Hamas Jadikan Rakyat Tameng Hidup: Timbun Senjata di Pemukiman

Photo of  Hamas Jadikan Rakyat Tameng Hidup:  Timbun Senjata di Pemukiman HAMAS – Seorang operator Hamas menampilkan roket Fajr buatan Iran.(Foto: AP)

FAKSI-FAKSI di Pemerintahan Otoritas Palestina dan pihak hak azasi manusia (HAM) mengecam pihak  Hamas yang terus menyimpan persenjataan di kawasan-kawasan pemukiman. Keberadaannya sangat membahayakan karena setiap saat bisa  meledak, sebagaimana terjadi pada Kamis, 22 Juli 2021, yang menewaskan satu orang serta 14 lainnya terluka.

Kecaman juga disampaikan berbagai kalangan termasuk dari militer Israel. Sebab, selama terjadi konflik yang memicu perang rudal dengan Israel, Hamas selalu menyerang dari kawasan-kawasan sipil. Kalangan sipil selama ini menjadi tameng hidup Hamas sehingga gaya perangnya dianggap tidak elegan.

Dilansir Suara Pemred dari The Jerusalem Post, Senin, 26 Juli 2021, seluruh faksi dan kelompok HAM di Palestina juga menuntut penyelidikan menyeluruh atas ledakan itu untuk meminta pertanggungjawaban Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Hamas sendiri menyatakantelah meluncurkan penyelidikan, tetapi pihaknya belum memberikan rincian apapun. Ledakan hari Kamis terjadi tak lama setelah jam delapan pagi di sebuah rumah yang terletak di area Pasar Al-Zawiya, pusat Kota Gaza.

Sumber-sumber Palestina menjelaskan, Atta Ahmed Saqallah yang berusia 69 tahun meninggal, dan 14 warga sipil terluka, termasuk enam anak.

Sumber medis di Rumah Sakit Shifa menggambarkan sangat krirtisnya luka salah satu dari korban,  sebagaimana pula diakui pihak Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan Palestina. Rumah berlantai tiga itu sebagian hancur, sementara rumah-rumah dan toko-toko di sekitarnya sebagian rusak, menurut pusat HAM itu. 

Menurut saksi mata, kebakaran telah terjadi di rumah sebelum ledakan. “Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan di Gaza memandang insiden ledakan itu sangat serius, karena telah berulang kali terjadi insiden ledakan internal di rumah-rumah di lingkungan perumahan yang penuh sesak karena berbagai alasan di masa lalu.

Terjadi banyak pembunuhan  warga sipil. dan penghancuran rumah dan properti publik dan pribadi,” bunyi pernyataan itu. 

HAM Palestina Desak Hamas Diselidiki

Karena itu, pihak Al-Mezan mengulangi seruannya untuk penyelidikan yang komprehensif dan serius atas insiden tersebut.

Juga diserukansupaya hasil penyelidikan atas peristiwa-peristiwa serupa untuk dipublikasikansecara publik, dan diambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa hal itu tidak terulang, demi  menyelamatkan nyawa dan harta benda warga negara.  

Sementara itu, Jaringan LSM Palestina, sebuah organisasi payung yang terdiri dari 133 organisasi anggota, juga menyerukan penyelidikan ‘serius dan transparan’ atas ledakan tersebut.

“Jaringan menekankan perlunya mempercepat penyediaan segala bentuk bantuan dan dukungan kepada mereka yang terkena dampak,” kata kelompok itu. “Ini juga menekankan perlunya mengumumkan hasil penyelidikan dan mengambil tindakan serius untuk mencegah ledakan seperti itu terjadi lagi.”

Penulis Palestina Fadel Al-Manasfeh menegaskan bahwa Hamas memilih pasar populer sebagai tempat yang aman untuk gudang amunisinya. Hal ini  karena bagi Hamas, Israel tidak menargetkan tempat-tempat seperti itu.

Al-Manasfeh menyatakan, Hamas ‘bingung’ dengan ledakan itu karena salah satu gudang senjatanya telah ditemukan. Dia juga menunjukkan bahwa ledakan serupa terjadi di pasar terbuka di kamp pengungsi Nuseirat pada 2020, menewaskan lebih dari 10 warga Palestina, dan melukai puluhan lainnya.

Provokasi Balon Panas

Sementara aksi provokasi Hamas untuk memancing kenbali perang, terus dilakukan, berupa pengiriman balon panas ke wilayah Israel. Akibatnya, pesawat-pesawat dari militer Israel (IDF) menyerang sebuah kamp militer milik Hamas di Jalur Gaza selatan, menurut Juru Bicara IDF melaporkan, Minggu malam, dilansir The Jersalem Post, Senin pagi.

Jet tempur Angkatan Udara Israel menyerang pangkalan militer yang berisi sejumlah bangunan yang digunakan oleh anggota Hamas. Pangkalan itu terletak di daerah sipil, dekat dengan sekolah, demikian Juru Bicara IDF.

Pihak IDF juga menegaskan bahwa serangan udara tersebut sebagai pembalasan atas balon pembakar yang diluncurkan pada Minggu sebelumnya, yang menyebabkan kebakaran di Dewan Regional Eshkol.  

Setelah dimulainya kembali serangan balon pembakar, Koordinator Operasi Pemerintah di Wilayah (COGAT) Mayjen Ghassan Alian mengumumkan pada Minggu bahwa diputuskan pembatasan untuk zona penangkapan ikan di Jalur Gaza dari 12 menjadi 6 mil laut. 

Penangkapan Ikan Berkurang

Keputusan akan segera berlaku dan akan berlanjut hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sebelum Operasi Penjaga Tembok, zona penangkapan ikan Gaza berada pada 15 mil laut. 

Keputusan untuk membatasi ruang penangkapan ikan Gaza, datang setelah peluncuran baru balon pembakar dari Jalur Gaza menuju wilayah Israel setelah tiga relatif tenang. 

Keputusan itu diambil hanya 12 hari setelah zona penangkapan ikan Gaza diperluas dari sembilan menjadi 12 mil laut karena relatif tenang yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir. 

Dalam sebuah pernyataan, pihak COGAT menyatakan bahwa Hamas bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan di dalam dan di luar Jalur Gaza terhadap Negara Israel, dan itu akan menanggung konsekuensi dari kekerasan yang dilakukan terhadap warga negaranya. 

Sebelumnya, Minggu, tiga kebakaran dipadamkan di Dewan Regional Eshkol, dekat perbatasan Gaza. Penyelidik kebakaran menentukan ketiganya adalah hasil dari balon pembakar.

Sekilas tentang Palestina

Negara Palestina atau Dawlat Filastin dalam bahasa Arab, adalah sebuah negara di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Status politiknya masih termasuk sebagai anggota OKI, Liga Arab, Gerakan Non-Blok, dan ASEAN telah mengakui keberadaan Negara Palestina. 

Wilayah Palestina terbagi menjadi dua entitas politik, yakni Wilayah Pendudukan Israel dan Otoritas Nasional Palestina. Deklarasi Kemerdekaan Palestina dinyatakan pada 15 November 1988 di Aljir oleh Dewan Nasional (PNC) Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). 

KTT Liga Arab 1974 menunjuk PLO sebagai wakil sah tunggal rakyat Palestina, dan menegaskan kembali hak mereka untuk mendirikan negara merdeka yang mendesak.

PLO telah memiliki pengamat status di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai entitas non-negara sejak 22 November 1974, yang memberikan hak untuk berbicara di Majelis Umum PBB tetapi tidak memiliki hak suara.  

Setelah deklarasi kemerdekaannya, Majelis Umum PBB secara resmi mengakui proklamasi dan memilih untuk menggunakan sebutan Palestina, bukan Organisasi Pembebasan Palestina. Dalam keputusan ini, PLO tidak berpartisipasi di PBB dalam kapasitasnya sebagai pemerintah Negara Palestina.

Sejak 1998, PLO diatur untuk duduk di Majelis Umum PBB,  segera setelah negara non-anggota dan sebelum semua pengamat lain.

Pada 1993, dalam Persetujuan Oslo, Israel mengakui tim negosiasi PLO sebagai mewakili rakyat Palestina, dan PLO mengakui hak Israel untuk eksis dalam perdamaian, penerimaan resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, dan penolakan atas kekerasan.  

Sementara Israel menduduki wilayah Palestina, sebagai hasil dari persetujuan Oslo, PLO menetapkan sebuah badan administratif sementara: Otoritas Nasional Palestina (PNA atau PA), yang memiliki beberapa fungsi pemerintahan di bagian Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pengambilalihan Jalur Gaza oleh Hamas telah membagi wilayah Palestina secara resmi. Fatah yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas menguasai Tepi Barat dan diakui secara internasional sebagai Otoritas Palestina resmi, sementara Hamas memiliki kekuasaannya atas Jalur Gaza.

Pada April 2011, kedua belah pihak telah berjanji rekonsiliasi, tetapi pelaksanaannya masih terbengkalai. Hingga 18 Januari 2012, 129 (66,8 persen) dari 193 negara anggota PBB mengakui Negara Palestina.

Banyak negara yang tidak mengakui Negara Palestina, tetapi mengakui PLO sebagai wakil rakyat Palestina.  

Selain itu, komite eksekutif PLO diberdayakan oleh PNC untuk melakukan fungsi pemerintah Negara Palestina.***

 

Sumber: The Jerusalem Post, Wikipedia 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda