Covid-19 Delta Mengamuk di AS, Pakar: Gara-gara Bandel Divaksin

Photo of  Covid-19 Delta Mengamuk di AS, Pakar: Gara-gara Bandel Divaksin BERSAKSI - Pakar penyakit menular AS Dr Anthony Fauci bersaksi di depan Komite Kesehatan, Pendidikan, Perburuhan, dan Pensiun Senat di Capitol Hill di Washington, Selasa, 20 Juli 2021. (AP Photo/J Scott Applewhite, Pool)

WILMINGTON, SP –  Kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat (AS) kembali melonjak. Kenaikan terus terjadi walaupun sudah lebih 163 juta orang atau 49 persen dari total populasi di AS yang telah divaksinasi penuh.

Padahal, angka penurunan kasus yang sempat terjadi dalam tiga bulan lalu telah mulai memicu pemulihan ekonomi di negara Paman Sam. Itu sebabnya peningkatan kasus positif virus korona ini menjadikan AS diklaim dalam ‘keadaan sulit yang tidak perlu’.

Dilansir Suara Pemred dari The Associated Press, Minggu, 25 Juli 2021, atau Senin WIB, pakar kesehatan penyakit menular AS,  Dr Anthony Fauci menilai bahwa lonjakan tersebut dipicu oleh orang AS sendiri yang tidak divaksinasi, dan serbuan varian delta yang mematikan.

“Kita (AS) menuju ke arah yang salah,” lanjut Fauci yang juga Kepala Penasihat Medis Presiden Joe Biden, kemudian  merekomendasikan penggunaan masker yang ‘divaksinasi dalam pertimbangan aktif’ ke otoritas kesehatan.

Disarankan pula suntikan booster bagi warga yang sistem  kekebalannya bermasalah walaupun telah divaksinasi, demikian Fauci dalam wawancara dalam program State of the Union di CNN.

Fauci juga mengaku bahwa dirinya telah mengambil bagian dalam percakapan terkait perubahan pedoman masker. Ditegaskan, beberapa yurisdiksi lokal di mana tingkat infeksi melonjak, seperti Los Angeles County, sudah meminta warganya untuk memakai masker di ruang publik terlepas dari sudah tidaknya seseorang divaksinasi.

Dari data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDCP), warga AS yang memenuhi syarat untuk vaksin berusia 12 tahun ke atas, angkanya naik menjadi 57 persen.

“Ini adalah masalah dari sebagian besar dmereka yang tidak divaksinasi. Itulah alasan mengapa kami di luar sana, secara praktis memohon kepada orang-orang yang tidak divaksinasi untuk pergi keluar, dan divaksinasi,” kata Fauci.

Merurut Fauci,  para ahli pemerintah sedang meninjau data awal saat mereka mempertimbangkan apakah akan merekomendasikan individu yang divaksinasi untuk mendapatkan suntikan booster.

Dia menyarankan bahwa beberapa yang paling rentan, seperti yang mengalami transplantasi organ dan pasien kanker, direkomendasikan untuk suntikan booster.

Fauci juga memuji Partai Republik, termasuk Gubernur Asa Hutchinson dari Arkansas dan Ron DeSantis dari Florida, dan pemimpin DPR tingkat kedua yakni Steve Scalise dari Louisiana, karena mendorong konstituennya untuk divaksinasi.

Masalahnya, tingkat vaksinasi di dua negara bagian itu merupakan yang terendah di AS. “Apa yang benar-benar ingin saya lihat adalah semakin banyak pemimpin di daerah-daerah yang tidak divaksinasi.  untuk keluar, berbicara,  dan mendorong orang untuk divaksinasi,” tegas Fauci.(WPS)

 

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda