Kubu Raya post authorEliazer 25 Maret 2024

BI Kalbar Panen Raya Padi Dalam Rangka Implementasi GNPIP

Photo of BI Kalbar Panen Raya Padi Dalam Rangka Implementasi GNPIP Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar, Nur Asyura Anggini Sari didampingi Pj Gubernur Kalbar, Harisson berserta perwakilan dinas dan instansi terkait foto bersama saat panen raya padi di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (24/3).

KUBU RAYA, SP – Dalam rangka mendukung Program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat terus melakukan pendampingan kepada petani untuk menyediakan pasokan pangan ke masyarakat melalui berbagai program yang terencana.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar, Nur Asyura Anggini Sari menjelaskan beberapa realisasi tertinggi penyumbang inflasi di Kalbar ada pada sektor makanan dan minuman, khususnya pada komoditas beras.

“Kondisi ini masih salah satunya disebabkan oleh bencana banjir pada salah satu sentra produksi beras di Kalbar, di tengah tingginya permintaan pada periode pasca pemilu serta HBKN Cap Go Meh dan menyambut bulan Ramadhan,” katanya saat panen raya padi Gapoktan Madiun Bersatu, salah satu binaan KPwBI Kalbar di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (24/3).

Berbagai upaya kata Anggini telah dilakukan untuk pengendalian inflasi pangan Kalbar melalui strategi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K).

Selain itu, sebagai bentuk komitmen dalam pengendalian inflasi daerah, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) bersinergi melalui Ultimate Flaghip Event yaitu Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Rencananya akan dilakukan kick off untuk GNPIP Kalimantan di Samarinda pada 27 Maret 2024 bersama dengan TPID Kalbar,” tuturnya.
Perlu diketahui Gapoktan Madiun Bersatu merupakan salah satu binaan KPwBI Kalbar.

Gapoktan Madiun Bersatu memiliki lahan seluas 150 hektare, dengan enam kelompok tani. Rata-rata kelompok tani menghasilkan panen padi mencapai 3 ton per musim, dimana dalam satu tahun terdapat 2 kali musim tanam.

“Inilah potensi yang dapat kita gali dan optimalkan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kalbar melalui sinergi program GNPIP,” sebut Anggini.

Selain beras, Gapoktan Madiun Bersatu juga mengelola lahan hortikultura untuk cabai rawit, tomat, daun bawang, kacang panjang, dan jeruk sambal, dengan total luas lahan sekitar 15 hektare. Di samping itu, terdapat konsep integrated farming dimana Gapoktan Madiun Bersatu juga memiliki 50 ekor ternak sapi dan 200 ekor ternak kambing.

Ketersediaan Pasokan Beras Bertambah

Di tempat yang sama, Pj Gubernur Kalbar, Harisson mengatakan beras merupakan masyarakat Indonesia. Adanya panen raya padi hari ini, pemprov Kalbar kembali berlega hati karena ketersediaan pasokan kebutuhan beras untuk masyarakat lokal semakin bertambah.

"Kita berharap panen padi pada hari ini dapat mencukupi kebutuhan beras, khususnya di Kubu Raya. Berdasarkan catatan realisasi panen padi di Kubu Raya pada triwulan pertama tahun 2024 (periode Januari sampai dengan Maret) adalah seluas 13.455 hektar dengan produktivitas 28,19 kuintal per hektar," ujar Harisson.

Dirinya menambahkan, meskipun produksi padi di Kalbar diperkirakan akan meningkat tahun ini, ia mengingatkan ada beberapa tantangan yang setiap tahunnya harus selalu diwaspadai.

Tantangan tersebut adalah alih fungsi lahan sawah, serangan hama dan penyakit tanaman hingga bencana alam banjir dan/atau kekeringan.

"Saya yakin, dengan kerja sama dan semangat yang tinggi, kita dapat mencapai target produksi padi di Kalbar dan mewujudkan ketahanan pangan nasional," harapnya. (jee)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda