Internasional post authorAju 09 April 2021 316

Kapal Fregat Rusia Latihan Tembakan Artileri di Laut Hitam

Photo of Kapal Fregat Rusia Latihan Tembakan Artileri di Laut Hitam Kapal Perang Fregat Laksamana Essen, milik Angkatan Laut Federasi Rusia, melakukan penembakan artileri di Laut Hitam, Kamis, 8 April 2021.

SEVASTOPOL, SP - Fregat Laksamana Essen melakukan penembakan artileri di Laut Hitam, berhasil menyerang sasaran pesisir pada jarak latihan di Krimea, kantor pers Armada Laut Hitam melaporkan pada hari Kamis, 8 April 2021.

Awak fregat Armada Laut Hitam Laksamana Essen melakukan penembakan artileri persiapan dan kualifikasi ke sasaran pesisir yang terletak di tempat pelatihan Opuk di Semenanjung Krimea.

“Penembakan terhadap sasaran pesisir dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan terakhir pasukan Armada Laut Hitam untuk periode pelatihan musim dingin," kata kantor pers dalam sebuah pernyataan,” tulis Kantor Berita Federasi Rusia, Telegrafnoie Agenstvo Sovietskavo Soyusa, tass.com, Jumat, 9 April 2021.

Artileri secara umum merupakan sebutan untuk kesenjataan (persenjataan), pengetahuan kesenjataan, pasukan serta persenjataannya sendiri yang berupa senjata-senjata berat jarak jauh.

Pada awalnya, istilah artileri digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di medan perang.

Istilah ini juga dipakai untuk mendeskripsikan tentara yang tugasnya menjalankan alat-alat tersebut. Dengan ditemukannya kendaraan terbang pada awal abad ke-20, artileri mulai digunakan juga untuk menyebut senjata darat anti-udara.

Artileri adalah bentuk tanah persenjataan darat paling mematikan dan paling efektif, dalam Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Sebagian besar kematian disebabkan oleh pertempuran artileri. Pada tahun 1944, Josepf Stalin (Soviet/Rusia) mengatakan dalam sebuah pidato yang artileri adalah "Dewa Perang". Para perwira artileri paling terkenal dalam sejarah Napoleon.

Tass.com melaporkan, pada tahap pertama penembakan, unit artileri fregat mempraktikkan algoritma operasi. Pada tahap kedua, personel artileri melakukan penembakan persiapan dari senjata A-190 ke sasaran pesisir.

"Sebagai bagian dari penembakan artileri kualifikasi, personel berhasil mengenai target pantai yang terlihat dan objek tak terlihat, menggunakan data navigasi dan titik bidik tambahan," tambah kantor pers.

Pada tahap berikutnya awak fregat Laksamana Essen akan dinilai dalam melakukan latihan gabungan dengan pejuang penerbangan angkatan laut Armada Laut Hitam untuk menangkis serangan udara musuh.

Fregat seperti Admiral Essen mewakili seri baru kapal angkatan laut Project 11356R/M (sebutan Project 11357 juga digunakan).

Fregat ini dirancang untuk menghancurkan kapal dan kapal permukaan musuh, kapal selam dan instalasi darat, melakukan patroli dan mempertahankan jalur laut.

Menurut tass.com, Fregat Proyek ini dipersenjatai dengan delapan peluncur rudal jelajah Kalibr-NK yang mampu menyerang target permukaan, pesisir dan bawah air pada jarak hingga 2.600 kilometer.

Kapal perang Proyek ini juga dipersenjatai dengan sistem rudal dan artileri pertahanan udara Shtil-1, Palash dan AK-630M, senjata artileri serbaguna A-190 100mm, tabung torpedo, dan peluncur roket RBU-6000. Fregat juga memiliki landasan lepas landas dan pendaratan serta hanggar untuk helikopter perang anti-kapal selam (Ka-27 atau Ka-31). *

Sumber: tass.com. Redaktur: Aju

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda