Kubu Raya post authorBob 27 Oktober 2022

BKKBN Kalbar Apresiasi Upaya Pemkab Kubu Raya Turunkan Stunting

Photo of BKKBN Kalbar Apresiasi Upaya Pemkab Kubu Raya Turunkan Stunting Rapat koordinasi audit kasus stunting Kabupaten Kubu Raya pada Rabu (26/10/2022).

KUBU RAYA, SP - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Muslimat memberikan apresiasi upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya dalam percepatan penurunan stunting.

Terutama lewat strategi kepung bakul yang selalu digalakkan Pemkab Kubu Raya dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal tersebut diungkapkan Plt Kaper BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat usai pembukaan rapat koordinasi audit kasus stunting Kabupaten Kubu Raya pada Rabu (26/10/2022).

"Kami mengapresiasi upaya dan berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah Kubu Raya sangat luar biasa untuk percepatan penurunan stunting. Bahkan ada program kepung bakul dan salju terpadu," ungkap Muslimat.

Dirinya harapkan semua kabupaten kota dapat bergerak untuk upaya percepatan penurunan stunting. Pasalnya jika angka stunting di kabupaten kota seluruh Kalbar turun. Maka otomatis angka stunting tingkat Provinsi Kalbar juga akan turun.

Dikatakannya dalam upaya percepatan penurunan stunting saat ini pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2021.

Dalam aturan tersebut didorong keterlibatan semua komponen dari kementerian, lembaga, perguruan tinggi, masyarakat, perorangan, kelompok, serta media dalam percepatan penurunan stunting.

"Ini sangat-sangat diharapkan jika stunting di Kalbar ini kita tekan dan kita turunkan, dan Presiden berharap dan memberi amanah tahun 2024 angka stunting turun 14 persen," jelasnya.

Muslimat menegaskan pihaknya optimis dan berusaha seoptimal mungkin dalam upaya menurunkan angka stunting di Kalbar. Terutama dengan upaya berkolaborasi bersama-sama semua lintas sektor agar angka stunting di Provinsi Kalbar bisa ditekan semaksimal mungkin.

Dirinya berharap semua sektor untuk bersama-sama berperan dalam menurunkan stunting Kalbar. Misalnya dari pertanian untuk sisi ketahanan pangan, lalu Dinas PU dari insfrastruktur mulai dari jalan, jamban, sanitasi. Selanjutnya Dinas Sosial melalui pemberdayaan keluarga karena ada Program Keluarga Harapan (PKH).

"Kita juga mengapresiasi Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan yang memberikan perhatian terhadap penurunan stunting.

Mudah-mudahan dengan atensi Wagub Kalbar angka stunting di Provinsi Kalbar bisa tekan," tutupnya. (din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda