Internasional post authorBob 05 Agustus 2020 113

Ledakan Dahsyat di Lebanon, dari Asap Oranye hingga Berbentuk Jamur

Photo of Ledakan Dahsyat di Lebanon, dari Asap Oranye hingga Berbentuk Jamur Ledakan Dahsyat di Lebanon, dari Asap Oranye hingga Berbentuk Jamur

BEIRUT, SP - Dua ledakan di Lebanon memicu kepanikan dan kekacauan. Peristiwa itu mengakibatkan jatuhnya puluhan korban jiwa dan ribuan korban luka.

Dilansir AFP, Rabu (5/8/2020), ledakan itu terjadi di area pelabuhan di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020) waktu setempat. Dua ledakan besar ini membuat gedung-gedung bergetar hebat dan warga setempat menyebut ledakannya seperti bom atom.

Foto-foto dan video beredar di media sosial menunjukkan betapa mengerikannya ledakan itu. Salah seorang saksi mata bernama Hani Abughazaleh menyampaikan kesaksiannya kepada CNN.

Dia mengaku bersama beberapa temannya sedang memancing di lepas pantai Beirut, tak jauh dari lokasi. Awalnya dia mendengar beberapa ledakan kecil dan melihat asap.

"Kami mendengar beberapa ledakan kecil dan melihat asap putih membubung tinggi," ucapnya.

Abughazaleh mengaku memulai mengambil video pukul 06.08 waktu setempat dan 7 detik kemudian asap merah tercipta dari ledakan besar. Gelombang kejut tercipta di angkasa.

Dari sejumlah video lainnya tampak awalnya asap putih dengan kobaran api dari lokasi. Lantas tiba-tiba asap itu berwarna oranye hingga muncul ledakan yang disusul terbentuknya gelombang kejut berbentuk awan jamur yang menyapu sekitar lokasi. Gelombang jamur itu sirna dan memunculkan asap hitam.

Ledakan itu sangat besar hingga mengguncang seluruh Kota Beirut dan suara ledakan dilaporkan terdengar di seluruh negara tersebut. Getaran akibat ledakan ini bahkan terasa hingga ke Nikosia, ibu kota dari negara Kepulauan Siprus, yang berjarak 240 kilometer jauhnya.

"Seperti malapetaka di dalam. Ada mayat-mayat di tanah. Ambulans masih mengangkut korban tewas," tutur seorang tentara yang ada di area pelabuhan Beirut.

"Ledakan itu seperti sebuah bom atom," ucap seorang warga Beirut bernama Makrouhie Yerganian (70), seorang pensiunan guru yang tinggal di dekat pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun.

"Saya telah mengalami semuanya, tapi tidak pernah yang seperti ini," tuturnya, merujuk pada pengalamannya berada di tengah perang sipil tahun 1975-1990 di Lebanon. "Semua gedung di sekitarnya ambruk," imbuh Yerganian.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan ledakan besar ini menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai sekitar 4.000 orang lainnya. Rekaman video AFP menunjukkan area di lokasi ledakan nyaris hancur total, dengan mobil-mobil terbalik seperti mainan, gudang-gudang ambruk, dan para korban luka mengalami pendarahan. (cnn/det/afp)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda