Ketapang post authorKiwi 23 Juni 2021

Polres Ungkap Motif Pembunuhan di Sandai, Hutang Rp 100 Ribu Hingga Sama-sama Pakai Sabu

Photo of Polres Ungkap Motif Pembunuhan di Sandai, Hutang Rp 100 Ribu Hingga Sama-sama Pakai Sabu Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono didampingi Wakapolres Kompol Jonathan saat berbincang bersama kedua pelaku pembunuhan.

KETAPANG, SP - Kepolisian Resort (Polres) Ketapang menggelar press release pengungkapan kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Sandai, Kamis (17/6) lalu.

Dua pelaku yakni Martin Dandi (23) dan F (16) yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut mengaku nekad melakukan pembunuhan terhadap korban lantaran kesal korban tidak membayar hutang dan ingin memiliki sepeda motor milik korban.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono mengtakan kalau pengungkapan kasus pembunuhan ini berawal dari adanya informasi masyarakat mengenai penemuan mayat tanpa identitas di Dusun Tumbang Pauh Desa Sandai Kecamatan Sandai, pada Kamis (17/6) sekitar pukul 08.30 WIB.

"Dari informasi tersebut anggota Polsek melakukan olah TKP dan disekitar lokasi penemuan mayat ditemukan identitas korban, yang merupakan warga Kubu Raya yang bekerja di salah satu toko bangunan di Sandai," katanya, Rabu (23/6).

Wuryantono melanjutkan, sebelumnya pihaknya berhasil meringkus satu pelaku yakni Martin Dandi (23) di hari yang sama saat ditemukannya korban. Yang mana pelaku pertama diamankan setelah menemukan motor korban di toko bangunan ALIF tempat korban bekerja yang diketahui motor tersebut dibawa oleh pelaku.

"Pelaku MD kita amankan saat berada di toko tersebut. Dari keterangan pelaku diketahui bahwa MD melakukan aksinya bersama dengan F (16)," jelasnya.

Wuryantono menambahkan, pelaku F akhirnya berhasil diamankan pada Minggu (20/6) sekitar pukul 20.30 WIB di Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang.

"Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti satu unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja, 3 balok kayu dan lainnya telah diamankan di Mapolres Ketapang. Keduanya diancam dengan pasal 340 KUHP dan atau 338 KUHP dan atau 351 ayat ( 3 ) KUHP dengan ancaman maksimal 20 Tahun penjara," tegasnya.

Wuryanto mengaku, khusus untuk tersangka F yang saat ini masih berusia di bawah umur proses hukum terhadapnya melibatkan pihak terkait termasuk Bapas.

"Dari keterengan pelaku MD dia kesal korban tidak membayar hutang pembelian sabu yang mana keduanya biasa mengkonsumsi sabu bersama namun karena korban tidak membayar makanya pelaku kesal," jelasnya.

Sementara itu, tersangka Martin Dandi (23) mengaku nekad menghabisi nyawa korban lantaran kesal korban tidak membayar utang kepadanya sebesar Rp 100 ribu.

"Makai sabu beli di Sandai, dia utang saya 100 ribu, jadi saya nekad pukul dia pakai balok sebanyak 3 kali," akunya.

Sedangkan pelaku F (16) yang jug merupakan rekan kerja korban juga mengaku ikut menghabiskan korban dengan memukul wajah korban ketika korban sudah terjatuh untuk kemudian membawa motor korban.

"Saya bantu pelaku MD karena dibayar 100 ribu dan diberi memakai sabu," tukasnya. (Teo)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda