NATO Unjuk Kekuatan, Rusia-China pun Bentuk Komando Bersama

Photo of NATO Unjuk Kekuatan, Rusia-China pun Bentuk Komando Bersama LATIHAN BERSAMA - Bendera Rusia, Cina, dan Mongolia yang dipasang di kendaraan-kendaraan lapis baja selama latihan militer bertajuk Vostok 2018 di Siberia Timur, Rusia, 13 September 2018.(AP Photo/Sergei Grits via Defense)

MOSKOW, SP – Pemerintah Rusia dan China sepakat membentuk Pusat Komando Bersama. Kehadirannya disebut-sebut merupakan awal kehadiran aliansi militer kedua negara yang melibatkan negara-negara ‘korban’ sanksi AS,  semisal Korea Utara, Iran atau  Pakistan.

Rusia dan China perlu mendirikan pusat komando menyusul kian kencangnya ancaman AS dan sekutunya, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO). Gabungan militer Rusa-China plus negara-negara anggotanya  lainnya  dipastikan akan mengimbangi, bahkan mengalahkan kekuatan militer AS dan sekutunya.

Rencana pendirian komando gabungan itu sendiri muncul di media Pemerintah Rusia TASS secara bersamaan, Kamis, 29 Juli 2021. Juru Bicara Kremlin,  Dmitry Peskov menyatakan,  aktivitas latihan militer NATO di Georgia, dekat perbatasan Rusia,  memaksa negaranya untuk segera mengambil langkah-langkah keamanan.

Juru bicara kepresidenan Rusia ini mengomentari latihan aliansi NATO bernama Agile Spirit 2021 yang dimulai di Georgia dengan melibatkan 12 negara anggota NATO dan juga Azerbaijan, Georgia, dan Ukraina.

Jubir Kremlin: Sudah di Sekitar Kita

“Ini adalah bukti lain bahwa NATO dengan infrastruktur militernya ada di sekitar perbatasan kita. Terlebih lagi, NATO telah bersentuhan dengan perbatasan kita, dan kita  sudah ada di sekitar mereka,” kata Peskov.

“Ini, tentu saja, mendorong kami untuk terus mencermati situasi. Yang penting, ini membuat kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan kami. Ini adalah apa yang telah dibicarakan oleh presiden dan menteri pertahanan kami dalam banyak kesempatan serta perwakilan kami di berbagai tingkatan," kata juru bicara Kremlin.

Digelar sejak Senin, 26 Juli 2021, Agile Spirit 2021 melibatkan lebih dari 2.500 tentara dari Azerbaijan, Inggris Raya, Jerman, Georgia, Spanyol, Italia, Kanada, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania, AS, Turki, Ukraina dan Estonia. Lebih dari 1.500 tentara berasal dari Georgia,  dan 700 personel lainnya dari AS.

Sementara itu, TASS melaporkan dari Beijing, Ibu Kota China, pasukan Rusia dan China dijadwalkan meggelar latihan bersama di utara China pada Agustus 2021. Rusia dan China akan mengirim lebih dari 10 ribu tentara untuk berpartisipasi dalam manuver bersama yang juga akan melibatkan pesawat dan artileri.

Latihan bersama digelar di Daerah Otonomi Ningxia Hui, China utara, paruh pertama Agustus 2021, demikian pengumuman Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian, Kamis.

"Berdasarkan konsensus yang dicapai antara China dan Rusia, Angkatan Bersenjata Rusia akan mengambil bagian dalam latihan West/Interaction-2021,  yang akan berlangsung di China pada awal dan pertengahan Agustus," kata juru bicara tersebut.

Latihan akan dilakukan di tempat pangkalan pelatihan tentara di Kota Qingtongxia. Secara bersamaan, Rusia dan China akan mendirikan Pusat Komando Bersama.

Tujuan latihan adalah untuk memperkuat dan mengembangkan kemitraan strategis yang komprehensif antara Rusia dan China, menjaga perdamaian dan stabilitas regional, dan menunjukkan tekad untuk memerangi terorisme, menurut juru bicara Kementerian Pertahanan China.

Sekilas NATO

NATO atau dalam bahasa Prancis: l'Organisation du Traité de l'Atlantique Nord (OTAN) adalah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada 1949. Kelahirannya sebagai bentuk dukungan terhadap persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, AS, 4 April 1949. 

Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V, yang berisi: Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.   

Juga dinyatakan, NATO setuju bahwa jika terjadi serangan bersenjata maka setiap anggota, berhak menggunakan hak mempertahankan diri secara pribadi atau bersama-sama, seperti tertuang dalam Pasal ke-51 Piagam PBB.

Pasal ini menyebutkan, NATO akan membantu anggota yang diserang, termasuk penggunaan pasukan bersenjata untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

Pasal ini diberlakukan agar jika terjadi serangan dari Pakta Warsawa –lawan NATO- terhadap para sekutu Eropa dari PBB, maka serangan itu akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Termasuk AS yang memiliki kekuatan militer terbesar di jajaran NATO sehingga dapat memberikan aksi pembalasan yang paling besar.  

Tetapi, kemungkinan serangan dari Eropa Barat ternyata tidak menjadi kenyataan. Pasal baru mulai digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 12 September 2001, sebagai tindak balasan atas peristiwa serangan teroris 11 September 2001 terhadap AS yang terjadi sehari sebelumnya.

Sementara Dewan Atlantik Utara (NAC) adalah badan pembuat keputusan politik utama di NATO, yang terdiri dari perwakilan permanen negara-negara anggotanya.

Badan ini didirikan oleh Pasal 9 Perjanjian Atlantik Utara,  dan merupakan satu-satunya badan NATO yang mendapat kewenangan langsung dari perjanjian tersebut.(PWS)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda