Gaya Hidup post authorPatrick Waraney 14 Januari 2021 8,468

North Face, Jaket Paling Tren Sejagat yang Picu Kejahatan

Photo of North Face, Jaket Paling Tren Sejagat yang Picu Kejahatan Kendall Jenner di New York, AS, mengenakan jaket 'puffer' merek North Face dan sepatu bot Dr Marten.(Foto: footwearnews)

JAKET jenis puffer merek North Face menjadi gaya jalanan kalangan selebriti sepanjang 2020 dan diprediksi bertahan hingga 2021 ini. Tren TikTok Selebritas dan efek pandemi Covid-19 memicu peningkatan 400 persen penjualan jaket ini di kalangan kaum muda perkotaan.

Di negara-negara subtropis, tren jaket ini selama musim dingin terasa sangat mencolok. Di jalan-jalan di Amerika Serikat, jaket puffer North Face sudah mewarnai tren jaket yang bertahan hingga tahun ini. Jaket ini juga dipakai kalangan model, mulai dari Emily Ratajkowski hingga Kendall Jenner.

Dilansir situs berita The Guardian, Minggu (10/1), di kios-kios busana bekas, jaket ini laris-manis dibeli oleh anak muda karena harganya yang terjangkau. Di situs aplikasi barang bekas paling populer di AS yakni Depop, omzet penjualan untuk jaket puffer North Face naik hingga 500 persen dalam empat bulan terakhir. Di eBay, seseorang tercatat menelusuri The North Face setiap tiga detik pada Juli- Desember 2020, sementara toko vintage Beyond Retro melaporkan peningkatan penjualan item The North Face sebesar 315 persen. 

Jaket ini dianggap sebagai wujud kerinduan dari   masa keemasan mengenakan mantel yang berfungsi ganda sebagai selimut. Selain kualitas, The North Face memiliki silsilah mode. Jenis The Nupste dari North Face yang diluncurkan pada 2018 dipakai oleh para selebriti sekelas Kanye West.

Pekan  ini, merek tersebut berkolaborasi dengan Gucci. Iklannya menampilkan The North Face dan Gucci monogram puffer, dengan video yang menampilkan pendaki, seniman grafiti, dan desainer eksentrik merek tersebut, yakni Alessando Michele.

Kolaborasi sudah tidak asing lagi bagi penggemar  North Face, dan inilah bagian dari daya tarik persilangannya. Produsennya yang berdiri pada 1996 di San Francisco, AS,  sekarang ini dimiliki oleh VF Corporation, dan telah berkolaborasi dengan raksasa streetwear Supreme sejak tahun 2007.  

Dukungan dari model-model seperti Hadid, Bieber dan Jenner - dengan pengikut Instagram mereka yang besar - sangat mempengaruhi kaum muda untuk membeli  North Face daripada buatan kolaborasi para desainer. 

Peter Semple, kepala pemasaran di Depop memuji media sosial. "Dari November hingga Desember, kami melihat penelusuran 20 kali lebih banyak untuk Brown North Face Puffer, bertepatan dengan popularitasnya baru-baru ini di TikTok.Tren TikTok ini dapat ditelusuri kembali ke Jenner yang mengenakan puffer North Face berwarna coklat di musim dingin 2019.

Jaket ini sekarang sangat sulit didapat sehingga harganya bisa mencapai lebih dari £ 400 di aplikasi," katanya. Remaja yang mengenakan jaket  North Face berarti berpotensi menjadi item kontroversial bagi kalangan dewasa. Seperti yang terjadi di AS pada dekade 1990-an ketika jaket itu menjadi sangat berharga karena harganya sangat mahal sehingga memicu kejahatan.

Berbicara kepada The Cut pada  2018, kolektor  North Face Joey Ones menyatakan bahwa anak muda secara teratur mengutil jaket merek tersebut pada dekade 1990-an, dan terkadang menjualnya kembali.

Kejahatan serupa telah dilaporkan di Korea Selatan.  Sangat populer di kalangan siswa sekolah menengah di tahun 90-an, item  North Face disebut pemecah tulang punggung oleh orang tua di Korsel karena harga tingginya mematahkan tulang punggung keuangan mereka.

Ini menjadi berita utama internasional pada 2012, ketika tulisan di sebuah blog yang beredar luas mengungkapkan bagaimana  anak-anak sekolah dipaksa oleh sesama temannya yang berkuasa untuk membeli jaket bekas mereka untuk mendanai pembelian jaket yang lebih mahal. Akibatnya, sejumlah siswa dipergoki melakukan perampokan untuk mengumpulkan dana membeli jaket North Face. Status yang muncul saat memakainya sangat menggoda.(001)  

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda