Kayong Utara post authorEliazer 05 November 2025

Kayong Utara Menuju Era Baru: Smelter Pulau Penebang Dorong Ekonomi Kalbar Naik Kelas

Photo of Kayong Utara Menuju Era Baru: Smelter Pulau Penebang Dorong Ekonomi Kalbar Naik Kelas Dokter dari PT DIB melakukan pemeriksanaan kesehatan masyarakat di Pulau Meledang, desa Pelapis, Kayong Utara secara gratis. DIB selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) merupakan gambaran investasi yang berdampak positif bagi perekonomian

PONTIANAK, SP - Kayong Utara bersiapberkembang menjadi daerah maju. Smelter pengolahan bauksitsegera berdiri di Pulau Penebang.

Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Penebang resmiditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025– 2029, yang diperkuat lewat PeraturanMenko Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Berlokasi di Pulau Penebang, sebuah pulau yang jauh dari pemukiman warga dan secara administrasi merupakan bagian dari Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Keberadaan PSN ini diyakini bakal jadi episentrum ekonomibaru di selatan Kalbar. Kini, PSN yang dibangun oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB) bersiap jadi pusat industri besar di selatan Kalbar.

Ketua DPRD Kalbar Aloysius optimis smelter yang mulaidibangun akan jadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah.

Investasi besar seperti ini pasti berdampak luas. Ekonomi tumbuh, lapangan kerja terbuka,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kalbar di angka 5,59 persen. Peringkat ketujuh nasional. Dengan hadirnya smelter, Kayong Utara berpeluang jadi episentrum ekonomi baru di pesisir selatan.

Nilai Tambah dan Kemandirian

Bagi Aloysius, pembangunan smelter di Pulau Penebang bukan sekadar proyek fisik, tapi simbol hilirisasi nyata.

“Bauksit tak lagi dijual mentah. Diolah di sini, nilai tambahnya untuk daerah,” tegasnya.

Dengan industri pengolahan di dalam negeri, Kalbar tak hanya mengekspor bahan mentah.

Industri pendukung tumbuh, pendapatan daerah meningkat, dan tenaga kerja terserap. Namun, Aloysius menegaskan satu hal: tenaga kerja lokal harus jadi prioritas.

“Masyarakat Kalbar mampu. Jangan semua pekerja dari luar,” katanya.

Ia menilai warga lokal cukup kompeten di bidang umum dan pendukung. Hanya untuk sektor teknis tertentu, tenaga luar bisa diambil.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung:jalan, pelabuhan, hingga fasilitas dasar. Semua harus siap agar proyek berjalan lancar dan memberi efek berganda.

“DPRD akan mengawal penuh proyek ini,” tegasnya.

Momentum Kebangkitan Ekonomi Kalbar

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyebut pembangunan smelter di Pulau Penebang sebagai momentum besar kebangkitan ekonomi kepulauan.

“Ini pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kalbar,” ujarnya.

Pemprov, kata Norsan, mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo dalam mempercepat realisasi PSN tersebut.

“Smelter ini sejalan dengan visi Kalbar: pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan kemandirian industri,” katanya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan akses laut, jaringan listrik, dan komunikasi. Perguruan tinggi lokal ikut dilibatkan untuk menyiapkan tenaga kerja terampil, agar masyarakat sekitar bisa terlibat langsung.

“Kita ingin masyarakat lokal jadi pelaku utama, bukan penonton,” tegas Norsan.

Ia optimistis, Pulau Penebang akan tumbuh menjadi kawasan industri modern, hijau, dan inklusif.

“Kita sedang menuju babak baru. Pulau Penebang akan jadi simbol kemajuan itu,” ucapnya.

Efek Domino Ekonomi

Pengamat ekonomi Universitas Tanjungpura, Andy Kuriniawan Bong, menilai proyek smelter bisa jadi penggerak ekonomi rakyat.

“Kalau industri tumbuh, ekonomi berputar. Lapangan kerja terbuka. PDRB naik,” ujarnya.

Dampaknya merembet ke banyak sektor: transportasi, logistik, perhotelan, rumah makan, hingga bahan bangunan.

UMKM lokal juga berpeluang besar ikut dalam rantai pasok: dari penyedia bahan baku, transportasi, hingga konsumsi pekerja.

“Kalau sinerginya kuat, manfaatnya tak berhenti di industri besar,” tambahnya.

Namun, Andy mengingatkan: smelter adalah industri modern. Membutuhkan pekerja yang terampil.

“Karena itu, anak-anak daerah harus disiapkan dari sekarang.Sesuaikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Jangan kalah di kandang sendiri,” pesannya.

Ia juga mekankan, pemerintah perlu memetakan kebutuhantenaga kerja sejak dini dan menyiapkan pelatihan. Tanpa itu, peluang kerja bisa direbut pendatang.

Smelter Pulau Penebang bukan sekadar investasi. Ia adalah ujian besar bagi Kalimantan Barat. Apakah Kalbar siap naik kelas?

Jika dikelola baik, Pulau Penebang bisa menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi Kalbar. Kuncinya: pembangunaharus tumbuh bersama kesejahteraan masyarakat. (bro)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda