Internasional post authorAju 26 Maret 2021 20,127

Istana Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur Berbentuk Burung Garuda

Photo of Istana Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur Berbentuk Burung Garuda Seorang pria Muslim berjalan untuk salat Jumat melalui lokasi pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, Kamis, 30 Agustus 2019. REUTERS.

JAKARTA, SP - Indonesia bertujuan untuk memulai rencana ambisius Presiden Joko Widodo untuk merelokasi ibu kota ke pulau Kalimantan dengan menawarkan kontrak properti kepada investor tahun ini dan memulai pekerjaan konstruksi di istana negara, kata seorang menteri.

Presiden Repubulik Indonesia, Joko Widodo, telah mengumumkan pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur, Selasa, 26 Agustus 2019. Pemindahan ibu kota negara, merupakan konsep geostrategi di dalam menjalankan geopolitik, karena Pulau Borneo berhadapan langsung dengan Laut China Selatan.

Lokasi ibu kota baru sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur


Kantor Berita Nasional Inggris, Reuters.com, Jumat, 26 Maret 2021, melaporkan, rencana senilai $33 miliar itu terhambat tahun lalu karena pandemi, tetapi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan, mempercepat proyek sekarang akan membantu pemulihan pascakrisis ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu.

Namun, rencana tersebut bergantung pada keberhasilan kampanye vaksinasi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di Indonesia.

"Jika kita bisa memvaksinasi satu juta orang per hari ... saya pikir kita punya alasan kuat untuk melanjutkan ibu kota baru," kata Suharso Manoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia.

Indonesia menargetkan untuk menginokulasi 70 juta orang setidaknya pada Juli 2021, atau sekitar 39% dari penerima vaksin yang ditargetkan, untuk menghapus beberapa batasan dan memungkinkan pekerjaan konstruksi dimulai, katanya. Dalam periode dari pertengahan Januari hingga Rabu, pihak berwenang telah memvaksinasi penuh 2,7 juta orang.

Presiden Indonesia, Joko Widodo,  mengumumkan rencananya untuk membangun ibu kota baru pada tahun 2019, dengan pegawai negeri yang akan pindah dari Jakarta yang macet dan tenggelam di pulau Jawa pada akhir masa jabatannya pada tahun 2024.

Suharso mengatakan perdebatan tentang rancangan undang-undang untuk menetapkan dasar hukum untuk proyek tersebut akan segera dimulai di parlemen dan persiapan sedang dibuat untuk kontrak sektor swasta untuk membangun rumah, kantor, sekolah dan rumah sakit di kota yang belum disebutkan namanya itu.

Kontrak yang ditenderkan, yang bisa dalam bentuk bangun, sewa, transfer, akan "cukup besar" karena kota itu akan menjadi rumah bagi sedikitnya 200.000 pegawai negeri dan keluarga mereka, katanya.

"Investor asing bisa bergabung, terutama jika mereka bermitra dengan pemain domestik," kata Suharso Manoarfa, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan fokus pada infrastruktur dasar dan tempat yang sensitif terhadap keamanan.

Softbank Jepang termasuk di antara perusahaan asing yang sebelumnya telah dikaitkan dengan proyek ibu kota, yang disebut-sebut oleh pemerintah sebagai kota hijau yang cerdas.

Palace Berbentuk Garuda

Pemerintah juga merencanakan ground breaking pembangunan istana negara baru tahun 2021, dengan salah satu usulan desain berbentuk burung Garuda mitos - lambang negara - melebarkan sayapnya.

Ada kekhawatiran tentang risiko korupsi yang terkait dengan proyek tersebut, sementara para pencinta lingkungan mengkhawatirkan kerusakan lingkungan di kawasan hutan yang menjadi rumah bagi orangutan.

Namun belakangan ini kritik ditujukan pada waktu yang diberikan bagaimana pandemi tersebut telah menyebabkan krisis ekonomi dan kesehatan, yang membebani posisi fiskal Indonesia.

Suharso mengatakan biaya pemerintah tahun ini akan minimal dengan sebagian besar investasi datang dari pengembang swasta, menambahkan ini akan mendukung sektor properti dan menciptakan lapangan kerja.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, karena alasan anggaran, lebih baik menunda proyek tersebut setidaknya hingga 2022.

"Anda juga harus memperhatikan selera bisnis di tengah pandemi proyek-proyek besar dan berjangka panjang," kata Josua Pardede.

Paulus Totok Lusida dari Realestat Indonesia, sebuah kelompok industri, mengatakan pengembang yang kesulitan akan membutuhkan waktu untuk mencerna proposal dan melihat bukti pemulihan ekonomi dan lebih banyak vaksinasi.

Dicky Budiman, peneliti di Griffith University Australia, memperingatkan masalah logistik dan pasokan yang dimaksudkan pada Juli Indonesia mungkin hanya bisa memvaksinasi 40 juta orang. *

Sumber: Reuters.com. Alih Bahasa: Aju

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda