Kapuas Hulu post authorKiwi 14 Juli 2021

Banjir Kapuas Hulu Rendam 5 Kecamatan Putuskan Akses Jalan Nasional

Photo of Banjir Kapuas Hulu Rendam 5 Kecamatan Putuskan Akses Jalan Nasional TERENDAM - Akibat tingginya intensitas curah hujan menyebabkan sungai meluap, sehingga terjadi banjir di 5 kecamatan yang ada di Bumi Uncak Kapuas .

 

PUTUSSIBAU, SP - Sejumlah desa di empat kecamatan wilayah Kapuas Hulu, Kalbar dilanda banjir. Akibatnya, akses ruas jalan nasional penghubung Pontianak-Putussibau, tepatnya Desa Sejahtera Mandiri, Kecamatan Hulu Gurung tidak bisa dilalui kendaraan.

Menurut Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, banjir yang melanda ini akibat tingginya intensitas curah hujan yang menyebabkan sungai meluap, sehingga terjadi banjir di 5 kecamatan yang ada di Bumi Uncak Kapuas .

Dijelaskannya, lokasi banjir tersebut Yakni  di Desa Landau Rantau dan Desa Landau Badai (Kecamatan Silat Hulu), Desa Nanga Yen, Desa Tepuai, dan Desa Sejahtera Mandiri (Kecamatan Hulu Gurung).

"Lalu Desa Jajang (Kecamatan Pengkadan), Desa Nanga Betung, Desa Landau Bunus, Desa Nanga Jemah, dan Desa Riam Mengelai (Kecamatan Boyan Tanjung), Desa Riam Piang, dan Desa Semangut (Kecamatan Bunut Hulu)," kata Gunawan.

Sampai saat ini kata Gunawan, banjir di sejumlah Kecamatan di Kapuas Hulu semakin meluas, dengan kondisi cuaca yang terus terjadi hujan.

"Selain menggenangi rumah warga air juga menggenangi jalan dan bangunan perkantoran. Untuk ketinggian air kedalamannya mencapai 3 meter lebih," paparnya.

Banjir terjadi di 5 kecamatan, termasuk ruas jalan nasional di daerah Hulu Gurung, menjadi perhatian Wakil Bupati Kapuas Hulu. Ia bersama yang melaksanakan kunjungan kerja tidak bisa melintas, karena banjir cukup dalam.

"Untuk sementara ini debit air masih naik dan ruas jalan nasional di Hulu Gurung tidak bisa dilalui kendaraan," lanjut Gunawan.

Dikatakan Gunawan, tim gabungan sudah menuju lokasi banjir khususnya di ruas jalan nasional selain melakukan monitoring juga membantu evakuasi korban banjir.

"Kami belum mendapatkan laporan berapa jumlah masyarakat terdampak banjir, menunggu laporan dari pihak kecamatan," ucapnya.

Ia mengimbau agar masyarakat terdampak banjir tidak panik dan tetap waspada serta mengutamakan keselamatan.

"Sampai saat ini kami belum menerima laporan jumlah masyarakat terdampak termasuk kerusakan fasilitas umum, kondisi air masih naik," kata Gunawan.

Dikatakan Gunawan, banjir yang terjadi di enam kecamatan di wilayah Kapuas Hulu itu disebabkan oleh tingginya hujan di daerah tersebut.

"Kami imbau masyarakat tetap waspada utamakan keselamatan, karena diperkirakan debit air masih naik, karena cuaca hujan seharian," pesan Gunawan.

Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Hulu Gurung, dengan ketinggian air di Poros Jalan Lintas Selatan penghubung Pontianak-Putussibau mencapai ketinggian air sekitar 2 meter.

Dandim 1206/Putussibau, Letkol Inf Jemi Oktis Oil, menerangkan, dampak dari banjir tersebut tidak hanya memutus akses transportasi juga merendam rumah warga setempat.

"Untungnya sampai saat ini meskipun kondisi air sudah sangat tinggi belum menimbulkan korban jiwa," katanya, Rabu (14/7).

Dijelaskan Dandim, bahkan untuk dijalur utama ketinggian air sudah  mencapai 4 meter. Untuk itu, masyarakat diminta untuk berwaspada sebab dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa.

"Saat ini anggota kami disana sedang berupaya untuk membantu dalam proses evakuasi warga yang menjadi korban banjir," papar Dandim.

Dijelaskan Dandim, warga yang menjadi korban banjir tersebut  harus segera dikeluarkan dari keterisoliran, mereka harus segera dievakuasi ketempat yang lebih aman untuk mengantisipasi agar hal hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Terkait kerugian materi para korban belum bisa dihitung sampai saat ini,  karena saat ini semuanya sedang terfokus pada upaya penyelamatan para korban banjir," ujarnya.

Dampak dari bajir tersebut juga, kata Dandim akan menghambat proses distribusi tabung oksigen Dinas Kesehatan Kapuas Hulu ke RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau.

"Tabung oksigen itu diperlukan untuk menangani pasien di rumah sakit. Oksigen itu didistribusikan dari Pontianak dan saat ini mobil yang mengangkutnya sudah sampai di Sanggau dan masih dalam perjalanan menuju Putussibau," jelasnya

Selain membantu evakuasi warga korban banjir, kata Letkol Inf Jemi, pihaknya juga akan membantu proses evakuasi tabung oksigen tersebut agar bisa secepatnya sampai ke Putussibau.

"Potensi curah hujan sampai beberapa hari kedepan diprediksi akan semakin tinggi intensitasnya. Untuk itu, masyarakat diminta berwaspada," tutur Dandim 1206/Psb.

Di Nanga Pinoh, Hujan yang turun sejak Rabu (14/7) dini hari menyebabkan air sungai meluap. Di wilayah hulu Kabupaten Melawi, seperti Kecamatan Sokan dan Tanah Pinoh, luapan Sungai Pinoh menyebabkan area pemukiman hingga pasar terendam banjir. 

Kapolsek Kota Baru, Ipda Aditya Jaya Laksana mengungkapkan jajarannya telah melakukan monitoring situasi banjir di dua desa yakni desa Suka Maju dan Desa Batu Begigi, Kecamatan Tanah Pinoh.

"Dari pemantauan sejak pukul 14.30 Wib sampai  16.00 WIB, ketinggian debit air diperkirakan setinggi 40-50 cm di desa Suka Maju dan umumnya terpusat di Dusun Trigala I dan Trigala II," paparnya.

Ipda Aditya menerangkan titik tersebut merupakan dataran yang paling rendah dan juga dekat sungai sehingga air masih dapat terendam di daerah tersebut. Namun keadaan tersebut tidak mengganggu aktivitas kerja masyarakat setempat dan dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Sedangkan, banjir di Desa Batu Begigi terpusat di Dusun Sukamaju Desa Batu Begigi dengan debit air 10-20 Cm. Namun keadaan tersebut tidak mengganggu aktivitas kerja masyarakat setempat dan dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa," ungkapnya

Kapolsek menerangkan, banjir akan terulang kembali jika curah hujan tinggi dan serta lebih dari 5 jam. Selain itu, debit air bisa terus meningkat jika sungai  dari di Kecamatan Sokan danTanah Pinoh Barat meluap dan serta curah hujan tinggi.

"Saat ini aktivitas perdagangan di daerah pasar Kotabaru masih dapat dilaksanakan. Walau sejumlah titik sudah mulai terendam banjir," terangnya. (sap/eko/ant)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda