarta, Minggu (10/1/2020).
Terhadap kecelakaan ini, YLKI meminta dengan sangat Kemenhub dan KNKT untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan dari hilir hingga hulu. YLKI juga meminta Kemenhub untuk meningkatkan pengawasan yang lebih ketat kepada semua maskapai udara, guna menjamin aspek keselamatan penerbangan secara keseluruhan, dan khususnya perlindungan konsumen jasa penerbangan.

Pada konteks UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, kecelakaan ini merupakan bentuk pelanggaran terberat pemenuhan hak-hak konsumen jasa penerbangan. "Sebagai penumpang pesawat, konsumen mempunyai hak atas keselamatan, keamanan dan kenyamanan; selama menggunakan jasa penerbangan," tambahnya.
YLKI juga meminta manajemen maskapai Sriwijaya dan juga Kemenhub untuk menjamin secara penuh hak-hak keperdataan konsumen yang menjadi korban kecelakaan tersebut, baik secara materiil maupun immateriil.

"Sebagaimana dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen, sebagai penumpang, konsumen mempunyai hak atas kompensasi dan ganti rugi saat menggunakan produk barang dan atau jasa, dalam hal ini jasa penerbangan," pungkasnya. (snd)

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda