Ketapang post authorKiwi 21 September 2020 1,648

Izin Usaha Pertambangannya Habis, PT. SRM Dituding Lakukan Penambangan Ilegal Menggunakan Dinamit

Photo of Izin Usaha Pertambangannya Habis, PT. SRM Dituding Lakukan Penambangan Ilegal Menggunakan Dinamit Foto suasana terowongan penambangan emas pt srm. Foto istimewa

KETAPANG, SP - Pasca keributan yang terjadi di PT. Sultan Rafli Mandiri (SRM) yang membuat ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok harus dievakuasi aparat kepolisian, diketahui beberapa fakta terbaru diantaranya soal penambangan emas secara Ilegal yang dilakukan perusahaan sejak IUP-OP habis masa berlaku per Juni 2020 serta masih adanya informasi mengenai adanya dinamit yang terpasang di dalam terowongan penambangan emas.

Saat dikonfirmasi, satu diantara ahli waris lahan yang dipergunakan oleh PT. SRM, Imran mengaku sangat menyayangkan sikap perusahaan yang selama ini tertutup dan arogan hingga akhirnya memicu terjadinya keributan.

“Dari kejadian kemarin banyak hal baru terungkap, mulai dari banyaknya TKA Tiongkok yang diperkerjakan dan hanya sebagian yang dilaporkan ke Imigrasi hingga Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi perusahaan yang telah habis masa berlakunya pada Juni lalu, sehingga dapat dipastikan selama beberapa bulan perusahaan bermodalkan asing yang direktur utamanya Cheng Chang Ren, Direktur Pamar Lubis dan Komisaris Utama Yudis Adisty Lubis melakukan penambangan secara Ilegal,” katanya.

Imran terkejut dengan adanya informasi bahwa didalam terowongan tempat penggalian emas dilakukan sudah dilakukan pemasangan dinamit yang dinilainya tentu sangat membahayakan jika dibiarkan.

“Kami berharap agar informasi segera ditindak lanjuti jika benar adanya dinamit di dalam terowongan agar dapat segera dilakukan evakuasi demi menjaga keselamatan bersama,” mintanya.

Imran juga mempertanyakan, mengenai juru ledak dinamit di dalam terowongan lantaran informasi yang didapatnya kepala teknik tambang (KTT) beserta juru ledak selalu tidak berada ditempat.

“Kalau tidak ada di tempat, jadi siapa yang selama ini yang melakukan peledakan dilokasi tambang itu,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Primas mengaku kalau untuk keberadaan dinamit di dalam terowongan diakuinya bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan.

“Karena masih proses pengurasan air terowongan, jadi untuk informasi keberadaan dinamit belum bisa kami pastikan,” katanya.

Primas melanjutkan, saat ini memang benar perusahaan tersebut telah diberhentikan sementara kegiatannya sesuai kesepakatan hasil rapat yang digelar di Mapolres Ketapang beberapa hari lalu.

Saat ditanyai mengenai penggunaan dinamit dalam aktivitas pertambangan, Primas mengaku kalau perizinan terkait Handak milik perusahaan memang ada.

“Kalau untuk terkait perijinan Handak terpusat di Mabes, kami Polres Ketapang hanya dapat tembusannya saja,” tukasnya. (Teo)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda