Kayong Utara post authorKiwi 04 November 2021

Bupati Kayong Utara Selaku Leader, Harus Sering Kontrol Turun ke Lapangan

Photo of Bupati Kayong Utara Selaku Leader, Harus Sering Kontrol Turun ke Lapangan Istimewa

SUKADANA, SP - Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Barat, Brigjen Pol. Rudi Tranggono lakukan kunjungan ke Kabupaten Kayong Utara dalam rangka pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, terutama untuk pelajar/mahasiswa dan door to door, serta lansia dan ibu hamil, Kamis (4/11).

Disampaikan Rudi Tranggono, untuk Kabupaten Kayong Utara, dari data yang didapat, warga yang perlu divaksin tidak begitu banyak, hanya sekitar 90 000 orang, dan baru sekitar 28 persenan yang telah divaksin. Jika semuanya berperan aktif terlibat, dengan jumlah tersebut, kurang lebih sebulan sudah selesai.

Jika semuanya terlibat untuk Vaksinasi, Kabupaten Kayong Utara ini, dalam sebulan selesai program vaksinasinya. Namun ada kendala geografis, kendala mata pencaharian masyarakat, inilah metode-metode pelaksanaan vaksinasi yang perlu dirubah.

"Bupati Kayong Utara selaku leader, harus sering kontrol, turun ke lapangan, sehingga semuanya bisa terlibat secara langsung,"kata Rudi Tranggono yang didampingi Waka Polres Kayong Utara, Kompol Kuntadi Budi Pranoto serta dari unsur Kodim 1203 Ketapang.

Lebih jauh disampaikan Tranggono, kunjungannya tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat terbatas dengan Wakil Presiden pada tanggal 1 November 2021 lalu, dan dari hasil evaluasi, didapati data tingkat Vaksinasi untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat masih rendah secara nasional.

Sedangkan secara regional untuk provinsi Kalbar, Kabupaten Kayong Utara serta Kabupaten Ketapang juga rendah jumlah warga yang sudah divaksin. Pemerintah Pusat menargetkan per-Desember minimal seluruh Kabupaten/kota sudah mencapai 60 persen hingga 70 persen.

"Saya melihat dari kunjungan yang telah dilakukan pada beberapa Kabupaten, ternyata pola vaksinasi berbeda-beda,"katanya lagi.

Tetapi, sambung Tranggono, dari hasil itu didapat kesimpulan, diantaranya motivasi masyarakat ada yang rendah dan ada yang aktif. Ini tentunya menyangkut metode yang perlu ditingkatkan. Kemudian manejemen Vaksinasi, diperlukan waktu berjam-jam untuk seseorang bisa divaksinasi.

"Ini juga perlu kita perbaiki. Kita kasih saran kepada pemerintah daerah, agar masyarakat jangan berlama-lama menunggu pada saat vaksinasi. Kalau satu orang dibutuhkan waktu selama 10 menit saja, berarti satu jam hanya 6 orang yang sudah divaksin. Sementara yang antri bisa 100 hingga 200 orang,"imbuhnya.

Disebutkannya pula, peran serta masyarakat yang harus didorong pemerintah daerah untuk ikut terlibat dalam program vaksinasi.

Sementara itu, Tranggono melanjutkan, hingga 1 November 2021, dari data yang ada, untuk Kabupaten Kayong Utara, ketersediaan Vaksin, masih ada 24 000. Vaksin ini memiliki kadaluarsa, jika tidak segera dipergunakan, tentulah akan menjadi mubazir.

"Bukan berarti Kabupaten Kayong Utara tidak melaksanakan kegiatan Vaksinasi, tetapi kita kalah dengan Kabupaten-Kabupaten tetangga yang bisa memvaksin lebih besar,"pungkasnya.(rif)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda