Warga AS mulai Frustasi karena Korona: Demo Bakar Masker pun Merebak!

Photo of Warga AS mulai Frustasi karena Korona: Demo Bakar Masker pun Merebak! MENENTANG MASKER - Joann Marcus dari Fort Lauderdale (kiri) bersorak saat mendengarkan pertemuan darurat Dewan Sekolah Broward, 28 Juli 2021 di Fort Lauderdale. Sebuah kelompok kecil tapi vokal berbicara keras menentang pemakaian masker.(Foto AP/Marta L)

BANYAK warga Amerika Serikat mulai frustasi memakai masker. Imbauan pemerintah pusat tentang bahaya varian delta Covid-19 yang penularsannya hanya dalam hitungan detik, tak lagi membuat mereka panik.

Parlemen di sejumlah negara  bagian, yang dikuasai Partai Republik, bahkan melarang murid memakai masker untuk sekolah tatap muda selama musim gugur ini.

Warga AS memang sudah kehilangan akal menghadapi pandemi. Pasalnya, Covid-19 mulai mereda hingga dua bulan silam menyusul kencangnya vaksinasi di seluruh negara bagian. Mereka pun frustasi ketika diberlakukan pembatasan-pembatasan kembali menyusul mulai menggilanya pandemi dari varian delta.

Dilansir Suara Pemred dari The Associated Press, Sabtu, 31 Juli 2021, otoritas kesehatan di AS terus merekomendasikan agar anak-anak memakai masker di sekolah musim gugur ini.

Instruksi ini memicu perdebatan di kalangan orang tua dan pembuat kebijakan di seluruh negeri terkait apakah pemakaian masker bisa menjadi opsional atau mandat.

Varian delta virus korona telah mengancam pemerintah  untuk membatalkan instruksi normal untuk tahun ajaran ketiga berturut-turut. Beberapa negara bagian telah mengindikasikan kemungkinan akan mengindahkan panduan pemerintah federal dan membutuhkan masker. Keputusan akhir juga ada di tangan para orang tua murid.

Kontroversi terus berlangsung ketika banyak orang AS kehabisan akal dengan pembatasan akibat pandemi.  Yang lain khawatir bahwa anak-anak mereka akan terancam oleh kalangan yang tidak menganggap virus itu cukup serius.

Justru Penyakitan  karena Masker

Di Negara Bagian Connecticut, unjuk rasa anti-masker terjadi di luar kediaman resmi Gubernur Ned Lamont di Hartford, sedangkan Demokrat, partai pengusung Hie Biden dan Kemala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS, menyatakan kemungkinan akan mengikuti saran terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Selasa lalu, CDC merekomendasikan masker dalam ruangan untuk semua guru, staf, siswa, dan pengunjung di sekolah secara nasional, terlepas dari status vaksinasi. Badan tersebut mengutip risiko penyebaran varian delta yang sangat menular, bahkan di antara orang yang sudah divaksin.

Alima Bryant (33) ibu empat anak yang mengorganisir orang tua anti-masker di Branford, Connecticut, menyatakan dirinya bukan ahli teori konspirasi. Hanya  Bryant yakin, para ilmuwan telah melebih-lebihkan bahaya Covid-19, terutama untuk anak-anak.

Bryant menyatakan akan bersikeras bakal membawa anak-anaknya keluar dari sekolah daripada mengenakan masker.

“Malah masker yang lebih mungkin membuat mereka sakit daripada virus. Khususnya dengan anak kecil, saya bisa membayangkan betapa seringnya mereka menyentuh benda-benda kotor, kemudian menyentuh maskernya,” katanya.

“Juga, di taman kanak-kanak, Anda harus belajar isyarat sosial, dan bahkan dengan berbicara dan segalanya, sangat penting untuk tidak mengenakan masker,” lanjutnya.

Tetapi,  orang tua seperti Ryan Zuimmerman dari Lenexa, Kansas, khawatir pendekatan itu akan memperpanjang pandemi.

Di Johnson County, Negara Bagian Kansas, wilayah terpadat di negara bagian itu, lima distrik merekomendasikan,  tetapi tidak memerlukan masker.

Distrik keenam belum diputuskan. Zimmerman, berbicara pada pertemuan komisaris negara baru-baru ini, menyatakan bahwa jika masker hanya direkomendasikan,  dan tidak diperlukan maka 95 persen anak tidak akan memakainya.

“Ini bukan tentang kenyamanan atau kontrol atau kepatuhan atau hak Anda. Ini bukan konspirasi atau pelecehan anak. Ini tentang melakukan kepada orang lain,  seperti yang Anda ingin mereka lakukan kepada Anda,” katanya.

“Saya menanyakan ini kepada Anda: Jika anak Anda yang berisiko tinggi, bagaimana jika Anda harus mengirim anak itu yang telah Anda lindungi seumur hidup Anda,  ke sekolah di lingkungan ini?” lanjutnya. 

Hak Pribadi Terkikis

Pertemuan publik lainnya yakni di Broward County, Negara Bagian Florida, harus ditunda selama sehari dalam sepekan ini setelah sekitar dua lusin kalangan anti-masker membakar topeng di luar sebuah gedung sekolah. 

Ketika diskusi dilanjutkan pada Rabu lalu, itu terbatas untuk 10 pembicara publik, dan semuanya kecuali satu orang, berbicara keras terhadap masker bahwa hak-hak pribadi mereka terkikis.

Vivian Hug, seorang veteran Angkatan Laut, AS, membawa anak kembarnya saat berbicara kepada anggota dewan. Dia menyatakan bosan dengan ‘penjualan ketakutan’, dan menyerahkan ‘kebebasan atas nama keselamatan’.

“Tolong hentikan kegilaan itu. Anda telah merusak anak-anak ini karena harus memakai masker,” katanya sebelum meletakkan putrinya ke mikrofon, di mana gadis kecil itu mengeluh bahwa masker membuatnya sulit bernapas, dan membuatnya sakit kepala.

Tetapi, Dr Karyl Rattay, Direktur Divisi Kesehatan Masyarakat Negara Bagian Delaware menyatakan tidak ada bukti yang kredibel bahwa masker tidak aman untuk anak-anak. Dia mengatakan,  sains jelas bahwa masker mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Jika kita ingin memiliki anak di sekolah musim gugur ini, dan sebanyak mungkin anak yang bisa bersekolah, maka masker adalah komponen kuncinya,” katanya.

Di tengah perdebatan, ada juga dorongan untuk supaya anak yang lebih besar divaksinasi.

Presiden Joe Biden telah meminta sekolah untuk menjadi tuan rumah klinik vaksin untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas, dan negara bagian juga mulai membahas apakah akan mengamanatkan agar karyawan sekolah divaksinasi, atau sering menjalani pengujian virus korona.*** 

 

Sumber: The Associated Press 

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda