Lainnya post authorAdmin 23 Februari 2020 461

Kisah Korban Selamat Siswa SMPN 1 Turi Hanyut di Sungai Sempor Sleman

Photo of Kisah Korban Selamat Siswa SMPN 1 Turi Hanyut di Sungai Sempor Sleman EVAKUASI – Tim SAR Yogyakarta terus mencari siswa SMPN 1 Turi, yang hanyut saat mengikuti Susur Sungai Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (21/2) sore.

Bakir Ungkap Kronologi Datangnya Air Bah yang Menggulung

Kisah perjuangan menghadapi maut disampaikan salah seorang korban selamat dalam insiden siswa SMPN 1 Turi, yang hanyut saat mengikuti Susur Sungai Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (21/2) sore. Korban selamat adalah Ahmad Bakir, siswa kelas 8C.

256 siswa SMPN 1 Turi, mengikuti Susur Sungai, sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Mereka terdiri dari 127 siswa kelas VII dan 129 siswa kelas VIII. Bakir pun mengungkapkan kronologi kejadian yang melanda kala dilakukan kegiatan tersebut. Ia menceritakan bahwa air sungai mendadak datang dengan derasnya di tengah kegiatan pada antara pukul 15.00 dan 15.30 WIB.

"Airnya awalnya enggak deras, biasa aja, lalu tiba-tiba saya rasa deras. Air tiba-tiba datang begitu saja dari atas, terus posisi saya pas di pinggir, ada jalan naiknya, terus semua saya suruh naik ke permukaan," ujar Bakir.

Karena merasa posisinya aman, Bakir pun meminta teman-temannya untuk menjauh dari air sungai. Ia juga mengaku sempat menolong teman-temannya yang kesulitan untuk naik ke permukaan.

"Sama di depan itu ada anak-anak perempuan, saya minta yang lain memberi jalan supaya mereka bisa naik, tapi ada yang masih menetap di situ, jadi saya tolongin. Terus ada yang hanyut, terus ada yang menolong, dan yang menolong itu selamat," imbuhnya.

Bakir mengatakan, kegiatan diikuti siswa kelas 7 dan 8, dimulai sekitar pukul 14.30 WIB, sedangkan insiden terjadi sekitar antara setengah atau satu jam setelahnya.

Ia sendiri mengaku sudah izin orang tua untuk mengikuti kegiatan ini. Selain itu, ia menyebutkan, dalam kegiatan susur sungai, peserta dibagi per kelas, dan setiap dua regu dipimpin satu Dewan Penggalang (DP).

“Susur Sungai Sempor itu dilakukan dengan cara, siswa berbaris menyusuri sungai tanpa tali atau apa pun. Kami diuji kemampuan dalam Susur Sungai ini,” kata Bakir.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, mengungkap kronologi sementara peristiwa nahas ini. Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, ketika siswa-siswi tersebut turun untuk memulai kegiatan susur sungai, di lokasi tersebut belum turun hujan.

"Namun ternyata di hulu sungai hujan. Akibatnya sejumlah siswa dilaporkan hanyut akibat terseret arus air yang sangat deras. Tim SAR gabungan telah menyusuri sungai Sempor, sementara untuk yang terluka dibawa ke Rumah Sakit SWA," kata Makwan.

Kegiatan susur sungai yang dilakukan oleh pelajar SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta memang berujung duka. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/2). Hingga Minggu (23/2), tercatat 10 pelajar dilaporkan tewas akibat terseret arus Sungai Sempor, Desa Donokertyo, Kecamatan Turi, Sleman. (suarajogja.id)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda