Kubu Raya post authorKiwi 13 Januari 2021 60

Muda Buka Rakor Asesmen Kompetensi Minimum

Photo of Muda Buka Rakor Asesmen Kompetensi Minimum Foto bersama dalam kegiatan rakor AKM dilingkungan disdikbud Kubu Raya

KUBU RAYA, SP – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Rabu (13/1).

Rakor dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Muhamad Ayub dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Kubu Raya, Listiyanti.

Menurut Bupati Muda, Rakor AKM K3S mencatat jumlah yang banyak dan tersebar di semua desa. Rakor untuk upaya penguatan dari disiplin dan juga tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mana ditajamkan.

“Apalagi kita akan menghadapi pendataan dengan berbasis geosfasial jadi nanti menemukan konfirmasi yang baik ke bawah. Sekaligus menyusun skema peta kerja juga menjadi bagian kita melakukan edukasi vaksinasi,” kata Muda Mahendrawan.

“Saya bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, juga akan ikut langsung,” tambah Bupati Muda Mahendrawan.

Tujuannya, menurut Muda Mahendrawan, agar masyarakat lebih tenang sehingga tidak bersikap berlebihan atau paranoid. Pesannya, kalau ragu itu wajar, tapi jangan membuat isu-isu yang dapat mempersulit situasi. Lebih baik diam dan ikuti dengan tenang agar situasinya kondusif.

Sekaligus juga, ujar Bupati Muda Mahendrawan, dibahas tentang pembelajaran daring, kendala kendala dan lainnya. Misal masalah jaringan, itu ada program menara desa yang bisa membantu. Dari kominfo juga, membuat program desa digital jadi sekolah sekolah bisa terakses.

Muhammad Ayub berpesan kepada para Kepala Sekolah Pesan untuk membuat rumusan bagaimana langkah kedepan agar semakin efektif. Harapan Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya, pada tahun 2021 ini akan terjadi peningkatan kualitas pembelajaran.

“Insya Allah sebentar lagi di Kabupaten Kubu Raya akan melaksanakan pembelajaran tatap muka pada daerah yang lebih memungkinkan. Untuk rencana program sekolah penggerak itu merupakan program terpadu dari guru penggerak,” ujar Muda Mahendrawan.

Menurut Muhammad Ayub, derdasarkan paparan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, yaitu TLC program untuk menguatkan program guru penggerak dari kementerian.

“Untuk Guru Penggerak sendiri sudah ada 41 orang yang lolos dan untuk TLC-nya nanti akan diseleksi dengan bantuan dari orang pusat, siapa siapa saja yang memenuhi persyaratan. TLC bersama Guru Penggerak akan dilatih agar dapat melatih guru yang lainnya,” kata Muhammad Ayub.

Listyianti, mengatakan, Kegiatan K3S sebenarnya sudah baik, hanya saja sempat vakum saat terjadinya Covid-19, tapi program program yang dapat dijalankan tetap dilakukan. Kami evaluasi kekurangannya dan nanti akan ditindaklanjuti untuk tahun 2021.(lwu)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda