Ketapang post authorKiwi 23 Juni 2021

Raja Hulu Aik Gelar Ritual Adat Maruba

Photo of Raja Hulu Aik Gelar Ritual Adat Maruba Istimewa

 

KETAPANG, SP - Raja Hulu Aik Desa Sembilan Domong Sepuluh akan menggelar agenda tahunan Raja Hulu Aik. Agenda ritual adat bernama MaruBa akan digelar pada 25-26 Juni mendatang.

Acara rutin tahunan kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Maruba tahun ini diselipkan dengan acara Kisar Pesalin Patih Jaga Pati Desa Sembilan Domong Sepuluh.

Selain itu, pada acara itu juga akan dilanjutkan dengan acara Pengukuhan Sembilan Domong Kerajaan Hulu Aik serta Pengukuhan Lembaga Adat Petinggi Mangku Dangeri I Kecamatan Simpang Dua.

Humas Kerajaan Hulu Aik, Thomas Tion, mengatakan kegiatan Maruba tahun ini terdiri dari dua bagian.

Pertama, upacara adat Maruba. Ritual Maruba diawali dengan ritual adat Pembukaan Maruba yang berlangsung di kediaman Raja Hulu Aik, pada Kamis (24/6). Pada pembukaan Maruba ini selain acara ritual, diadakan juga acara begendang dan menari adat.

Keesokan harinya, pada Jumat (25/6), acara Maruba diawali dengan serangkaian persiapan. Mulai sari beramu yakni mencari bahan-bahan untuk ritual adat ke hutan dan mempersiapkan bahan-bahan sesajiannya.

"Pelaksanaan ritual adat Maruba sendiri dijadwalkan pukul 13.00 hingga 15.30 WIB. Ritual adat Maruba akan diadakan di Ruang Situs Kerajaan Hulu Aik," katanya, kemarin (23/6).

Tion melanjutkan, pada kesempatan ini Raja Hulu Aik, Petrus Singa Bansa akan membersihkan pusaka Bosi Koling, berupa sebilah keris dan benda pusaka-pusaka Kerajaan Hulu Aik lainnya seperti tongkat rakyat, unggun tembaga, jangka damar, batu udang dan lain-lainnya. Di ruang yang sama, setelah membersihkan barang-barang pusaka, Raja Hulu Aik akan akan menggantikan pakaian pusaka.

Tion menjelaskan, usai membersihkan barang pusaka dan menggantikan pakaian pusaka, dilanjutkan acara ritual Buang Sial di Sungai Krio. Pada acara buang sial ini, Raja Hulu Aik memandikan warga di pemandian Raja di Sungai Krio. Saat ritual ini, Raja Hulu Aik duduk di tangga pemandian yang terbuat dari kayu ulin atau belian, lalu menyiram warga yang mandi dengan maksud hendak membuang segala sialnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Timang Tanduk Sengiang Holanb di kediaman Raja Hulu Aik. Raja Hulu Aik beserta tamu undangan minum tuak di tanduk. Acara adat Timang Tanduk Sengiang Holang ini diiringi musik tradisionak begendan dan tarian adat.

Pada 26 Juni, acara dilanjutkan dengan Kisar Pesalin Patih Jaga Pati Desa Sembilan Domong Sepuluh di kediaman Raja Hulu Aik. Pada acara ini, Raja Hulu Aik akan melantik Patih Jaga Banua, Alexander Wilyo, dengan gelar Patih Jaga Pati. Acara dilanjutkan ritual Pengukuhan Lembaga Adat Petinggi Mangku Dangeri I Kecamatan Simpang Dua oleh Raja Hulu Aik.

"Usai itu adalah acara puncak Maruba yakni acara Bayar Niat. Pada kesempatan ini, Raja Hulu Aik memberi kesempatan kepada siapapun untuk membayar niatnya secara pribadi," jelasnya.

Tion menambahkan, acara adat Maruba kali ini akan dihadiri oleh Bupati Ketapang, beserta Danlantamal XII Pontianak, para domong adat dari Ketapang, Sanggau, Sekadau, Kalimantan Tengah serta para Ketua DAD dan masyarakat adat Kabupaten Ketapang.

"Semoga ritual adat Maruba tahun 2021 ini mampu memberikan sumbangsih positif terhadap pelestarian adat, budaya dan tradisi, khususnya bagi masyarakat adat Dayak di tanah Borneo tercinta ini," tukasnya. (Teo)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda