Kapuas Hulu post authorKiwi 25 September 2021

Paket DAK Bergantung Transfer Dana Pusat Hambat Realisasi Anggaran

Photo of Paket DAK Bergantung Transfer Dana Pusat Hambat Realisasi Anggaran Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyampaikan tanggapannya atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kapuas Hulu, dalam pembahasan Raperda  Perubahan APBD Kapuas Hulu tahun 2021. IST

KAPUAS RAYA, SP - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan (Sis), menyampaikan tanggapannya atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kapuas Hulu, dalam pembahasan Rapat Peraturan Daerah Perubahan APBD Kapuas Hulu tahun 2021.

Penyampaian tanggapan tersebut dilakukan saat Sidang Paripuna, di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Kamis (23/9) siang. 

Sis memaparkan kepada para dewan bahwa realisasi anggaran tahun 2021 baru 59,83 persen. Keterlambatan itu karena paket DAK bergantung transfer dana pusat. Hal lainnya karena dominan kontraktor belum ajukan pencairan sebelum 100 persen selesai.

"Kami sudah surati agar dilakukan evaluasi serapan anggaran. Harapannya, akhir tahun ini lebih maksimal," tutur Sis.

Ia juga menjelaskan tentang bantuan keuangan kabupaten/kota dari Pemprov Kalbar. Kapuas Hulu mendapat anggaran Rp5,3 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, penggunaanya sudah ditentukan Pemprov Kalbar. Di antaranya untuk jalan usaha tani, jalan produksi, racun, dan pupuk.

"Juga untuk pembangunan balai pertemuan kecamatan di Jongkong," ujarnya.

Terkait optimalisasi program vaksinasi covid-19, Sis menuturkan sudah ada Surat Keputusan Bupati terkait pembentukan tim vaksinasi covid-19 pada Dinas Kesehatan.

Kemudian, ada 82 orang vaksinator dilatih. Berikutnya, nakes dan para medis yang ditugaskan dalam vaksinasi ada 402 orang, yang tersebar di 23 Puskesmas.

"Kita juga lakukan kerja sama dalam vaksinasi, lalu koordinasi dengan Dinkes Provinsi Kalbar terkait vaksinasi. Kemudian perluasan vaksinasi ke desa-desa," paparnya.

Sehubungan dengan tabung oksigen, kata Sis, RSUD Putussibau selalu mendata secara online. Sekarang, sudah ada penambahan tabung oksigen sebanyak 35 tabung sehingga jumlah keseluruhan sekarang ini 186 tabung. Ada juga sistem koordinasi rumah sakit Putussibau, Dinas Kesehatan dengan puskesmas dan penyedia oksigen dalam memenuhi ketersediaan oksigen.

"Kita juga selalu koordinasi dengan satgas oksigen Provinsi Kalbar," ucapnya.

Politisi dari partai PDI Perjuangan mengungkapkan sehubungan dengan pemulihan ekonomi, Pemerintah Daerah Kapuas Hulu sudah melakukan pelatihan kepada pelaku usaha mikro kecil serta koperasi.

Ada juga program BLT yang menyentuh langsung masyarakat. Dalam penyusunan APBD 2022, juga sudah ada acuan RPJMD yang memuat arah pembangunan lima tahun ke depan, termasuk sektor ekonomi.

"Program selanjutnya akan dijabarkan di RKPD dan KUA serta PPAS. Infrastruktur tetap jadi prioritas sesuai kemampuan anggaran," terang Sis.

Sidang Paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kapuas Hulu, Kuswandi didampingi Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Razali dan Hairudin serta anggota dewan lainnya.

Hadir pula Sekda Kapuas Hulu, H. Mohd Zaini berserta jajaran OPD Kapuas Hulu serta jajaran BUMD. Sidang akan berlanjut dengan agenda konsultasi, kemudian agenda pandangan akhir fraksi-fraksi. (sap/lha)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda