Ketapang post authorKiwi 03 Mei 2021 563

Polres Ketapang Gagalkan Dugaan Upaya Pengeboman Ikan

Photo of Polres Ketapang Gagalkan Dugaan Upaya Pengeboman Ikan Kapolres Ketapang saat menyampaikan press release pengungkapan kasus dugaan kejahatan di perairan Ketapang.

KETAPANG, SP - Kepolisian Resort (Polres) Ketapang berhasil mengamankan 2 buah Kapal nelayan yakni KM Bintang Jrangali dan kapal tak bernama beserta 7 orang warga di pelabuhan kecil Jalan Tengkawang Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan, Minggu (2/5) sore.

Dua kapal beserta 7 warga diamankan tim gabungan Polsek Delta Pawan, Polsek Benua Kayong, Satuan Polairud serta tim dari PSDKP lantaran diduga membawa sejumlah peralatan dan bahan yang diduga akan digunakan untuk menangkap ikan secara Ilegal.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono mengatakan kalau pihaknya berhasil menggagalkan upaya sejumlah warga yang diduga akan melakukan penangkapan ikan secara Ilegal.

"Ada 7 warga yang saat ini kita amankan dan sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan penangkapan ikan secara Ilegal," katanya, Senin (3/5) siang.

Wuryantono melanjutkan, ketujuh warga yang diamankan diantaranya MA (35) nahkoda sekaligus pemilik Kapal KM Bintang Jrangali yang merupakan warga Kabupaten Kayong Utara, SM (41) nahkoda kapal tanpa nama, HT (53) yang merupakan pemilik bahan, SI (43) yang merupakan kurir pembeli bahan, serta YD (23), TN (17), SR (18) yang merupakan anak buah kapal (ABK)

"Selain 7 warga, kita juga mengamankan barang bukti diantaranya 3 karung pupuk merk Cantik (Calcium Ammonium Nitrate) ukuran 50 kg, 3 botol kecap kosong, 2 ken solar, 1 kotak korek api kayu, 55 batang pipa alumunium, 3 buah kacamata selam, tali yang diduga sumbu, 1 kantong dempol, 2 buah batu pemberat, 1 buah kompresor, 2 buah selang untuk menyelam, 1 buah ikat pinggang peberat dan 3 buah serok ikan.

"Dari pengakuan awal mereka tidak mengaku kalau barang-barang akan digunakan untuk mengebom ikan, namun bahan-bahan itu belum dirangkai menjadi satu dan masih terpisah namun direncanakan atau diindikasikan dibuat detonator, hanya saja kita telah melakukan penyelidikan dan penyidikan dan ada dua alat bukti yang cukup makanya mereka kita amankan dan kita dalami kasus ini," tegasnya.

Wuryantono menambahkan, dari pengakuan yang didapat bahwa bahan-bahan tersebut didapat dari salah satu toko yang menjual pupuk dan alat pertanian di Ketapang.

"Ini kita sedang dalami. Terkait apakah bahan-bahan dijual bebas kita juga akan dalami termasuk memerlukan pemeriksaan terhadap saksi ahli termasuk dari pihak dinas pertanian," tuturnya.

Wuryantono menerangkan, jika terbukti maka para pelaku diancam dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 2001 tentang Senjata Api atau Bahan Peledak, atau pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahum 2004 tentang perikanan dengan ancaman paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar. (Teo)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda