Kayong Utara post authorKiwi 07 Juli 2020 77

APBD Dipangkas Rp67 Miliar, Pemkab Kayong Utara Fokus Penanganan Covid-19

Photo of APBD Dipangkas Rp67 Miliar, Pemkab Kayong Utara Fokus Penanganan Covid-19 TINJAU - Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad meninjau jembatan yang rusak, usai Sosialisasi Air Bersih dan Sanitasi di Desa Dusun Kecil dan Desa Dusun Besar, Kecamatan Pulau Maya, Sabtu (4/7).

SUKADANA, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara hingga kini masih fokus melakukan penanganan pandemi Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Bahkan, tahap awal APBD 2020 harus dipangkas sebesar Rp67 miliar.

Penegasan itu diungkapkan Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad dalam Sosialisasi Air Bersih dan Sanitasi di Desa Dusun Kecil dan Desa Dusun Besar, Kecamatan Pulau Maya, Sabtu (4/7).

“Tahap awal saja kita harus memangkas anggaran sebesar Rp67 miliar di APBD 2020, belum lagi turunnya Dana Bagi Hasil, dan defisit keuangan yang dialami pemerintah pusat, menyebabkan dampak diseluruh pemerintah dari provinsi sampai ke kabupaten/kota. Bahkan kita dituntut sampai 50 persen anggaran fisik APBD untuk penanganan Covid-19,” beber Effendi.

Effendi melanjutkan, masyarakat memang mengalami kesusahan, karena minimnya infrastruktur yang memadai. “Saya akan memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan PerkimLH untuk membahas ini,” ucapnya.

Walau begitu, tambah Effendi, beberapa infrastruktur lain seperti puskesmas telah dibangun di Desa Dusun Besar tahun lalu. “Kami saat ini tinggal mendatangkan dokter untuk bertugas disana,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Saptardo mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan menjelang akan turunnya program air bersih yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) cadangan di Desa Dusun Kecil dan Dusun Besar.

“Ini sengaja kita sosialisasikan lebih dahulu, agar masyarakat tahu akan keberadaan program dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Melalui anggaran DAK 2021 untuk sanitasi, terang Saptardo, Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kayong Utara mengusulkan bantuan septic tank ramah lingkungan skala individual untuk warga yang belum memiliki akses sanitasi berupa mandi cuci kakus (MCK).

“Program ini berkelanjutan yang akan terus dilaksanakan hingga tahun 2023, untuk menuntaskan program nasional, yaitu universal akses,” pungkasnya.(hms/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda