Kubu Raya post authorKiwi 27 Juni 2020 1,754

Kasak-Kusuk Wakil Muda

Photo of Kasak-Kusuk Wakil Muda

KUBU RAYA, SP – Pasca Wakil Bupati (Wabup), Sujiwo menyatakan mundur dari jabatannya. Muncul perbincangan di kalangan elit politik dan masyarakat mengenai sosok pengganti orang nomor dua di Kubu Raya tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, masing –masing parpol pengusung telah menyiapkan sosok pengganti Sujiwo di jabatan Wakil Bupati Kubu Raya.

Namun, ketika Suara Pemred melakukan konfirmasi ke sejumlah pengurus partai pengusung pasangan Muda Mahendrawan – Sujiwo mengenai calon pengganti Wakil Bupati. Tak satu pun, parpol yang merespon isu yang beredar tersebut.

Seperti halnya, Ketua DPC PDIP Kubu Raya, Agus Sudarmansyah  yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kubu Raya. Ketika dikonfirmasi, sampai berita ini dituliskan, belum ada jawaban atau pernyataan darinya.

Kemudian Suara Pemred juga telah menghubungi Ketua Fraksi PDIP DPRD Kubu Raya, Zulkarnain namun pesan WhatsApp hanya dibaca.

Upaya yang sama juga dilakukan kepada Ketua DPW PPP Kalbar, Retno Pramudya. Seperti diketahui PPP merupakan salah satu partai pengusung pasangan Muda-Jiwo

Ketika dikonfirmasi terkait langkah yang akan diambil partai pengusung pasangan Muda-Jiwo, dan apakah telah menyiapkan sosok pengganti Jiwo. Sayang, hingga berita ini diterbitkan belom ada jawaban yang diterima oleh Suara Pemred.

Sementara itu, seorang politisi senior Kubu Raya yang enggan disebutkan namanya ini mengungkapkan bahwa, pasca Jiwo mengundurkan diri, sejumlah partai pengusung mulai gencar membicarakan sosok pengganti Wakil Bupati Kubu Raya ini.

“Selain mengupayakan mediasi, partai pengusung tentunya juga mulai mempersiapkan kadernya untuk menggantikan Sujiwo,” ungkapnya.

Dikatakannya, dalam waktu dekat ini partai pengusung pasangan Muda Mahendrawan – Sujiwo akan menggelar pertemuan, guna membahas sejumlah persoalan, di antaranya mengenai sosok pengganti Sujiwo.

“Dari aturan atau mekanismenya, masing – masing parpol pengusung punya hak untuk mengusulkan sosok pengganti Jiwo. Namun, fokus dari pertemuan partai akan melakukan mediasi dan komunikasi terlebih dahulu. Soal sosok pengganti, itu masih jauh dari pembahasan,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua DPC Partai Demokrat yang juga mantan Ketua Koalisi Partai Pengusung Pasangan Muda-Jiwo, Usman mengatakan, partai koalisi mendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Muda Mahemdrawan dan Sujiwo adalah satu paket, dengan masa periode 2019 sampai dengan 2024.

“Dari awal, Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya adalah satu paket dengan masa bakti 2019 sampai dengan 2024. Maka dari itu, kami pengusung tidak berkenan jika beliau (Wakil Bupati) mundur sebelum masa Jabatanya selesai,” tegas Usman.

Lebih lanjut, Usman mengatakan partai pengusung akan melakukan mediasi terlebih dahulu dengan Bupati, agar tidak terjadi misskomunikasi dan tidak terjadi hal – hal yang diinginkan.

Senada disampaikan Sekretaris Koalisi Partai Pengusung Pasangan Muda-Jiwo, M Amri yang menjelaskan partai koalisi akan melakukan mediasi agar tidak terjadi hal yang dapat merugikan semua pihak.

“Bila mana ada perselisihan antara kedua belah pihak, maka ini harus didamaikan agar konflik yang terjadi bisa teratasi. Kami minta Bupati dan Wakil Bupati menghormati partai pengusung untuk melakukan upaya mediasi,” tutur Amri.

Partai koalisi diakuinya, telah menerima surat pengunduran diri Sujiwo dari jabatan Wakil Bupati Kubu Raya, namun pihaknya secara tegas menolak untuk diproses. Pasalnya, partai mengusung masih mengupayakan mediasi.

 “Kami pending surat pengunduran diri Wakil Bupati. Berikan kami waktu untuk melakukan mediasi, agar semua kembali seperti sediakala,” katanya.

Amri yang merupakan Ketua DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kubu Raya ini menyayangkan mundurnya Sujiwo sebagai Wakil Bupati Kubu Raya.

“PKS menyayangkan langkah itu. Karena sebagai partai pengusung PKS memperjuangkan beliau sangat berat, maka ini harus diselesaikan,” katanya.

Apalagi tambah Amri, parpol pengusung punya tanggung jawab dan hak sampai akhir masa jabatan sebab saat maju dulu parpol pengusung bersama-sama pasangan Muda – Jiwo menghantarkannya mendaftar, membuat visi misi bersama dan komitmen bersama untuk bangun Kubu Raya.

“Membangun Kubu Raya tidak bisa sendiri. Harus ada harmonisasi bupati, wabup, sekda, SKPD, DPRD, tomas, toga, todat, stakeholder kalau niatnya mau bangun Kubu Raya,” ucapnya

Amri ilustrasikan hubungan sebuah rumah tangga suami isri. Tidak mungkin langsung cerai. Tentu akan ada langkah mediasi, damai, yang ada misskomunikasi dan dishamornisasi diselesaikan.

“Begitu pula dengan pasangan Muda – Jiwo karena mekanisme ini sudah tertuang dalam UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Sebelumnya, Sy Amin Muhammad Assegaf, Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Kubu Raya mengaku kecewa dan malu dengan sikap Sujiwo yang mundur dari jabatan Wakil Bupati.

“Tentunya sebagai partai pengusung, kita kecewa. Dari awal pasangan Muda Mahendrawan-Sujiwo sudah berkomitmen bersatu membangun daerah, kenyataannya sekarang seperti ini,” kata Sy Amin.

Kekecewaan NasDem sebagai partai pertama yang mengusung Muda-Jiwo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kubu Raya lalu cukup beralasan. Pasalnya, keberhasilan menyatukan keduanya tidak bertahan lama.

Keberhasilan NasDem menyatukan Muda-Jiwo kala itu dijadikan slogan dalam kampanye Pilkada Kubu Raya dan menghantar keduanya ke tampuk pimpinan seakan sia-sia.

“Kita telah buat konsep atau tagline ketika Pilkada, yakniMuda-Jiwo Bersatu Rakyat KKR Menyatu”. Itu artinya jangan sampai ada perpecahan, harus ada yang mengalah, harus ada yang berjiwa besar,” jelas Amin.

Begitu terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Muda-Jiwo sudah mulai menunjukkan ketidakharmonisannya, bahkan sebelum keduanya dilantik. “Seingat saya, sampai sekarang permasalahan seperti itu sudah terjadi dua atau tiga kali,” ungkap Amin.

Puncaknya, Jiwo memutuskan untuk mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Wakil Bupati Kubu Raya.

“Sampai ribut-ribut di media, kan malu kita sebagai partai pengusung dan sebagai masyarakat,” sesal Amin.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, dua partai pengusung Muda – Jiwo Gerindra dan Hanura mengaku belum menerima surat pengunduran diri Sujiwo seperti yang dijanjikan.

“Hingga Selasa (23/6), belum ada kami dari Hanura menerimanya, kalau sudah ada pasti akan kami bahas di internal partai lebih dulu,” kata Ketua DPC Partai Hanura Kubu Raya, Benny Ferrianto.

Benny mengaku terkejut tatkala mendapat kabar partai pengusung lain telah menerima surat pengunduran diri Sujiwo.“Kalau partai lain mungkin sudah menerima tapi kalau kami dari Hanura belum ada sama sekali. Jadi, Hanura belum bisa tentukan sikap politiknya,” tegasnya.

Namun, dikatakan Benny, Hanura menghargai dan menghormati sikap ksatria Sujiwo yang mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Kubu Raya.

“Hanura sangat menghargai sikap ksatria Pak Jiwo seperti yang disampaikannya. Ini menunjukan beliau sebagai seorang politisi sejati. Hanya langkah mediasi akan lebih baik agar proses pembangunan Kubu Raya berjalan lancar,” tuturnya.

Menurutnya, polemik Muda dan Jiwo ini menganggu jalan pemerintahan, apalagi disaat kondisi Pandemi Covid-19 sekarang ini.

"DPRD tetap berupaya untuk memfasilitasinya supaya hubungan antara kedua belah pihak  komunikasinya terjalin dengan baik kembali, namun  keputusan terakhir tentu saja kembali ke pak Sujiwo," katanya.

Di samping itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas dan dapat mengarah kepada perpecahan.

Sementara itu Ketua Fraksi Gerindra, Yuslanik juga akui belum menerima surat pengunduran diri Sujiwo. “Hingga hari Selasa (23/6) ini kami dari Gerindra juga belum menerima surat itu,” tegasnya.

Jika surat itu diterima dijelaskan Yuslanik tentu nantinya akan ada mekanisme di internal Gerindra untuk membahasnya lebih lanjut.

“Setelah itu akan kita sampaikan ke partai pengusung lainnya apa yang menjadi keputusan politik dari Gerindra. Seperti itu lah mekanismenya,” ucapnya.

Namun, Yuslanik menyayangkan jika Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo mundur. Sebab saat pilkada lalu, Gerindra termasuk bagian dari salah satu partai pengusung yang menghantarkan pasangan Muda-Jiwo meraih kemenangan di Pilkada Serentak Tahun 2018.

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda