Internasional post authorAju 08 April 2021 745

Mantan Pejabat IDF: Israel Mungkin di Balik Serangan ke Suriah dan Kapal Iran

Photo of Mantan Pejabat IDF: Israel Mungkin di Balik Serangan ke Suriah dan Kapal Iran Mantan Pejabat Israel Defense Forces (IDF), Amos Gilead.

YERUSALEM, SP – Mantan Pejabat Israel Defense Forces (IDF) senior dan pejabat kementerian pertahanan, Amos Gilead, berbicara dengan 103FM pada hari Kamis, berbagi wawasan tentang ledakan kapal Iran baru-baru ini dan serangan udara pagi ini, Kamis, 8 April 2021, di Suriah.

"Tindakan yang dikaitkan dengan IDF ini secara operasional mengesankan, satu tindakan pada jarak 1.500 kilometer dari perbatasan kami, jika kami memang bertanggung jawab untuk itu," kata Amos Gilead kepada pembawa acara radio, sebagaimana dikutip The Jerusalem Post, Yerusalem, Israel.

IDF telah berusaha untuk mencegah Lebanon menjadi front kedua yang dapat membahayakan warga Israel.

Amos Gilead juga membahas Kesepakatan Iran dan mengkritik penanganan situasi oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Amos Gilead menjelaskan bahwa Netanyahu menentang Kesepakatan Iran, tetapi produksi nuklir Teheran dihentikan setelah mantan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menyelesaikan masa jabatannya.

"Mari kita bandingkan datanya. Dia mengatakan kesepakatan sebelumnya yang dipimpin Obama mengarah pada bom nuklir," ujar Amos Gilead.

"Ketika Obama mengakhiri delapan tahun kekuasaannya, meskipun perjanjiannya buruk, hasilnya adalah proyek nuklir Iran membeku, dan arsip yang dibawa Mossad juga membuktikan hal ini."

Namun Gilead menjelaskan bahwa kini, Iran telah melanjutkan rencana produksi nuklirnya.

"Mereka sedang mengerjakan proyek presisi, misil yang mampu mengenai target strategis dengan presisi. Meskipun kami mengenai mereka, mereka terus berlanjut dan kami gagal membujuk mereka untuk berhenti."

Sekalipun IDF memiliki kemampuan pertahanan yang hebat, Amos Gilead menjelaskan bahwa ini tidak cukup untuk menghentikan Iran mengembangkan persenjataan berbahaya.

"Faktanya, perjanjian nuklir memungkinkan IDF bertindak dengan cara yang luar biasa, terutama di Suriah," kata Gilead. "Kami mendekati situasi berbahaya - siapa yang akan membantu kami?”

"Saat bersamaan, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, banyak tidak seiring alam pikiran tindakannya dengan Presiden Amerika Serikat," kata Amos Gilead. "Padahal, Amerika Serikat adalah pilar utama keamanan nasional Israel." *

Sumber: The Jerusalem Post. Redaktur: Aju

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda