Gaya Hidup post authorPatrick Sorongan 30 September 2021

Saluki, Anjing Handramaut: Ribuan Tahun Disayang Pribumi Jazirah Arab

Photo of Saluki, Anjing Handramaut: Ribuan Tahun Disayang Pribumi Jazirah Arab SALUKI - Selama ribuan tahun, anjing endemik Arab: Saluki, menjadi teman yang disayang oleh warga asli Jazirah Arab karena setia. Saluki dikenal sebagai teman dan penjaga yang baik dalam kehidupan keseharian mereka. (Photo: Abu Dhabi Culture)

SALUKI adalah jenis anjing yang disayang karena telah menemani dan menjaga kehidupan warga asli Jazirah Arab khususnya orang-orang gurun.  Anjing endemik Arab ini juga menjadi idola tua dan muda termasuk anak-anak.

Saluki dilombakan selama ratusan tahun di ajang balap anjing secara bergilir di negara-negara Teluk Arab. Balap Anjing Saluki merupakan ajang tahunan yang sangat dinanti. 

Berhadiah hingga 40 ribu dolar bagi juara pertama, penyerahan hadiahnya pun berlangsung peuh gelak tawa: Anjing pemenang akan diarak bersama anjing-anjing peserta lainnya untuk berkeliling stadion.

Saluki adalah jenis anjing berkaki panjang, tubuh ramping, dan terkadang telinga berbulu. Tidak hanya dianggap sebagai anjing cantik, Saluki juga adalah pemburu yang terampil. Dilansir Suara Pemred dari Euro News, 24 April 2020, nenek moyang Saluki diyakini berasal dari Mesir kuno.

Hal ini tercermin lewat karya-karya seni Kerajaan Mesir yang diawetkan. Jenis anjing yang disayang karena setia ini pun ditemukan dalam ukiran-ukiran dan lukisan-lukisan kuno.

Berasal dari Handramaut, Yaman 

Selain pintar, dilansir dari Abu Dhabi Culture, anjing pintar yang mampu bergerak hingga kecepatan maksimum  75 kilometer per jam ini telah menjadi anjing pemburu, pendamping, dan penjaga yang sangat disayang oleh orang-orang gurun atau Badui di Jazirah Arab.  

Sejak didomestikasi lebih dari 5.000 tahun lalu, kecepatan, kecerdasan, dan kesetiaan Saluki telah membuatnya  sangat dicintai oleh orang Badui alias Bedoin.

Selama ribuan tahun, Saluki melayani keseharian hidup mereka di padang gurun yang gersang, panas, dan kejam. 

Nama trah dari anjing ini berasal dari Kota Saluk di wilayah Hadramout, Yaman, tempat anjing ini pertama kali dijinakkan, atau dari suku 'Bani Saluk' di Yaman, yang mungkin merupakan suku pertama yang menjinakkan trah ini. 

Dapat mempertahankan kecepatan ini pada jarak yang diperpanjang hingga tiga mil, Saluki dewasa memiliki berat sekitar 26 kilogram,  dan dicirikan sebagai bertubuh panjang dan sempit, beralis tinggi, dan berdada rata dan tinggi.  

Saluki  memiliki mulut dan telinga berbentuk persegi panjang yang panjang dan lebar. Ada dua jenis anjing pemburu Saluki Arab: Al Hoss dan Aryash. Al Hoss memiliki bulu berwarna terang di seluruh tubuhnya, sedangkan Aryash ditandai dengan bulunya yang tebal.  

Dibesarkan Bersama Elang

Kecepatan dan stamina anjing Saluki menjadikannya sebagai anjing pemburu yang sangat baik, dan hewan yang menarik untuk balapan. 

Anjing pemburu sering digunakan sebagai bagian dari perburuan elang.  Saluki yang bergabung dengan pesta berburu ini,  dibesarkan dari anak anjing yang berhubungan dengan elang, untuk melatih mereka bekerja sama selama berburu. 

Saluki penting selama perburuan, karena  dapat mengambil mangsa yang telah dilukai oleh elang, tetapi bersembunyi di antara semak-semak, rerumputan tinggi, atau semak belukar lainnya.  

Demikian pula, elang dan Saluki bekerja sama untuk menangkap mangsa yang mungkin bersembunyi. Burung itu mencari mangsa dari udara, menunjukkan kepada Saluki ke mana harus pergi untuk menangkapnya.  

Dipraktekkan di Jazirah Arab selama ratusan tahun, balap anjing Saluki terus berlanjut hingga hari ini, dan menciptakan hiburan yang menarik. Apalagi, anjing ini juga ada yang kepalanya mentgenakan kaffiyeh, kain penutup kepala tradisional lelaki Arab.

 

Balapan diadakan selama festival warisan turun-temrun orang Arab, warisan lainnya, dan acara klub olahraga. 

Memilih Anjing di Arabian Saluki Centre

Penggemar anjing Saluki di negara-negara Teluk Arab dapat mencarinya di lokasi khusus anjing jenis ini yang sangat terkenal di Jazirah Arab, yakni Arabian Saluki Center di Abu Dhabi.

Didirikan pada  2001 di Abu Dhabi, Arabian Saluki Centre menyediakan sumber daya bagi pemilik Saluki, termasuk perawatan medis, pelatihan, pembiakan, pendaftaran hewan, dan asrama.

Lokasi ini menyelenggarakan Kompetisi Kecantikan Saluki Arab tahunan, pertunjukan anjing yang berbeda dari kompetisi Barat dengan fokusnya bukan pada penampilan, tetapi pada karakter, kecerdasan, dan keterampilan anjing di berbagai bidang, seperti berburu dan menjaga.

Secara tradisional, sebagaimana dilansir dari National News, Saluki  dilatih untuk melacak kelinci di negara-negara Teluk Arab.  Tetapi dalam beberapa dekade terakhir, Saluki  telah menjadi pembalap yang kompetitif.


Keturunan Saluki telah menyebar ke wilayah Bulan Sabit Subur, sebuah busur tanah dari Mesir saat ini ke Irak, kemudian ke Semenanjung Arab sebelum mencapai Eropa,  dan seterusnya pada medio dekade 1800-an.

Di seluruh dunia, anjing berevolusi menjadi hewan peliharaan keluarga yang lembut dan berdedikasi.

Di negara-negara Teluk Arab,  anjing-anjing termasuk jenis Saluki telah memenuhi keinginan nalurinya: Berlari bebas, baik sebagai anjing pemburu maupun di trek balap.

Menggaruk setelah Diberi Hadiah

Kejuaraan Saluki 2020 yang diikuti 60 finalis dari ratusan calon, misalnya, berhasil lolos ke babak final pada Februari. Dalam acara terakhir musim balap anjing di Dubai ini, setiap pesaing berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. 

Untuk tampilan terbaik dari aksi tersebut, para penggemar berkendara di samping anjing-anjing, Hadiah uang bisa mencapai hingga 40 ribu dolar AS sehingga bukanlah tugas yang mudah menurut beberapa pelatih.

“Pekerjaan ini, bukan sesuatu yang bisa dilakukan dalam satu hari atau satu malam,” kata pelatih Saujki dari Emirat, Marwan Al Sabousi, yang memiliki sekitar 30 Saluki yang dilatihnya di seluruh wilayah.

“Saya memiliki sebuah peternakan di Turki, sayasatu lagi di Suriah, dan saya melatih mereka,  dan saya memilih yang terbaik dari mereka," lanjutnya.

Sejumlah metode tradisional dan modern digunakan untuk melindungi, dan juga memberi insentif, balap Saluki. 

Pewarna henna mengeras dan memberikan bantalan ekstra pada cakar, saat Saluki  berlari di sekitar trek pasir kasar.

Dan untuk menarik anjing agar berlari lebih cepat pada lomba tahun 2020, sebuah robot berbentuk rusa dikerahkan untuk pertama kalinya dalam 13 tahun sejarah perlombaan ini.

Kombinasi kulit binatang asli dan ekor yang berputar dari ror rusa, mendorong anjing-anjing ini untuk mendekati dengan cara berlari melampaui kemampuan terbaiknya. 

“Ketika [umpan mekanis] terlihat lebih dekat seperti rusa yang hidup, hal itu lebih mempengaruhi Saluki - untuk lebih banyak motivasi,” jelas Mosalem Al Amri, anggota komite Saluki di Hamdan bin Mohammed Heritage Centre.*** 

 

Sumber: Euro News, Arabian Saluki Centre    

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda