Kayong Utara post authorKiwi 13 November 2021

Sinergisitas BKKBN dan Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Program Bangga Kencana

Photo of Sinergisitas BKKBN dan Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Program Bangga Kencana Sosialisasi program bangga kencana bersama mitra di Kabupaten Kayong Utara, Jum'at (12/11).

KAYONG UTARA, SP - BKKBN sebagai lembaga non kementerian yang mendapat tugas dalam penyelenggaraan program bangga kencana. Selalu berupaya maksimal menjalankan program bersama mitra diantaranya dengan Komisi IX DPR RI. Hal tersebut diwujudkan dengan sosialisasi bersama mitra yang dilakukan di Kabupaten Kayong Utara, Jum'at (12/11).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny C Soriton mengatakan sinergisitas yang dilakukan BKKBN bersama Komisi IX DPR RI merupakan salah satu wujud akuntabilitas pelayanan publik. Sehingga berbagai program yang dilaksanakan bisa berjalan maksimal.

"Kegiatan kemitraan BKKBN dan Komisi IX DPR RI merupakan sinergitas antara eksekutif dan legislatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny C Soriton.

Tenny menambahkan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021. BKKBN ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan penurunan stunting oleh Presiden RI. Amanah tersebut menurutnya tentu diturunkan hingga tingkat kabupaten kota.

Dirinya menyebutkan kasus stunting memamg tidak dapat di sembuhkan akan tetapi bisa dicegah. Sehingga BKKBN BKKBN berupaya melakukan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting.

"Pemahaman kesehatan reproduksi dan stunting bagi calon pengantin harus dimaksimalkan dan dioptimalkan serta saling berkolaborasi dengan lembaga dan instansi terkait," jelasnya.

Dikatakannya upaya lain yang dilakukan dalam penanganan stunting yakni dengan membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap desa. Tim tersebut akan bertugas melaksanakan deteksi dini faktor resiko stunting. Serta melakukan upaya meminimalisir atau mencegah pengaruh bila terdapat faktor resiko stunting di suatu keluarga.

"Upaya tersebut diantaranya dengan memberikan edukasi, konseling dan fasilitasi bantuan kepada keluarga beresiko stunting," ungkapnya.

Selanjutnya ditempat yang sama anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kalbar 1, Alifuddin yang hadir secara virtual mengatakan salah satu penyebab terjadinya Stunting ini adalah pernikahan dini. Menurutnya pernikahan harus benar-benar direncanakan. Sehingga nantinya akan melahirkan generasi yang berkualitas.

"Tentu saja yang kita harapkan bangsa yang kuat bangsa yang benar-benar tangguh dihadapan bangsa yang lain," tutupnya.(din)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda