Kayong Utara post authorKiwi 11 Juli 2020 37

Daftar Pemilih Berkelanjutan Kayong Utara 88.381 Pemilih

Photo of Daftar Pemilih Berkelanjutan Kayong Utara 88.381 Pemilih PLENO - Peserta rapat pleno usai menerima Salinan Berita Acara Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan di KPU Kabupaten Kayong Utara, Kamis (9/7).

SUKADANA, SP – Menerapkan dua cara interaksi sekaligus, tatap muka dan dalam jaringan (Daring), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kayong Utara menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Periode Juni, Kamis (9/7). Ditetapkan DPB sebanyak 88.381 pemilih, meliputi 45.402 laki-laki dan 42.979 perempuan.

Rapat pleno di Ruang Rapat Kantor KPU, Jalan Bhayangkara Sukadana, Kabupaten Kayong Utara dihadiri Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan partai politik (Parpol), menetapkan jumlah DPB Kabupaten Kayong Utara periode Juni 2020.

“Penetapan Daftar Pemilih Berkelanjutan kali ini untuk yang pertama kali di era new normal, dan memberikan keleluasaan untuk menjelaskan beberapa hal penting. Salah satunya adalah banyaknya data pemilih yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” kata Anggota KPU Kabupaten Kayong Utara, Effian Noer.

Dia menjelaskan, sebanyak 89.301 pemilih dalam data DPB Mei 2020, dimana terdapat TMS sebanyak 1.244 pemilih. Data TMS tersebut diperoleh pasca verifikasi bersama KPU Kabupaten Kayong Utara, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dan Bawaslu Kabupaten Kayong Utara. Terungkap pula sebanyak 1.064 pemilih ganda, dan 180 pemilih meninggal dunia yang tersebar di enam kecamatan.

“Selain data TMS, terdapat 324 pemilih baru yang juga membuat jumlah pemilih di Kabupaten Kayong Utara berubah,” imbuhnya.

Penyampaian Data Terperinci

Anggota Bawaslu Kabupaten Kayong Utara, Kosasih mengapresiasi Rapat Pleno Terbuka KPU Kayong Utara, karena bisa lebih leluasa mendapat penjelasan dan berinteraksi dalam apat tersebut.

“Saya mengapresiasi peserta pemilu yang ikut hadir dalam rapat pleno ini. Penyampaian datanya sudah lebih terperinci, dan didasarkan dari data instansi terkait,” kata Kosasih.

Dia juga mengapresiasi upaya rapat yang dilakukan dengan dua jalur, yakni jalur tatap muka dan daring. “Karena kondisi hujan yang tidak memungkinkan semua peserta pemilu hadir di tempat acara,” ujarnya.(arf/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda