Info Anda post authorBob 08 Mei 2022

Deteksi Dini Hepatitis Misteriuspada Anak, Orang Tua Diimbau Lakukan Enam Tindakan Pencegahan

Photo of Deteksi Dini Hepatitis Misteriuspada Anak, Orang Tua Diimbau Lakukan Enam Tindakan Pencegahan CUCI TANGAN - Mencuci tangan dianjurkan untuk mencegah hepatitis pada anak. Saat ini sebanyak tiga orang anak Indonesia meninggal diduga akibat hepatitis misterius yang belum diketahui penyebabnya.  iStockphoto/Choreograph

Penyakit hepatitis misterius yang menular lewat pencernaan dan saluran pernapasan tengah melanda dunia. Di Indonesia, penyakit ini ini dilaporkan telah menyerang tiga anak hingga meninggal dunia.

Kecurigaan ini muncul sebab sejak 15 April 2022 lalu, dunia dikejutkan dengan penyebaran kasus hepatitis akut di sejumlah negara.Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini sedang melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab penyakit tersebut.

Melihat hal ini, orang tua tentu perlu waspada dan mencegah hepatitis menular pada anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Instagram-nya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan berhati-hati.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Hanifah Oswari menyebut dugaan awal penyebab penyakit ini adalah Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV, dan lain-lain.

Hanifah menyarankan para orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan sejumlah tindakan pencegahan. Langkah awal mencegah hepatitis adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang," kata Hanifah Oswari dalam keterangan resmi, Kamis (5/5).

"Tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain, serta menghindari kontak anak-anak dari orang sakit agar tetap sehat," tambahnya.

Selain itu, mencegah penularan hepatitis misterius melalui saluran pernapasan bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

Setidaknya ada enamcara mencegah hepatitis pada anak yang disarankan IDAI. Pertama, mencuci tangan. Sejak pandemi Covid-19, mencuci tangan jadi salah satu protokol kesehatan yang wajib diaplikasikan selain mengenakan masker dan menjaga jarak. Kebiasaan baik ini sebaiknya dilanjutkan demi mencegah penularan kuman atau virus penyebab hepatitis.

Tanpa disadari, tangan adalah 'sarana transportasi' berbagai kuman penyakit. Lewat tangan, kuman bisa berpindah ke mata, hidung, mulut.

Kedua, minum air bersih dan matang. Air bisa tercemar kuman penyebab penyakit termasuk hepatitis. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), umumnya virus penyebab hepatitis E ditemukan pada air yang terkontaminasi.

IDAI pun menyarankan agar air yang dikonsumsi dalam kondisi bersih dan matang. Matang di sini berarti air sudah dimasak hingga mendidih sehingga kuman dalam air mati. Air pun aman dikonsumsi.

Ketiga, konsumsi makanan yang bersih dan matang penuh. Virus penyebab hepatitis bisa menular lewat konsumsi makanan yang tercemar virus. Mengutip laman resmi WHO, virus hepatitis A kebanyakan ditularkan lewat mulut.

Orang yang mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi feses dari orang yang terinfeksi akan tertular hepatitis. Kadang tak hanya makanannya yang membawa virus tetapi makan dalam kondisi tangan kotor.Selain mencuci tangan sebelum makan, pastikan makanan dalam kondisi bersih dan matang sebelum dikonsumsi.

Keempat, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya. Tinja atau popok sekali pakai wajib dibuang pada tempatnya. Langkah ini demi menjaga agar lingkungan tidak tercemar feses dan urine. Beberapa virus penyebab hepatitis menular lewat kontak dengan feses dan urine orang yang terinfeksi.

Kelima, menggunakan alat makan sendiri-sendiri. Sebagai cara mencegah hepatitis pada anak, sebaiknya alat makan anak dipisah dari orang dewasa di sekitarnya.Virus penyebab hepatitis bisa menular lewat mulut di mana orang yang terinfeksi lupa mencuci tangan setelah dari toilet lalu makan dengan alat makan orang lain.

Terakhir, memakai masker dan menjaga jarak. Para ahli sempat curiga hepatitis akut ini berkaitan dengan Covid-19. Meski ini belum sepenuhnya terbukti, tetapi IDAI tetap mendorong orang tua agar tetap memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.Anak-anak perlu diingatkan untuk mengenakan masker dan menjaga jarak.

Gejala Hepatitis Misterius

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Hanifah Oswari menjelaskan secara umum gejala awal penyakit hepatitis misterius adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.Gejala kemudian akan semakin berat, seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan buang air besar (BAB) berwarna gelap.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala-gejala tersebut.

"Bawa lah anak-anak kita ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan," ujar Hanifah.

"Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelamatkannya sangat kecil," imbuhnya.(cnn)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda