Kayong Utara post authorKiwi 05 Maret 2021 76

Sarana dan Prasarana Damkar di Simpang Hilir Tak Memadai

Photo of Sarana dan Prasarana Damkar di Simpang Hilir Tak Memadai Camat Simpang Hilir, Kamarudin

SUKADANA, SP -  Sebanyak sembilan titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terdeteksi di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten kayong Utara dalam sepekan terakhir. Namun, sarana dan prasarana (sarpras) yang tersedia untuk memadamkan karhutla tidak memadai.

"Kami belum mempunyai alat pemadam kebakaran. Pemadam kebakaran yang di desa, sarana dan prasarana itu kurang memadai. Sehingga kadang-kadang tidak terjangkau. Kendala lainnya adalah air, dimana saat musim kemarau sumber air sudah mulai kering,” ungkap Camat Simpang Hilir, Kamarudin di Medan Jaya, Rabu (3/3).

Kamarudin berharap, BPBD Kabupaten Kayong Utara mensiagakan sapras maupun kendaraan pemadam kebakaran di wilayah teritorialnya.

"Kami berharap BPBD Kayong Utara barangkali saat ini bisa mensiagakan kendaraan pemadam kebakaran di wilayah Simpang Hilir," harap Kamarudin.Guna mensinergikan penanganan karhutla di Simpang Hilir, digelar Apel Bersama Antisipasi Karhutla. Tujuannya, mengantisipasi desa-desa agar melakukan pencegahan karhutla.

Mengiat sudah sembilan titik api di Kecamatan Simpang Hilir, Camat bersama Kapolsek, Koramil dan unsur Forkopimcam bersinergi melakukan kerjasama mengatasi agar karhutla tidak menjalar kemana-mana.

Diungkapkan Kamarudin, Kabupaten Kayong Utara pada umumnya merupakan daerah rentan terjadi karhutla, karena hampir setiap tahun saat musim kemarau terjadi karhutla.

"Kalau ada akses lewat sungai, kami lewat Sungai Mata-mata kalau tidak bisa lewat darat," jelasnya.(arf)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda