Kayong Utara post authorKiwi 30 Juni 2020 39

Kayong Utara Tanpa Kasus Positif Covid-19

Photo of Kayong Utara Tanpa Kasus Positif Covid-19

SUKADANA, SP - Kabupaten Kayong Utara siap menuju zona hijau. Jika hingga 30 hari depan mampu menjaga tidak ada kasus positif Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) lagi. Kini hanya terdapat 6 Orang Tanpa Gejala (OTG) dan 8 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Data itu dilansir dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GT2P) Covid-19 Kabupaten Kayong Utara. Sebaran Covid-19 untuk Pasien Dalam Pengawasan juga tercatat nol.

Kepala Dinas Kesehatan yang juga Anggota Tim GT2P Covid-19 Kabupaten Kayong Utara, Bambang Suberkah mengatakan, jika dalam kurun waktu 30 hari ke depan tidak ada kasus positif Covid-19 di wilayah tersebut, kemungkinan bisa masuk zona hijau.

“Saat ini di Kayong Utara tidak ada kasus positif lagi. Kalau kita bisa bertahan selama satu bulan, maka Kayong utara bisa dinyatakan sebagai zona hijau. Kalau sudah dinyatakan sebagai zona hijau, kita boleh melaksanakan kehidupan sebagaimana biasanya, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Bambang Suberkah di Sukadana.

Dia mengingatkan masyarakat, agar tetap waspada terhadap Covid-19 dan tetap patuh dengan anjuran pemerintah. Kayong Utara masih rawan, karena saat ini mobilitas masyarakat Kayong Utara masih cukup tinggi, baik yang datang maupun pergi dari tempat yang masih ada kasus positif Covid-19.

“Di Seponti belum ditemukan lagi kasus positif, tetapi bukan berarti Seponti terbebas dari rasa aman, karena di sekitar kita masih ada interaksi dari orang keluar masuk, termasuk dari daerah yang ada kasusnya. Jadi masih cukup berisiko," tegasnya.

Ubah Gaya Hidup, Terapkan 3M

Masyarakat diminta mengubah gaya hidup dengan menerapkan 3M yakni, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama melakukan aktivitas diluar maupun di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara, Bambang Suberkah menegaskan, agar kemana-mana masyarakar selalu memakai masker.

"Kenapa kita harus memakai masker, karena ada penelitian yang menyebutkan, jika kita sama-sama menggunakan masker tingkat penularan hanya 1,5 persen. Jadi kalau kita tidak mau menularkan atau tertular, pakailah masker," ungkapnya.

Selain itu, Bambang berharap, masyarakat agar selalu memerhatikan jaga jarak.

“Jika mengantre jangan berdesakan, kalau makan di warung makan, tetap jaga jarak dan selalu menjaga jarak minimal 1 meter,” ujarnya.(arf/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda