Internasional post authorPatrick Waraney 17 Januari 2021 104

Ditangkap atau Diracun, Oposan Rusia Nekat 'Pulkam'

Photo of Ditangkap atau Diracun, Oposan Rusia Nekat 'Pulkam' Alexei Navalny dan istrinya, Yulia, berada di dalam pesawat menuju Rusia.(Foto: Kirill Kudryavtsev/AFP /Getty Images)

BENAR-BENAR 'nekat'. Inilah julukan media Barat terhadap  politisi oposisi Rusia, Alexei Navalny yang dalam perjalanan kembali ke Moskow, Rusia, setelah hampir lima bulan dirawat karena dugaan diracuni oleh agen mata-mata Rusia, FSB  yang membuatnya sempat sekarat.

Berbicara di dalam pesawat di Berlin, Jerman,  sesaat sebelum lepas landas pada hari Minggu (17/1), Navalny sebagaimana dilansir The Guardian menyatakan dirinya tidak berharap akan ditangkap ketika tiba di Moskow. "Saya tidak takut," katanya, malah bercanda tentang suhu beku yang menunggunya di Ibu Kota Rusia.

Navalny mengaku sangat senang bisa pulang. “Saya berhak untuk kembali. Saya tidak mengharapkan apa pun terjadi. Tidak akan terjadi apa-apa, ”katanya.

Navalny dan istrinya, Yulia, berda di dalam kerumunan puluhan jurnalis yang 'mengawalnya' kembali ke Moskow. Setelah berterima kasih kepada staf maskapai penerbangan dalam bahasa Inggris, Navalny duduk di dekat jendela di baris 13. Dia jelas terlihat bersemangat. “Hal buruk apa yang bisa terjadi pada saya di Rusia,” guraunya.

Kembalinya Navalny merupakan tantangan langsung bagi Presiden Vladimir Putin dan Kremlin, yang terus agar pemimpin oposisi ini terus berada di pengasingan. Putin juga  secara tidak langsung mengancamnya dengan tuntutan dan hukuman penjara jika kembali.

Navalny diperkirakan akan mendarat di bandara Vnukovo Moskow pada pukul 16.20 GMT dalam penerbangan dari Berlin, tempatnya  memulihkan diri dari serangan racun sejak Agustus 2020. Terlepas dari komentar optimis Navalny sebelum keberangkatan, tampaknya dia akan ditahan pada saat kedatangan.

Layanan penjara Moskow menyatakansudah diperintahkan untuk menahannya karena pelanggaran pembebasan bersyarat yang dapat menyebabkan hingga tiga setengah tahun penjara, dan Komite Investigasi Rusia menyatakan sedang menyelidikinya atas dugaan penipuan dalam kasus terpisah yang dapat berlangsung selama satu dekade.

"Pertanyaan untuk kembali atau tidak tidak pernah ada di hadapan saya," tulis Navalny dalam sebuah posting online awal pekan ini sambil menyerukan kepada para pendukung untuk 'menemui saya' di bandara.

Polisi Rusia sendiri mulai menahan pendukungnya yang bepergian ke Moskow karena berencana mengadakan rapat umum 'ilegal'. Sebab, pertemuan ini dipastikan akan dihadiri banyak orang dan melanggar protokol kesehatan di masa pandemi virus korona.

Saluran independen TV Rain menyiarkan langsung kepergiannya dari dalam pesawat. Navalny memutuskan untuk terbang pulang dengan kapal induk Pobeda yang berarti kemenangan. Kremlin kemungkinan akan mencari pembalasan atas penyelidikan Bellingcat yang melacak pergerakan tim pembunuh FSB yang membayangi Navalny di sekitar Rusia selama bertahun-tahun.  

Navalny sendiri memperoleh pengakuan melalui telepon dari salah satu pria yang ikut serta dalam operasi tersebut. Pengungkapan itu sangat memalukan bagi Kremlin. Putin menyebut laporan itu sebagai pemalsuan dan menuduh Navalny didukung oleh badan intelijen barat.

Penyelidik juga menolak untuk membuka kasus kriminal tentang keracunan Navalny, dengan mengatakan mereka [tidak] punya bukti konkret tentang keadaan yang menunjukkan tanda-tanda aktivitas kriminal oleh anggota FSB. Para dokter di rumah sakit Charité Berlin menggambarkan racun yang digunakan terhadap Navalny sebagai salah satu seri novichok, mirip dengan yang digunakan dalam serangan 2018 di Salisbury.

Menjelang perjalanannya, Navalny menulis postingan berterima kasih kepada orang-orang Jerman atas keramahan mereka dan pendukung yang menjanjikan bahwa dia memang akan terbang ke Moskow pada hari Minggu ini.

Dalam sebuah posting Instagram, orang-orang Jerman selama lima bulannya di sana telah menunjukkan kepadanya bahwa 'klise tentang orang Jerman tidak benar' adalah salah. Dia menyebut mereka orang yang baik, membantu, ramah ... orang yang paling baik dengan selera humor yang tinggi yang selalu berusaha membantu. 

Salah satu yang menarik dari masa tinggalnya, katanya, adalah bertemu dengan kanselir Jerman, Angela Merkel yang mengunjunginya di rumah sakit. Tabloid Bild menyebutnya sebagai 'pesan perpisahan yang menawan'. Ditulis pula kekuatiran bahwa dia mempertaruhkan nyawanya dengan kembali ke Rusia. Paspornya dan istrinya dilaporkan disegel di kotak aman yang dikirim ke bandara di bawah penjagaan polisi.(001) 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda