Info Anda post authorKiwi 25 Juni 2022

Os! Irjen Polisi (Purn) Didi Haryono Kandidat Tunggal Ketua KKI Kalbar!

Photo of Os! Irjen Polisi (Purn) Didi Haryono Kandidat Tunggal Ketua KKI Kalbar!

IRJEN Polisi (Purn) Didi Haryono menjadi kandidat tunggal sebagai Ketua Kushin Ryu M Karate - Do Indonesia (KKI) Kalimantan Barat (Kalbar) masa bakti 2022-2026.

Mantan Kapolda Kalbar yang kini menjabat Komisaris Utama Bank Kalbar ini dianggap sangat memenuhi kriteria sebagai 'nahkoda' KKI Kalbar, sebagaimana hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) KKI Kalbar 2022 di Pontianak, Ibukota Kalbar, Sabtu, 25 Juni 2022.

Hanya saja, Irjen (Purn) Didi Haryono ketika dihubungi Suara Pemred di Jakarta, belum bisa berkomentar terkait jabatan barunya di cabang olah raga karate tersebut.

Atlet judo dan mantan Analisis Kebijakan Utama Itwasum Polri ini, Sabtu sore itu juga masih lelah, karena baru saja tiba di Jakarta, setelah dua hari berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Selama di Lombok, Irjen (Purn) Didi Hareyono memimpin Rapat Kerja Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK-BPDSI ) Wilayah Jawa dan Kalimantan, di mana dirinya menjabat sebagai ketua untuk periode 2020-2023.

Sementara itu, Edy Pangaribuan, pengurus DPP KKI menilai, tak masalah jika Musprov KKI Kalbar 2022 hanya mengajukan Irjen Pol (Purn) Didi Haryono sebagai ketua.

"Tidak masalah. Sepanjang calon ketuanya bersedia, berarti yang bersangkutan sudah punya pertimbangan yang matang," katanya di sela Musprov KKI Kalbar 2022.

Dengan demikian, menurut Pangaribuan yang juga Kepala Bidang Organisasi DPP Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), tinggal dilihat bagaimana nanti pelaksanaannya.

"Jadi, ketua terpilih bisa saling bersinergi dengan seluruh anggota, atau penggurus KKI Kalbar," tambahnya.

Senada itu, Sekretaris Umum Pengprov KKI Kalbar Ahmad Norman menyatakan, musprov tersebut seharusnya dilakukan pada 2021, tapi belakangan digeser pada 2022, akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Mengenai hanya diajukan satu kandidat tersebut menurut Norman, ini karena untuk membawa KKI Kalbar menjadi lebih baik ke depan, maka Irjen Polisi (Purn) Didi Haryono adalah yang paling tepat.

KKI Kalbar membutuhkan seorang sosok pemimpin yang paling tepat untuk membina olah raga karate tersebut.

"Kita harapkan, ada atlet-atlet KKI Kalbar yang bisa berpestasi di ajang-ajang nasional, bahkan kalau perlu, internasional, termasuk untuk PON 2024. Jadi, harus ada pemimpin yang memiliki kriteria seperti Pak Didi, apalagi Beliau sudah memiliki pengalaman nasional dan internasional," tambahnya.

Menurut Norman, pilihan terhadap Irjen Polisi (Purn) Didi Haryono, juga berdasarkan restu dari Ketua Dewan Pembina KKI Kalbar, Oesman Sapta Odang, yang populer dipanggil OSO, sesuai singkatan namanya.

"Beliau memang 'KKI asli', yang sudah menjajal organisasi ini sejak tahun 1970-an. Jadi, Beliau berharap ada pemimpin yang layak untuk kelak mengetuai KKI Kalbar," tambahnya.

Terkait target-target KKI Kalbar ke depan, lanjut Norman, adalah, pertama, pembinaan atlet. Itu sebabnya segera digelar pelatihan untuk atlet (trainer on the trainer).

"Pelatihan ini penting. Target kedua adalah pelatihan untuk wasit juri, karena perannya bisa mempengaruhi prestasi atlet. Makanya, kita akan melakukan pelatihan wasit juri di Kalimantan Barat," jelas Norman.

Ditambahkan, Pengrov KKI Kalbar juga selama ini terbentur dengan masalah tak tersedianya tempat latihan internal yang layak.

Selama ini pelatihan untuk atlet KKI lebih banyak digelar di sasana milik Kejaksaan Tinggi (Kejati Kalbar) di Pontianak.

Atlet KKI untuk Pekerjaan di Pidsus dan Pidum Kejaksaan

Sementara itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Sugeng Purnomo, SH, M. Hum dalam sambutannya atas nama Kajati Kalbar, menyatakan bahwa pihak kejaksaan juga memprioritaskan penerimaan ASN dari kalangan atlet karate, termasuk dari KKI.

Ketika dikonformasi Suara Pemred, Purnomo menyatakan bahwa atlet-atlet ini sangat penting di jajaran kejaksaan untuk pengawalan di bidang tindak pidana khusus (pidsus) dan pidana umum (pidum).

"Terutama untuk pengawalan tahanan, wajib itu bagi yang punya kemampuan bela diri. Ini syarat utama yang sudah diberlakukan bertahun-tahun. Syaratnya, mereka harus memiliki sertifikasi dan bukti prestasi dari cabang-cabang karate itu," katanya.

Sekaligus Bapak Angkat KKI Kalbar

Sementara itu, Dian Eka, Ketua Pengcab KKI Kota Pontianak mengakui, permasalahan utama di KKI Kalbar adalah bagaimana menginplementasikan cara berorganisasi yang baik.

"Ini susbtasinya. Jadi, selama ini, sebagian besar masih secara tradisional dalam mengelola olahraga di KKI. Sekarang, selain membina atlet di KKI Pontianak, tinggal bagaimana KKI menjalankan amanah dari adik-adik atlet, dan mengupayakan peingkatan prestasi mereka," katanya.

Masalah lainnya yang juga tak kalah pentintg adalah dana. Sebab, anggaran pembinaan dari KONI untuk KKI Kalbar, belum mencukupi buat membina atlet-atlet yang ada, karena dampak dari pandemi" lanjutnya.

Kendati begitu, semua pengcab KKI di Kalbar terus berusaha tetap eksis. Pengcap KKI Kota Pontianak, misalnya, terus mengikuti kejuraan-kejuaraan terkait termasuk antarprovinsi.

Pelantikan Pengurus Terakhir oleh OSO

Adapun pengurus KKI Kalbar periode sebelumnya, 2016-2021, dilantik oleh Wakil Ketua MPR RI ketika itu, yakni OSO, di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Sabtu, 6 Agustus 2016.

Pelantikan oleh Tokoh Nasional asal Kalbar ini, digelar di sela kunjungannya terkait Sosialisasi Empat pilar MPR RI.

Dihadiri Walikota Pontianak ketika itu, H Sutarmidji, OSO melantik H Rusman HM Ali sebagai Ketua KKI Kalbar, dan Iptu (Pol) Eeng Suwenda sebagai ketua harian.

Ketika itu, tokoh nasional yang sangat familiar dengan warga Bumi Khatulistiwa ini, dalam sambutannya berharap agar pengurus KKI yang dilantik, bisa memajukan karate di Kalbar.

“Saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan Rusman Ali, KKI Kalbar lebih maju lagi. Belum dilantik saja, KKI Kalbar sudah meraih satu medali emas dalam kejuaraan nasional KKI. Ini menjadi tanda bahwa Beliau bertangan dingin,” kata OSO yang waktu itu juga menjabat Ketua Umum KKI.

Menurut OSO, karate adalah olahraga dengan banyak medali. “Kalau sepakbola penontonnya banyak, tapi medalinya satu. Sebaliknya, karate penontonnya tidak sebanyak sepakbola, tapi medali emasnya banyak. Itu bedanya karate dan sepakbola,” ungkapnya.

OSO juga memperingatkan supaya pengurus baru bisa mendorong pertumbuhan karate di daerah-daerah di Kalbar.

"Jangan ada yang mengadu domba di dalam organisasi ini. Saya akan ikut mengawasi jalannya organisasi. Adu domba sendiri, bukanlah tidakan yang sesuai dengan Pancasila," tegasnya.

Sejarah KKI

Berdiri pada 1966 di Bandung, Provinsi Jawa Barat, KKI diresmikan pada 16 april 1967.

Adapun Pedoman Karate KKI: Ketuhanan yang Maha Esa; Setia kepada Bangsa dan Tanah Air Indonesia; Bersifat jujur dan sportif.

Pedoman berikutnya: Berjiwa tabah; Berani; Berjiwa suka menolong sesama; Disiplin; Dapat menguasai diri;
Bersifat ksatria dan sopan santun; Setia kepada Jiwa Karate-do

Lambang KKI adalah lima bunga melati yang sedang mekar berwarna putih yang terbuka. Ini melambangkan pemuda dan pemudi yang sedang mekar,

Sedangkan angka lima daun bunga itu mewakili lima sila dalam Pancasila.

Tulisan hitam 'Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia', menunjukkan aliran karate yang dianut dengan sabuk hitamnya.

Warna merah putih yang bulat ditengahnya adalah mewakili warna bendera Indonesia.

Adapun tulisan 'Indonesia' yang berorientasi dari bentuk Bhineka Tunggal Ika pada lambang negara, berarti KKI berniat, dan mengharapkan agar jiwa anggota-anggota KKI serta segala ke-Bhinekaannya.

Hal ini juga dibarengi dengan mental yang suci, luhur, dan berideologi Pancasila, untuk memastikan tekad utuh, khususnya pemuda pemudi dalam mewujudkan ketahanan nasional, melalui perkumpulan olahraga beladiri karate yang beraliran Kushin Ryu.***

Wartawan, penulis dan editor: Patrick Sorongan-Gobel

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda