Kayong Utara post authorKiwi 05 Agustus 2025

Dinkes KB SosialisasikanGATI ke PB BJS

Photo of Dinkes KB SosialisasikanGATI ke PB BJS enyuluh KB Kecamatan Teluk Batang, Neneng Purwanti foto bersama anggotaPersatuan Badminton Borneo Jaya Sport (PB BJS) Teluk Batang disela SosialisasiGerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)diGedung Olahraga Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Teluk Batang.

SUKADANA, SP -Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Kayong Utara melalui Balai Penyuluh KB Kecamatan Teluk Batang menggelar Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui pilar pendekatan berbasis komunitas. Salah satunya komunitas kelompok olahraga, yakni Persatuan Badminton Borneo Jaya Sport (PB BJS) Teluk Batang.

“Peran ayah dalam keluarga harus dilihat secara holistik. Program GATI hadir mengajak masyarakat secara perlahan mengubah stigma bahwa sentra pengasuhan anak di rumah tidak hanya tugas dari seorang ibu,” ujar Penyuluh KB Kecamatan Teluk Batang, Neneng Purwanti ketika memandu acara sosialiasi diGedung Olahraga Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Teluk Batang, Jumat (1/8).

Kehadiran ayah dalam kehidupan anak secara aktif terang Neneng Purwanti, akan berdampak signifikan terhadap kesehatan, prestasi, mental dan perilaku sosial anak. Untuk itu, sosialisasi GATI menjadi langkah awal yang penting dalam membangun keluarga yang kokoh, masyarakat yang sehat, dan generasi bangsa yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Sosok ayah menjadi remote control dalam menentukan kualitas keluarga,” tegasnya.

Neneng Purwanti berharap dengan semangat kebersamaan dan komitmen bersama masyarakat menjadikan sosialisasi GATI bisa terus menyebar kesemua masyarakat yang bergelar ayah, agar terwujud keluarga yang berkualitas.

PB BJS yang beranggotakan 35 orang dengan latar belakang pekerjaan yang beragam kata Neneng Purwanti, dianggap mampu membantu sosialisasi program GATI secara masif di lingkungan kerja dan tempat tinggal para anggota PB BJS.

“Sosialisasi GATI bertujuan mendorong peran ayah dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan generasi yang berkualitas,” jelasnya.

Program GATI merupakan inisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga merespon fenomena fatherless atau ketidakhadiran ayah baik secara fisik dan psikologis, sehingga berdampak pada perkembangan karakter, mental, sosial anak-anak yang bisa mengancam kualitas tumbuh kembang generasi muda Indonesia.(rls)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda