Gaya Hidup post authorKiwi 02 Februari 2021 257

Perlakuan Khusus Doa dan Salawat Iringi Panen Ikan Arwana

Photo of Perlakuan Khusus Doa dan Salawat Iringi Panen Ikan Arwana PANEN - Proses panen ikan Arwana yang memerlukan keahlian khusus di kolam milik Ade Munawir. SUARA PEMRED/DINO

Sejak pagi, peralatan panen seperti jaring hingga tabung oksigen dipersiapkan. Warga satu persatu mulai berdatangan ke kolam budidaya ikan arwana milik Ade Munawir di Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu, belum lama ini.

Usai peralatan dipastikan bisa digunakan, mereka kemudian memanjat doa bersama, berharap proses panen ikan arwana berjalan lancar. Hal serupa terlihat saat jaring mulai menjejaki air kolam. Kalimat salawat tak henti diucapkan sepanjang proses panen.

"Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad," berkali-kali diucapkan saat pengeluaran anakan Arwana dari mulut pejantan.

Pembudidaya Arwana, Ade Munawir mengatakan, doa dan salawat yang selalu mengiringi proses panen arwana merupakan bagian dari rasa syukur. Dengan demikian diharapkan proses panen bisa berjalan lancar dan rejeki semakin bertambah.

"Kita tentu bersyukur dengan panen arwana, tentu ini merupakan rejeki yang wajib disyukuri," ucapnya.

Ia menyebutkan, proses panen memerlukan orang yang telah ahli untuk melihat ikan yang membawa telur. Sehingga tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan. Pengeluaran anakan dari mulut pejantan juga memerlukan keahlian khusus.

"Jadi harus orang yang sudah ahli dan berpengalaman," katanya.

Pemeliharaan ikan arwana pada kolam juga harus memperhatikan kondisi lumpur. Karena kolam arwana tidak bisa banyak lumpur. Proses kawin hingga panen membutuhkan 60 hari hingga anakan arwana tidak lagi menggantung telur.

"Kalau yang 40 hari itu masih gantung telurnya, untuk menjadi indukan minimal usia ikan 2,5 tahun dengan ukuran kurang lebih 45 sentimeter," jelasnya.

Kolam budidaya miliknya rata-rata usia indukan dari 2,5 hingga 15 tahun. Satu petakan kolam bisa diisi sembilan hingga lima belas ikan arwana. Perbandingan jantan dan betina dalam satu kolam biasanya 2 berbanding 1.

Dijelaskannya, untuk melihat ikan arwana yang mengandung telur pada saat pemberian makan. Saat ikan membawa telur maka tidak akan makan. Sehingga bisa di pastikan saat ikan tidak makan sedang membawa telur.

"Dari betina mengeluarkan telur kemudian di erami jantan di dalam mulut," kata Ade Munawir.

Faktor cuaca dan tingkat keasaman air juga mempengaruhi waktu bertelur ikan arwana. Satu indukan arwana bisa sampai membawa 60 anakan. Namun jumlah tersebut tidak pasti tergantung kondisi ikan.

"Saya membudidaya ikan arwana mulai dari 2008, musim Covid-19 ini harga fluktuatif turun naik," ungkapnya.

Menurutnya, kesulitan budidaya arwana kini menghadapi masalah pakan. Karena ikan dan kodok hingga saat sekarang susah didapatkan. Sehingga harga kodok melambung tinggi dan harus dikirim dari Kota Pontianak.

Keberadaan kolam pembudidayaan ikan arwana juga harus memperhatikan kondisi lingkungan. Karena sekitar kolam tidak boleh ada limbah dan zat kimia. Seperti pada lingkungan pemukiman penduduk dan kebun.

"Jadi kolam harus harus bersih dan steril, selain itu juga harus ada sumber air, kunci berhasilnya satu kolam tergantung air," tutupnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda