Kapuas Hulu post authorKiwi 14 September 2021

Buka Musyawarah Adat Taman, Bupati Sis Usul Masukkan Pelestarian Budaya dan Penguatan Hukum

Photo of Buka Musyawarah Adat Taman, Bupati Sis Usul Masukkan Pelestarian Budaya dan Penguatan Hukum Bupati Kapuas Hulu membuka Musyawarah Adat Suku Dayak Banuaka' Taman Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, di Rumah Retret Deo Soli Kecamatan Putussibau Selatan, kemarin. IST

PUTISSIBAU, SP - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan (Sis) dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat membuka Musyawarah Adat Suku Dayak Banuaka' Taman Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, di Rumah Retret Deo Soli Kecamatan Putussibau Selatan, kemarin.

Sis menyampaikan bahwa keberadaan hukum adat ini telah secara resmi diakui negara, tetapi penggunaannya terbatas pada pasal 18 B ayat (2) UUD 1945.

Tujuan penyempurnaan atau revisi buku adat Banuaka' Taman adalah untuk diketahui keberadaannya di masyarakat dan diterima semua pihak dalam komunitas.

"Di dalam membuat aturan hukum, tentu adanya jaminan kepastian hukum yang tidak tumpang tindih atau bermakna ganda dalam penerapannya, serta haruslah dibuat lebih mendalam dan terinci tentang aturan perilaku dan jenis pelanggaran serta sanksi adat yang mengikat," paparnya.

Sis menambahkan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kabupaten penyangga dan sangat sentral.

"Kita sebagai perlintasan internasional agar pembahasan hukum adat agar benar-benar memikirkan hukum adat, seperti pelestarian budaya dan penguatan hukum adat," tuturnya.

Acara yang dihadiri oleh empat ketemenggungan dari delapan desa yang mengikuti musyawarah adat dan membahas hukum adat Banuaka' Taman serta merevisi buku adat. 

Untuk diketahui, buku adat dibuat senjak 13 tahun lalu baru dan pada tahun 2021 ini akan direvisi kembali. Kendati demikian, musyawarah seperti ini bukanlah hal yang baru di suku Taman Banuaka'.

"Ada istilah khusus, kami menyebutnya pasekuliang. Di sini semua lapisan masyarakat taman berkumpul untuk mendiskusikan hal-hal tertentu untuk membahasnya," ungkap ketua panitia, Hermas Rintik.

"Pramusdat sudah kita laksanakan. Hari ini untuk diskusi kelompok dan menyepakatinya," tandas Rintik. (syapari/shella)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda