Info Anda post authorBob 08 Mei 2022

Kemenkes Perkuat Fasyankes Hadapi Hepatitis Misterius Pada Anak

Photo of Kemenkes Perkuat Fasyankes Hadapi Hepatitis Misterius Pada Anak Kemenkes Perkuat Fasyankes Hadapi Hepatitis Misterius Pada Anak

JAKARTA, SP - Kementerian Kesehatan RI memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan untuk menghadapi kasus hepatitis akut bergejala berat yang belum diketahui penyebabnya pada anak.

"Penguatan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dengan adanya rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus hepatitis akut yang berat seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta," kata Siti Nadia Tarmizi, Jumat (6/5/2022).

Ia mengatakan upaya memperkuat fasyankes di seluruh daerah merupakan langkah strategis pemerintah untuk mencegah penyebaran kasus hepatitis akut.

"Termasuk pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis pasti terkait penyebab hepatitis akut berat ini," katanya.

Kementerian Kesehatan telah menunjuk Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen hepatitis akut.

Selain itu, Kemenkes juga telah mengirimkan surat kewaspadaan kepada Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota yakni Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

Menurut Nadia diperlukan upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian infeksi hepatitis akut pada anak. Harapannya, setiap kasus yang memiliki gejala serupa dengan hepatitis akut misterius segera dilaporkan.

Lead Scientist kasus hepatitis akut Hanifa Oswari mengatakan masyarakat harus waspada, namun jangan panik dalam menghadapi hepatitis misterius.

"Kalau sakit, terutama ada gejala saluran cerna, seperti mual, muntah, diare, sakit perut dengan demam ringan, hati-hati ini bisa mengarah ke alergi berat," katanya.

Masyarakat dengan gejala tersebut diimbau segera meminta pertolongan medis untuk mengetahui apakah perlu pemeriksaan lebih lanjut atau tidak, sehingga tim medis bisa menemukan kasus sedini mungkin dan ditangani optimal.

"Kemenkes dan jajaran serta para ahli sudah dikerahkan untuk bisa memecahkan masalah ini bersama-sama," katanya.

Sebelumnya pada 23 April 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait kasus hepatitis akut yang menjangkiti 169 anak di 12 negara.

Kemudian pada 1 Mei 2022, WHO mencatat kasus serupa sudah bertambah menjadi 228 kasus yang tersebar di 20 negara, dengan lebih dari 50 kasus tambahan yang masih dalam proses investigasi.

Kasus hepatitis ini dilaporkan menyerang anak-anak usia satu bulan hingga 16 tahun, serta dapat menimbulkan kematian dengan penyebab yang belum diketahui.

Dugaan kasus serupa juga telah ditemukan di Indonesia. Pada 1 Mei 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan ada 3 pasien anak di wilayah Jakarta yang meninggal dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. (ant)

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda