Jerman Sahkan Konsumsi dan Tanam Ganja!

Photo of Jerman Sahkan Konsumsi dan Tanam Ganja! ARSIP - Seorang pemrotes membawa tiruan rokok ganja selama apa yang disebut parade rami untuk menuntut legalisasi ganja di Berlin, 1 Agustus 2009.(AP Photo/Maya Hitij, File)

BERLIN, SP -  Penggunaan ganja hingga 30 gram )sekitar satu ons) bagi orang dewasa akan disahkan di Jerman. Syaratnya, hanya dikonsumsi untuk kebutuhan relaksasi.

Hanya saja, undang-undang (UU) ini tak bisa segera diberlakukan begitu saja karena Jerman adalah anggota dari blok negara-negara Uni Eropa (UE).

Menurut laporan The Associated Press dari Berlin, Ibukota Jerman, Rabu, 26 Oktober 2022,  Kementrian Kesehatan Jerman akan berdiskusi dengan Komisi Eksekutif UE.

Diskusi ini  terkait apakah rencana yang disetujui oleh Pemerintah Jerman ini sejalan dengan UU UE.

"Kemudian, kami akan melanjutkan (pemberlakuan) dengan undang-undang (bercatatan)  'atas dasar ini', hanya jika mendapat lampu hijau (dari Komisi UE),"  kata Menteri Kesehatan Karl Lauterbach.

Menurut Lauterbach,  aturan baru itu bisa menjadi model untuk Eropa jika disetujui oleh Komisi UE.

"Kendati begitu, UU ini secara realistis, tidak akan berlaku sebelum 2024." lanjutnya.

Rencana tersebut menyerukan agar ganja ditanam di bawah lisensi,  dan dijual kepada orang dewasa di gerai berlisensi untuk memerangi pasar gelap.

Lauterbach menambahkan, individu akan diizinkan menanam hingga tiga tanaman, dan untuk membeli atau memiliki 20 hingga 30 gram ganja.

Jika sesuai rencana, menurut Lauterbach, maka UU ini akan menjadi, di satu sisi, proyek legalisasi ganja paling liberal di Eropa.

"Dan, di sisi lain,  juga akan menjadi pasar yang diatur paling ketat,” kata Lauterbach.

Menteri ini menyatakan, perlindungan bagi pemuda berikut 'kesehatan yang lebih baik', adalah tujuan utama dari rencana tersebut dari pemerintah..

“Ini bisa menjadi model untuk Eropa, yang memiliki tambal sulam undang-undang yang sering membatasi," lanjutnya.

Lauterbach, yang sudah lama skeptis tentang legalisasi ganja, berpendapat bahwa sistem saat ini tidak berfungsi. 

Masalahnya, konsumsi ganya telah meningkat, dan pasar ilegal berkembang.  Menurut  Lauterbach, empat juta orang di Jerman, sebuah negara berpenduduk 83 juta, menggunakan ganja pada 2021, dan seperempat dari penggunannya beruia 18-24 tahun. 

Lauterbach  menyatakan,  Jerman tidak ingin meniru model lama yang dipraktikkan oleh Belanda, tetangga barat laut Jerman. Ini menggabungkan dekriminalisasi dengan sedikit regulasi pasar. 

Jerman akan memeriksa apakah ganja dapat dikonsumsi di tempat penjualannya.  "Tetapi saat ini  tidak berencana untuk mengizinkannya," kata Lauterbach.  

Hal yang sama berlaku untuk penjualan zat dalam bentuk yang dapat dimakan. Toko yang menjual ganja juga tidak boleh menjual alkohol atau produk tembakau, dan tidak boleh berlokasi di dekat sekolah. 

"Pemerintah tidak berencana menetapkan harga, tetapi bermaksud untuk menetapkan persyaratan kualitas," kata menteri kesehatan.  

Dia membiarkan terbuka apakah 'pajak ganja' di atas dan di luar pajak penjualan standar, yang dapat digunakan untuk mendanai informasi tentang risiko obat, akan dikenakan. 

Hanya dinyatakan,  produk tersebut tidak boleh dibuat begitu mahal sehingga tidak dapat bersaing dengan pasar gelap. 

Rencana ganja adalah salah satu dari serangkaian reformasi yang digariskan dalam kesepakatan koalisi tahun lalu antara tiga partai sosial liberal dalam pemerintahan Kanselir Olaf Scholz.  

Ketika itu, mereka sepakat bahwa 'efek sosial' dari UU baru itu akan diperiksa setelah empat tahun. 

Di antara rencana liberalisasi lainnya, pemerintah telah menghapus dari KUHP Jerman tentang larangan dokter 'mengiklankan' layanan aborsi.  

Hal ini juga ingin memudahkan jalan menuju kewarganegaraan Jerman, mencabut pembatasan kewarganegaraan ganda. 

Juga mengurangi usia minimum untuk memilih dalam pemilihan nasional dan Eropa dari 18 menjadi 16. 

Pemerintah Jerman juga ingin menghapus UU berusia 40 tahun,  yang mengharuskan orang transeksual untuk mendapatkan penilaian psikologis, dan keputusan pengadilan sebelum secara resmi mengubah jenis kelamin. 

Proses ini sering melibatkan pertanyaan intim. Itu akan diganti dengan 'hukum penentuan nasib sendiri' yang baru.(pat)

 

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda