Kayong Utara post authorKiwi 10 Juni 2020 560

DPRD KKU Investigasi Ricuh Audiensi Apdesi Soal Bansos

Photo of DPRD KKU Investigasi Ricuh Audiensi Apdesi Soal Bansos RICUH – Kericuhan terjadi saat Audiensi Apdesi dengan Pemkab KKU yang diwakili Dinas SP3APMD dan difasilitasi oleh DPRD, Selasa (9/6).

SUKADANA, SP - Ketua DPRD KKU, Sarnawi membenarnya adanya kejadian saat rapat audiensi yang diminta oleh Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) KKU dengan Pemerintah Daerah dan difasilitasi DPRD KKU. Ia pun melakukan rapat internal untuk membahas persoalan tersebut.

Disampaikan Sarnawi, yang menjadi fokus utama anggota DPRD KKU sebenarnya adalah menindaklanjuti persoalan  yang dihadapi Pemerintah Desa menyangkut bantuan sosial yang menggunakan Dana Desa. Pada rapat internal tersebut, katanya lagi akan dibahas duduk persoalan yang sebenarnya, sehingga bisa diambil langkah selanjutnya.

"Namun yang menjadi fokus utama anggota DPRD KKU adalah menindaklanjuti persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah Desa menyangkut Dana Desa," sebut Sarnawi.

Pada rapat audiensi tersebut, telah dihasilkan beberapa rekomendasi menyangkut bantuan dari Pemerintah Desa dalam menangani Pandemi Covid-19 kepada Pemerintah Daerah Kayong utara.

Mudah-mudahan kekisruhan persoalan bantuan dampak covid-19, pihak legislatif bersama eksekutif, bisa didapatkan solusi terbaik bagi masyarakat Kayong Utara.

"Atas nama Lembaga Legislatif KKU yang mewakili Masyarakat KKU memohon maaf kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Kayong Utara, jika  dalam rapat mencarikan solusi tentang bantuan tersebut ada kejadian yang kurang mengenakkan bagi Masyarakat," terangnya.

Kepada semua pihak dirinya juga berharap Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) akibat dari dampak Covid 19, Legislatif bersama Eksekutif bisa mencarikan jalan keluarnya asalkan tidak menyalahi aturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Sebelumnya, rapat audiensi yang digelar oleh Adpesi bersama Pemkab KKU, dalam hal ini diwakili oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSP3APMD), yang difasilitasi oleh DPRD KKU dan berlangsung di ruang rapat DPRD, Selasa (9/6) berakhir ricuh.

Berdasarkan rekaman video amatir yang berdurasi 02.24 menit dan beredar luas di Medsos, terjadi aksi pukul meja hingga saling dorong. Pada video tersebut, tampak Kedis SP3APMD, Mac Novianto, Kepala Desa Pangkalan Buton Anshari, dan beberapa anggota DPRD dari Komisi III.

Kepala Desa (Kades) Pangkalan Buton, Anshari menerangkan adanya kisruh antara legislatif dan eksekutif pada rapat audiensi Pembahasan Bansos Covid-19 di ruang rapat Kantor DPRD, antara Apdesi dengan Pemerintah Daerah, yang difasilitasi DPRD Kayong Utara.

Anshari memaparkan, rapat itu merupakan audiensi yang diinisiasi Apdesi guna membahas Dana Desa yang akan diberikan kepada masyarakat mengenai penanganan Pandemi Covid-19 yang difasilitasi oleh DPRD KKU.

Menurutnya Pemerintah Desa mengalami beberapa kendala, diantaranya dana yang mereka miliki tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Bantuan Langsung Tunai (BLT) masyarakat desa.

"Ada hal-hal yang perlu diperjuangkan karena Desa Pangkalan Buton mempunyai 1.400 Kepala Keluarga tidak terkover Dana Desa, BLT. Oleh itu kami mengadakan audensi ke DPRD. Kami minta pertanggungjawaban dari Kabupaten, apakah bisa mengkover masyarakat yang tidak mendapat bantuan dari desa,” terang Anshari.

Pada rapat tersebut, Pemerintah Desa tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari DSP3APMD. Penjelasan yang diberikan oleh Kadis pun terkesan bertele-tele. Dirinya mengusulkan pihak Pemerintah Daerah dapat membuka DPA Anggaran Kayong Utara secara transparan sehingga baik pihak Desa dan masyarakat mengetahui secara jelas anggaran yang tersedia saat ini.

“Kepala Dinas SP3APMD tidak menjelaskan apa yang kami tanyakan (Kepala Desa), malahan mutar-mutar menjelaskan, padahal simpel yang kami tanyakan. Apakah ada bantuan dari kabupaten atau tidak, itu saja,” jelasnya.

Akhirnya kericuhan pun tak terhindari ketika peserta audisi meminta penjelasan Kadis SP3APMD langsung ke inti permasalahan. Aksi pukul meja, suara yang meninggi, hingga saling dorong tak dapat dielakkan. Sejumlah peserta lain pun berusaha menenangkan dan Ketua DPRD juga berupaya agar kondisi kembali kondusif. (rif)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda